Connect with us

Berita Terbaru

Anies Dinobatkan Gubernur Paling Berpengaruh 2021, Mahasiswa Pernah Sarankan Wahidin Halim Belajar Cara Hadapi Buruh Kepadanya

Published

on

Anies Baswedan (tengah) memberikan keterangan usai dilantik sebagai ketua BKSP beberapa waktu lalu. Tampak Gubernur Banten Wahidin Halim (kanan) mendampingi. (BantenHits/Mahyadi)

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinobatkan sebagai gubernur terpegah (terpopuler) dan paling berpengaruh 2021 oleh Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence (AI).

Hal tersebut disampaikan Indonesia Indicator (I2) dalam keterangan persnya yang memaparkan hasil riset bertajuk “Gubernur Terpegah dan Paling Berpengaruh 2021”.

“Anies didapuk sebagai Gubernur Terpegah karena sosoknya paling banyak diberitakan media massa di Tanah Air,” kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) Rustika Herlambang di Jakarta, Jumat, 31 Desember 2021 seperti dikutip BantenHits.com dari Fajar.co.id.

Sebagai Gubernur Paling Berpengaruh 2021, kata dia, Anies adalah figur yang pernyataannya paling banyak dikutip media.

“Gubernur Paling Berpengaruh merupakan top influencer di media,” ujar Rustika.

Wahidin Disarankan Belajar ke Anies

Saat buruh Banten menduduki ruang kerja Gubernur Banten, Wahidin Halim, pada Rabu, 22 Desember 2021 lalu, mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta menilai aksi buruh menunjukan kegagalan Gubernur Banten dan timnya membangun komunikasi yang baik.

“Saya menilai ini kegagalan Gubernur Banten dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, mestinya harus melakukan pendeteksian lebih luas dan dalam arah gerakan buruh yang berjilid-jilid ini,” kata Ketua HMB Jakarta Muhammad Fahri dalam keterangan tertulis kepada BantenHits.com saat itu.

BACA :  Sekretariat DPRD Banten Raih Penghargaan 'Kontribusi Aktif' dalam Monev Keterbukaan Informasi Publik 2020

“Ini kejadian pertama kantor gubernur sampai diduduki, dan saya yakin jika gubernur reaktif dalam kasus ini malah akan menambah kegaduhan,” sambung Fahri

Fahri menyarankan Gubernur Banten harus banyak belajar kepada Pak Anis Baswedan ketika menghadapi aksi unjuk rasa buruh.

“Saya rasa Gubernur Banten harus banyak belajar kepada Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan. Dulu pernah terjadi aksi unjuk rasa buruh di DKI Jakarta, tapi Pak Anis Baswedan mampu mengendalikan massa aksi dengan dirinya turun masuk ke barisan massa aksi dan berdialog dengan para buruh, bahkan sampai duduk bersila di aspal,” ucap Fahri. 

Selain komunikasi Gubernur yang gagal, lanjut Fahri, masalah kedua saya menilai Gubernur Banten tidak melakukan koordinasi yang baik dan inten dengan aparat kepolisian.

Ganjar, RK dan Khofifah

Kembali ke hasil survei, Indonesia Indicator (I2) mencatat ada 10 nama gubernur/wakil gubernur yang dinobatkan sebagai Terpegah dan Paling Berpengaruh.

Ke-10 nama itu, dihimpun dari 28.779.574 berita yang dimuat 6.470 media online Indonesia mulai 1 Januari hingga 19 Desember 2021.

Data dianalisis secara real time dengan menggunakan sistem Intelligence Media Analytics (IMA) yang berbasis artificial intelligence.

BACA :  Nyolong HP di Perumnas II Tangerang, Pengamen Dihakimi Massa

Sebagai Gubernur Terpegah 2021 Anies Baswedan muncul dalam 127.677 berita.

Menurut Rustika, kebijakan Anies yang mendapat sorotan pada tahun 2021 berkaitan dengan aksi demo buruh yang meminta kenaikan UMP DKI Jakarta.

“Isu lain yang menjadi atensi media adalah bencana banjir di Jakarta pada bulan Februari, kebijakan saat terjadi lonjakan kasus COVID-19 di DKI Jakarta pada bulan Juni, dan pemanggilan oleh KPK terkait dengan pengadaan lahan di Munjul pada bulan September,” kata Rustika.

Posisi kedua Gubernur Terpegah 2021 diduduki Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 85.158 berita.

Menurut dia, figur Ganjar mendapat sorotan saat penanganan COVID-19 di beberapa wilayah, terutama saat ada ledakan COVID-19 di Kudus hingga akhirnya berakhir.

Kebijakan banjir di Semarang pada bulan Februari lalu juga menjadi atensi ketika Ganjar meminta Kali Babon dinormalisasi.

Selain itu, media juga menyorot Ganjar saat membanggakan penunjukan Indonesia sebagai Presidensi G20, kehadiran di Papua untuk menyemangati atlet-atlet Jateng saat PON, isu konflik dengan PDI Perjuangan, serta ramai soal deklarasi sukarelawan Ganjar untuk Pilpres 2024.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) di posisi ketiga Gubernur Terpegah 2021 dengan 73.567 berita.

Menurut Rustika, Kang Emil disorot media soal aksi demo buruh memprotes kenaikan UMP. Selain itu, RK terlibat pro kontra penetapan Bandara Kertajati menjadi bengkel pesawat.

BACA :  Soal Putusan MK, Disdukcapil Pandeglang Persilakan Masyarakat Lapor

RK juga terpantau ramai diberitakan soal penerapan PPKM di Jawa Barat, terutama saat lonjakan kasus COVID-19 pada bulan Juni lalu, serta isu pencalonannya untuk capres 2024.

“Kang Emil juga sempat disorot media karena mengkritik impor beras,” kata Rustika.

Peringkat keempat Gubernur Terpegah diduduki Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan 51.830 berita.

Khofifah, kata Rustika, disorot media terutama saat berduka karena tenggelamnya KRI Nanggala 402 dan penanganan bencana erupsi Gunung Semeru.

“Yang menarik dari keempat Gubernur Terpegaruh itu, baik Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, maupun Khofifah, kerap diberitakan sebagai pihak yang memiliki potensi maju pada gelaran Pilpres 2024, berdasarkan ragam rilis survei elektabilitas yang beredar,” papar Rustika.

Peringkat kelima ditempati Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Politikus Partai Gerindra itu tampil dalam 39.648 berita.

Lima posisi teratas Gubernur Paling Berpengaruh 2021, menurut Rustika, masih ditempati oleh figur yang sama dengan Gubernur Terpegah.

Anies Baswedan di posisi pertama dengan 252.148 pernyataan. Ganjar Pranowo menguntit di belakang dengan 234.991 pernyataan. 

Ridwan Kamil yang berada di posisi ketiga, jumlah pernyataannya dimuat media online selama setahun mencapai 181.248. Sementara itu, total pernyataan Khofifah yang diekspose media mencapai 140.294.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler