Connect with us

Berita Terbaru

Kasus Perceraian di Pandeglang Meningkat, 75 Persen Perempuan Gugat Suami Karena Faktor Ekonomi

Published

on

Humas Pengadilan Negeri Pandeglang, Agus Sanwani Arif saat memberikan keterangan pers terkait kasus perceraian di Pandeglang. (BantenHits com/Samsul Fatoni)

Pandeglang – Pengadilan Agama (PA) Pandeglang mencatat ada 1931 kasus perceraian selama 2021 lalu. Dari jumlah itu 75 persen, merupakan gugatan dari pihak perempuan atau istri.

“Dari angka kasus perceraian itu didominasi gugatan dari pihak istri, tercatat ada sekitar 75 persen dari jumlah kasus secara keseluruhan,” ungkap Humas PA Pandeglang, Agus Sanwani Arif, Minggu 9 Januari 2021.

Agus merinci, untuk perkara gugatan sebanyak 1612 perkara kemudian perkara permohonan sebanyak 319. Sementara faktor yang mendominasi dari angka perceraian yang masuk ke PA, karena faktor ekonomi.

BACA :  Kuy Ramein! Telusur Jejak Multatuli FSM 2021; Keliling Tempat-tempat Bersejarah di Lebak

“Biasanya yang mengajukan perceraian beralasan karena faktor ekonomi. Seperti pihak istri mengajukan perceraian karena suaminya tidak mampu untuk menafkahi,” katanya.

Faktot lain jelas Agus, ada pihak istri yang mengajukan perceraian dengan alasan sang suami selingkuh dengan wanita lain. Jadi itu rata-rata faktor penyebab kenapa mereka mengajukan perceraian.

Menurut Agus, perceraian tahun ini mengalami peningkatan, tahun 2020 lalu kasus perceraian hanya sebanyak 1300 perkara.

“Jadi untuk perbandingan jumlah kasus perceraian yang tercatat di PA tahun 2021 lebih tinggi dibanding dengan tahun 2020 lalu,” tandasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler