Connect with us

Berita Terbaru

Didatangi Tokoh Ulama Cigeulis soal Rumah Makan Jual Miras, Asda III; Camat dan Kades Akan Dievaluasi

Published

on

Tokoh ulama di Kecamatan Cigeulis, saat mendatangi pendopo Bupati Pandeglang untuk meminta agar rumah makan yang jual Miras ditutup secara permanen. (BantenHits.com/Samsul Fatoni)

Pandeglang – Buntut dari adanya warung lesehan di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, yang kedapatan menjual minuman keras, puluhan tokoh ulama dari Kecamatan Cigeulis, mendatangi Kantor Bupati Pandeglang, Kamis 13 Januari 2022.

Kedatangan para pemuka Agama ke Gedung Pendopo Bupati Pandeglang, ingin beraudiensi kaitan dengan bagaimana tindakan yang dilakukan Pemda Pandeglang, terkait adanya dugaan praktik yang bertentangan dengan Perda Miras.

Pantauan BantenHits.com di kawasan Pendopo Pandeglang, ada sekitar 28 orang tokoh Ulama dari Cigeulis yang mendatangi Kantor Bupati tersebut. Mulai dari Ketua MUI Kecamatan Cigeulis, para pengasuh Pondok Pesantren, dan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pandeglang.

BACA :  Polisi Periksa Sopir Elf terkait Kecelakaan di Jalan Labuan-Cibaliung

Salah seorang perwakilan dari tokoh Ulama Cigeulis, Ustad Samsul Ma’arif mengatakan, pihaknya telah mengantongi beberapa bukti terkait praktik rumah makan yang menjual miras. Ia juga mengaku, memiliki dokumentasi
adanya keterlibatan oknum Camat Cigeulis.

“Maksud dari kedatangan kami ke Kantor Bupati ini tidak lain dan tidak bukan untuk bersilaturahmi dengan pimpinan daerah, namun lain daripada itu pihaknya juga membawa permohonan agar rumah makan yang meresahkan masyarakat untuk ditutup secara permanen,” katanya.

Ia mengaku, menunggu tindakan serius dari aparatur pemerintah untuk menindakalanjuti penutupan rumah makan tersebut secara permanen, dan menindaklajuti masalah Oknum Kades dan Camat yang membiarkan praktik bisnis haram tersebut.

“Dalam hal ini kami membawa beberapa tuntutan agar bisnis haram yang mencederai Pandeglang selaku kota santri untuk ditutup, kemudian untuk oknum yang terlibat agar diberikan sanksi yang lebih tegas, karena sudah mencoreng nama baik pemerintahan, ini sudah terjadi berulang, maka harus diberikan sanksi yang lebih tegas, bila perlu diberhentikan,” ujarnya.

BACA :  Pemkab Serang Diganjar Plakat Opini WTP dari Kemenkeu

Tokoh Ulama lainnya, Mama H Ujang Surya meminta, Pemda Pandeglang menanggapi serius. Karena tujuan ketangan pihaknya ke Kantor Bupati itu ingin beraudiensi, kaitan dengan persoalan tersebut.

“Karena tadi kami tidak bertemu langsung dengan Bupati Pandeglang, hanya diterima oleh pejabat dari Asisten Daerah (Asda), maka hari Selasa nanti kami akan datang lagi,” katanya.

Sementara Asda III Bidang Adminstrasi Umum Setda Pandeglang, Ramadani mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti pernyataan para ulama dan masyarakat tersebut dan akan mengevaluasi keterlibatan oknum Kades dan Camat yang dianggap meresahkan masyarakat tersebut.

“Untuk masalah kedatangan para ulama dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Cigeulis tadi, kami juga akan menindaklanjuti poin-poin pernyataan yang disampaikan, untuk pernyataan masalah rumah makan tadi kita akan cek lagi oleh Satpol PP,” imbuhnya.

BACA :  Komisi II DPRD Lebak Beri Sinyal Positif soal Usulan Perda Perlindungan Pasar Tradisional

Ditambahkannya, untuk masalah Oknum Kades dan Camat pihaknya telah menyampaikan kepada Bupati Pandeglang dan akan dievaluasi, dia menegaskan apabila ada tindakan yang mencemarkan nama baik pemerintah akan ditindak tegas tanpa ampun.

“Kepala Desa sudah kita panggil oleh DPMPD kita akan berikan sanksi, untuk camat ita sudah konfirmasi dan akan disampaikan kepada bupati, karena sebelumnya sudah diberikan sanksi penurunan satu tingkat pangkatnya, kalau ada kejadian berulang dan berakibat kepada pencemaran nama baik pemerintah harus tegas,” tandasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler