Connect with us

Advertorial

Terbukti Selalu Jadi Rujukan Studi PDAM Lain, Dirut Tegaskan Visi Perumdam TKR Jadi Perusahaan Air Minum Unggulan di Indonesia

Published

on

Dirut Perumdam TKR, Sofyan Sapar saat menjelaskan isu Valuing Water dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia setiap 22 Maret bersama pejabat struktural, Senin, 22 Maret 2021.(Dok. Humas Perumdam TKR Kabupaten Tangerang)

Tangerang – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kerta Raharja atau Perumdam TKR Kabupaten Tangerang kerap menjadi rujukan studi PDAM lain terkait kinerja dan pengelolaan perseroan. 

Karenanya, Perumdam TKR dituntut untuk terus memberikan pelayanan air bersih yang maksimal kepada masyarakat. Apalagi Perumdam TKR memiliki visi menjadi perusahaan air minum unggulan di Indonesia. 

Hal tersebut disampaikan Dirut Perumdam TKR Sofyan Sapar dalam sebuah kegiatan Susur Sungai Cisadane akhir 2021 lalu. 

Dalam kegiatan tersebut, peraih penghargaan TOP CEO BUMD 2021 itu menekankan, bagaimana pentingnya menjadikan Sungai Cisadane sebagai air baku Perumdam TKR agar sebisa mungkin zero sampah. 

“Perlu edukasi perilaku manusia. Ke depan tanpa Cisadane kami tidak bisa melayani (air bersih) kepada masyarakat. Maka itu pentingnya sungai harus bersih dari sampah,” kata Sofyan. 

BACA :  IMM Banten Tak Ingin Penanganan Covid-19 Seperti Penanganan Korban Tsunami Banten 2018

Pengelolaan Air Curah Bikin Takjub

Pada 23 April 2021 lalu, Perumdam TKR Kabupaten Tangerang pernah menerima kunjungan jajaran Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi.

Dalam kunjungan tersebut, Perumdam Tirta Mayang mengaku takjub dengan keberadaan unit kerja yang secara khusus membidangi penjualan air secara curah di Perumdam TKR Kabupaten Tangerang.

“Ini menandakan bahwa pengelolaan air curah dipandang sangat penting sehingga pengurusannya harus dilakukan secara khusus melalui unit kerja tertentu,” ungkap Direktur Administrasi Keuangan Perumdam Tirta Mayang, Sahat Siagian saat itu. 

Kunjungan kerja jajaran Perumdam Tirta Mayang ke Perumdam TKR Kabupaten Tangerang dilakukan untuk berdiskusi terkait regulasi dan struktur organisasi yang ada di Perumdam TKR.

Kepala Satuan Sekretariat Perusahaan Perumdam TKR Supendi yang menerima kunjungan tersebut memaparkan peraturan-peraturan tentang penyusunan Struktur Organisasi Perumdam TKR Kabupaten Tangerang.

“Yang jadi pembeda struktur organisasi kami dengan PDAM  lain adalah adanya jabatan Kepala Satuan yang membawahi beberapa Kepala Bidang. Posisinya setingkat di atas Kabag atau Manajer namun setingkat di bawah Direksi,” jelasnya.

BACA :  Jelang Hari Bhayangkara ke 75, AKBP Teddy Rayendra Anjangsana ke Ponpes Bani Abbas Lebak

“Formasi Dewan Pengawas juga sudah mengikuti PP 54 Tahun 2017 dimana jumlahnya disesuaikan dengan jumlah Direksi yang ada,” tambahnya.

Jajaran Perumdam Tirta Mayang menyimpulkan, dengan adanya unit kerja yang khusus membidangi penjualan air secara curah, ini menandakan bahwa pengelolaan air curah dipandang sangat penting sehingga pengurusannya harus dilakukan secara khusus melalui unit kerja tertentu. 

Pangkal Pinang Belajar ke Tangerang

Setahun sebelum kunjungan jajaran Perumdam Tirta Mayang, persisnya 3 November 2020, Perumdam TKR Kabupaten Tangerang juga menerima kunjungan DPRD dan PDAM Kota Pangkal Pinang. 

Mereka melakukan studi banding terkait program sambungan pelanggan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR yang telah dijalankan Perumdam TKR Kabupaten Tangerang sejak lama. 

Dalam kesempatan itu, PDAM Kota Pangkal Pinang menyampaikan, pihaknya mendapat bantuan penyertaan modal sebesar Rp 2 miliar dari pemerintah untuk program MBR sebanyak 1.000 sambungan langganan. 

BACA :  Geger! Warga Kragilan yang Bersihkan Makam Kaget Ada Mayat Muncul di Antara Kuburan

Terkait program ini mereka selaku stakeholder menginginkan program ini dapat berjalan secara baik dan tidak hanya sebanyak 1.000 SL tapi bisa menjangkau sebanyak 2.000 SL.

Menanggapi keinginan PDAM Kota Pangkal Pinang, Dirut Perumdam TKR Kabupaten Tangerang Sofyan Sapar menjelaskan, pihaknya pernah beberapa kali mendapat bantuan MBR dengan berbagai besaran jumlah dan biaya dari pemerintah daerah, seperti 2016 sebanyak 3.000 SL sebesar Rp 8 miliar dan 2017 sebanyak 3.000 SL dengan biaya Rp 9 miliar.

Menurut Sofyan, program sambungan untuk pelanggan MBR di Kabupaten Tangerang semuanya berjalan dengan lancar dan mampu meningkatkan cakupan layanan. 

Namun di balik itu terdapat kendala yang dihadapi pasca terlayaninya masyarakat yaitu masih rendahnya kemampuan pelanggan MBR untuk melakukan pembayaran tagihan rekening bulanan.

“Walaupun untuk jenis MBR ini tarifnya relatif lebih rendah dari pelanggan yang lain,” kata Sofyan.

Salah satu solusi yang dijalankan oleh pihak Perumdam TKR, lanjutnya, adalah dengan memberikan edukasi dan pengertian kepada pelanggan terkait pentingnya penggunaan air bersih, sehingga SL Perumdam ini menjadi satu-satunya alternatif pemenuhan air bersih di rumahnya. (ADVERTORIAL) 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler