Connect with us

Berita Terbaru

Dana BOP PAUD Disunat Oknum ASN dengan Modus Beli Buku, Komisi IV DPRD Pandeglang Temukan Ada Unsur Pemaksaan

Published

on

Komisi IV DPRD Pandeglang saat Melakukan Inpeksi Mendadak ke Salah Satu PAUD. (BantenHits.com/Samsul Fatoni)

Pandeglang – Komisi IV DPRD Pandeglang, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke salah satu Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang, Rabu 26 Januari 2022.

Sidak yang dilakukan tersebut, mengenai kasus dugaan penyunatan dana Bantuan Oeprasional Sekolah (BOP) PAUD Tahun Anggaran (TA) 2021, yang bermodus pengadaan buku pelajaran.

Penyunatan dana BOP ini diduga dilakukan oleh salah seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) inisial M di lingkungan Pemda Pandeglang.

Pada kesempatan itu, anggota Komisi IV itu langsung berbicang dengan pengelola PAUD seputar pengalokasian dana BOP yang konon diharuskan untuk membeli buku oleh salah satu oknum tertentu.

BACA :  Siswa di Kota Serang dapat Edukasi Tentang HIV AIDS

Mereka menanyakan, apakah buku tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan untuk proses pembelajaran para siswa atau tidak, sehingga pengelola PAUD diharuskan untuk membeli buku tersebut.

“Tapi ternyata pengelola PAUD itu mengaku kalau buku yang dibelinya tidak sesuai dengan kebutuhan. Karena pada prinsifnya siswa PAUD itu proses pembentukan karakter, jadi buku – buku yang dibeli pihak PAUD itu tidak sesuai dengan kebutuhan,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, Habibi Arafat.

Dari hasil Sidak tersebut kata Habibi, sebetulnya buku itu tidak dianggap urgen. Akan tetapi, ada unsur pemaksaan karena pengelola PAUD diharuskan untuk membeli buku tersebut.

“Maka kami juga tidak ingin ada pemaksaan terhadap pengelola PAUD oleh pihak tertentu. Jangan sampai dunia pendidikan ini menjadi kecelakaan oleh kelompok orang yang tidak bertanggungjawab,” katanya.

BACA :  Keamanan Perairan Banten Dapat Dipantau Lewat Aplikasi, Namanya BISA

Politisi Golkar itu juga mengaku, akan terus menggali informasi kaitan dengan persoalan yang saat ini tengah ramai soal dana BOP PAUD ini. Ia mengaku, setelah dari lapangan akan berkunjung pula ke Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Pandeglang, untuk menanyakan masalah tersebut.

“Ya pada intinya kita upaya untuk perbaikan dunia pendidikan di Pandeglang. Pihak Inspektorat juga saat ini tengah bergerak, sehingga kita bisa sama – sama bergerak mebedah maslah BOP PAUD ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihak pengelola PAUD juga blak-blakan soal diharuskannya membeli buku dari dana BOP yang diterimanya tersebut. Bahkan ia menyampaikan, kalau buku tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan dan harganya pun relatif mahal dibanding dengan buku yang biasa dibelinya di pasaran.

BACA :  Ratusan PKL di Lebak Demo, Tolak Direlokasi

“Harganya buku itu saya rasa lebih mahal. Karena kalau saya biasa beli buku untuk kebutuhan sekolah kami hanya Rp 3000 rupiah, tapi kalau buku yang diharuskan kami beli itu sebesar Rp 13 ribu rupiah,” ungkap Kepala PAUD Tunas Bangsa, Ratu Sopiatul Rohmah, dihadapan para anggota Komisi IV DPRD Pandeglang.

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler