Connect with us

Berita Terbaru

Intip Nih Bisnis dengan Prospek Cerah di Tahun 2022 Versi Kadin; No 1 Diminati 49 Persen Penduduk

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Mulyadi Jayabaya (kanan) saat mendampingi Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid (tengah) melantik Ketua Kadin Banten, M. Azzari Jayabaya. (Istimewa)

Jakarta- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid prospek bisnis di tanah air kembali bergeliat.

Hal itu, menurutnya, terjadi karena pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga sudah mulai pulih sejak ‘ambruk’ diterjang Pandemi Covid-19.

Dikutip Bantenhits dari IDN Times, Arsjad memaparkan sektor bisnis yang memiliki prospek cerah berdasarkan data analisis statistik pengeluaran penduduk per kapita Indonesia.

Ada beberapa bisnis yang dinilai memiliki prospek cerah di tahun 2022, diantaranya:

1. Bisnis Kuliner

Menurut Arsjad, sekitar 49 persen rata-rata pengeluaran penduduk per kapita sebulan adalah pengeluaran konsumsi makanan, dan didominasi oleh makanan dan minuman jadi.

BACA :  PT Banten Kuatkan Vonis Mati untuk Pembantai Gadis Baduy

“Hal ini menunjukkan prospek bisnis kuliner masih menjanjikan pada tahun 2022, baik melalui wisata kuliner maupun aplikasi online,” kata Arsjad dalam Indonesia Economic Outlook 2022 HIPMI, Selasa, 25 Januari 2022.

2. Bisnis properti

Berdasarkan analisis pengeluaran konsumen itu, Arsjad juga menyebut bahwa konsumsi nonmakanan hingga bisnis properti diyakini masih terus tumbuh tinggi pada 2022.

“Kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal masih tinggi baik melalui pembelian properti maupun sewa,” ujarnya.

3. Bisnis yang memiliki prospek baik

Selain itu, kata Arsjad, bisnis teknologi informasi dan komunikasi juga terlihat memiliki prospek cukup baik, terutama internet, pulsa serta ekspedisi ataupun logistik.

“Bisnis lain yang diperkirakan akan tumbuh positif di tahun 2022 ini adalah bisnis aneka barang dan jasa, bisnis pakaian jadi, dan juga otomotif,” kata Arsjad.

BACA :  Polisikan Buruh Pendobrak Ruang Kerja; Wahidin Halim Arogansi dan Antikritik?

4. Sektor manufaktur tetap cemerlang

Dalam pemaparannya, Arsjad juga menyebut bahwa digital technology akan memiliki prospek yang cemerlang di tahun 2022. Ini utamanya disebabkan oleh pandemik COVID-19 telah mengakselerasi pertumbuhan digitalisasi pada layanan komersial dan pemerintahan.

“Sektor ini diperkirakan masih akan terus tumbuh hingga tahun 2025,” katanya.

Ia menyebut bahwa trend ini paling banyak diperkirakan pada sektor e-commerce, pendidikan, kesehatan dan juga fintech.

Selain itu, sektor manufaktur yang merupakan industri unggulan pemerintah pada tahun 2021, yang tetap tumbuh walaupun pada masa pandemik, diperkirakan akan terus tumbuh.

“Sektor ini banyak menyerap tenaga kerja. Pada tahun 2022, sektor ini diperkirakan akan tetap meningkat karena disertai berbagai rangsangan dan insentif dari pemerintah,” katanya.

BACA :  Pedagang Ayam Potong di Pasar Induk Rau Keluhkan Penurunan Omzet

Perekonomian Indonesia mulai pulih

Arsjad memaparkan perekonomian kembali pulih dengan angka produk domestik bruto (PDB) di kuartal ketiga 2021 naik di angka 3,51 persen secara year on year (yoy) dibandingkan kuartal yang sama di 2020.

Ia juga menyebut bahwa di tahun 2021, Indonesia mencatatkan ekspor tertinggi sepanjang sejarah, sebesar 231 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau tumbuh sekitar 42 persen.

“Sehingga surplus neraca dagang adalah 34 miliar dolar AS. Hal ini membawa optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia pada angka 4,7 persen hingga 5,5 persen pada tahun 2022,” kata dia.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler