Connect with us

Berita Utama

Kejati Banten ‘Menggila’ Sikat Pungli di Kantor Bea Cukai Bandara Soetta, Sekali Geledah Langsung Dapat Duit Sekoper 

Published

on

Tim Kejati Banten melakukan penyitaan satu koper berisi uang dan dokumen dari Kantor Pelayanan Umum Ditjen Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta. (Istimewa)

Tangerang – Kejaksaan Tinggi atau Kejati Banten benar-benar sedang ‘menggila’ dalam memberantas korupsi dan pungli yang ada di Tanah Jawara.

Tercatat sepanjang 2021 dan awal 2022 sejumlah kasus korupsi besar dan pungutan liar di sektor pelayanan telah berhasil disidik. Beberapa di antaranya bahkan sudah naik ke persidangan.

Kekinian, penyidik Kejati Banten menggeledah kantor Pelayanan Umum Ditjen Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Kamis, 27 Januari 2022.

Penggeledahan dilakukan sebagai tindak lanjut pengusutan kasus dugaan pungli yang terjadi di Kantor Pelayanan Umum Ditjen Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno Hatta Tangerang yang dilaporkan Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (Maki) Boyamin Saiman.

BACA :  Panwas Desa Dituntut Cegah Praktik Politik Uang

Wartawan BantenHits.com, Mahyadi melaporkan, dalam penggeledahan itu, Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten sita satu koper uang dan dokumen.

Menggunakan 4 mobil bersama tim Kejari Tangerang, tim Kejati banten datangi lokasi sekitar pukul 12.20 WIB. Mereka menyelesaikan penggeledahan hingga jam 14.30 WIB.

Aspidsus Kejati Banten Iwan Ginting menjelaskan bahwa pengeledahan merupakan tindak lanjut atas naiknya perkara pemerasan oleh oknum Bea dan Cukai ke tingkat penyidikan pada 26 Januari 2022 lalu.

“Menindaklanjuti status penyidikan tersebut, pada hari ini kami, bersama tim penyidik mendatangi Kantor Bea Cukai untuk mencari bukti terkait bukti perkara di maksud,” kata Iwan usai melakukan penggeledahan didampingi Kasi Penkum Kejati Banten.

BACA :  Kasus Aktif Menggila di Awal 2021, Ketua Satgas Singgung Lagi Pemerintah Daerah soal Posko COVID-19

Ada dua ruang Kantor Bea dan Cukai yang dilakukan pengeledahan, dimana berhasil disita sejumlah dokumen dan uang sekitar Rp1,16 miliar dari brangkas yang diduga masih adanya keterkaitan dalam kasus.

“Ada beberapa barang bukti terkait dengan dokumen dan uang semiliar lebih. Ada beberapa ruangan yang kita datangi, waktu kita datang kita sudah punya list yang kita butuhkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan dalam proses penggeledahan tidak ada kesulitan dalam pencarian data yang dibutuhkan penyidik kejati.

“Pegawai bea dan cukai sangat koperatif, tidak membutuhkan waktu dan proses bertele-tele,” jelasnya.

Selain penggeledahan, Iwan mengungkapkan penyidik juga masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak swasta, di kantor Kejati Banten.

BACA :  Buruh di Tangerang Sebut Pelayanan Rumah Sakit kepada Peserta BPJS Masih Buruk

“Untuk pemeriksaan kita dilakukan di kantor, 5 saksi dari pihak swasta yang diduga ada kaitannya dengan perkara dimaksud,” ungkapnya.

Iwan menegaskan Kejati Banten masih mengumpulkan bukti-bukti, sebelum penyidik menetapkan tersangka dalam kasus pemerasan oleh oknum pegawai Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta tersebut.

“Ini proses penyidikan, kita masih mencari untuk membuat terang menemukan tersangka,” tungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syandana

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler