Connect with us

Advertorial

Asyik! Kini Bus Damri Sudah Tersedia di Tiga Terminal di Kabupaten Serang, Traveling ke Destinasi Wisata di Banten Lebih Mudah

Published

on

Pemkab Serang melalui Dinas Perhubungan mengoperasikan empat terminal. Tiga dari empat terminal tersebut sudah bekerjasama dengan Bus Damri sehingga lebih memudahkan warga terhubung dengan kota/kabupaten di Banten. Bahkan Bus Damri yang beroperasi terhubung dengan destinasi wisata. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Kabar baik buat warga Banten. Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Perhubungan sejak Januari 2022 telah memfungsikan empat terminal tipe C, yakni Tanara, Tunjung Teja, Cikande dan Anyar.

Wipi Yuningsih Kasi Terminal Dishub Kabupaten Serang menjelaskan tiga dari empat terminal tersebut sudah bekerjasama dengan Bus Damri yang melayani beberapa trayek antar kota di Provinsi Banten.

Keberadaan Damri di tiga terminal di Kabupaten Serang, praktis semakin memudahkan warga. Bahkan, trayek Damri di tiga terminal tersebut sudah terkoneksi dengan sejumlah destinasi wisata.

BACA :  KNPI Banten Kembali Dilanda Kisruh, SK Pengangkatan Caretaker Disebut Dibatalkan Jelang Musda 2020

Menurut Wipi, di Terminal Tunjung Teja saat ini sudah ada 8 Damri yang melayani trayek jurusan Cigemblong, Sumur, Ketapang, Ciboleger dan Cikotok.

“Untuk Ciboleger dan Cikotok khusus untuk mengakomodir kawasan wisata yang ada di Banten,” jelas Wipi kepada BantenHits.com temui di ruanganya, Kamis 10 Febuari 2022.

Di Terminal Tanara Bus Damri beroperasi untuk melayani trayek Teluknaga, Tanara, Banten Lama dan Serang. Sedangkan untuk Anyar melayani trayek Serang, Anyar, Carita.

Lalu berapa tarif Bus Damri yang beroperasi di Kabupaten Serang?

Tarif Bus Damri yang beroperasi di tiga terminal tersebut bervariasi. Misalnya, keberangkatan Serang ke Rangkasbitung, Pandeglang dikenakan tarif Rp 15 ribu sampai Rp 10 ribu.

BACA :  Polsek Carita Gencarkan Patroli Masker untuk Redam COVID-19 yang Terus Menggila

“Tarif dari Serang ke Bayah dan Cikotok Rp 60 ribu, Serang ke Malingping dan Cikeusik Rp 50 ribu tergantung jauhnya,” beber Wipi.

Dishub Kabupaten Serang, lanjut Wipi, saat ini mengidentifikasi sejumlah kendala yang ada di terminal, misalnya banyak ojek online dan angkutan umum tidak mau masuk ke terminal dikarenakan tidak ada penumpang.

“Selain itu angkot masih mangkal di kawasan-kawasan industri seperti di Jongjing. Kalo di Tunjung Teja angkot mangkal di pertigaan alfamart. Dengan adanya Damri ini semoga terminal menjadi ramai dan angkot mau masuk ke terminal,” ungkapnya.

“Selain itu kita berusaha ke depan masyarakat lebih tertarik untuk naik angkot atau bus di terminal. Kami akan meramaikan terminal, khususnya di Tunjung Teja, kita akan membuat galeri UMKM supaya penumpang datang,” sambungnya.

BACA :  Dear Warga +62, Ini Daftar 120 Hotel Isolasi Mandiri di Sembilan Provinsi yang Disiapkan Pemerintah dan PHRI

Wipi menambahkan, dari empat terminal hanya terminal Cikande yang belum beroperasi Bus Damri. Hal ini dikarenakan posisi terminal yang memiliki tempat kurang representatif.

“Tetapi angkotan umum sudah beraktifitas, akan tetapi angkot masuk saat ini angkot hanya satu kali masuk membayar retribusi walaupun masuk terminal berkali kali, harusnya sekali masuk wajib membayar retribusi. Ke depan akan dilakukan sosialisasi terhadap sopir angkot,” pungkasnya. (ADVERTORIAL)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler