Connect with us

Berita Utama

Vini yang Mualaf Telah Pintar Baca Qur’an Tapi Kini Tempatnya Belajar Ditutup Paksa, di Mana Negara?

Published

on

Guru TK Ar Rauf di Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang saat sedang mengajar membaca Iqro. (Dok.BantenHits.com)

Tangerang – Agus Rudiansyah (48) masygul. Rasa kecewanya tergambar dari suara yang mendadak meninggi ketika ditanya soal aktivitas Taman Kanak-kanak dan Taman Pendidikan Qur’an (TK/TPQ) Arrauf di Kampung Serdang, RT/RW 03/03, Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Anak pertama pria yang akrab disapa Rudi ini, usianya masih lima tahun. Dia adalah salah satu siswa di TK/TPQ Arrauf. Tak hanya itu, istrinya, Vini yang baru masuk Islam turut belajar membaca Al-Quran di tempat itu.

“Alhamdulillah (keberadaan TK/TPQ Arrauf) bisa bantu segala-galanya. Anak saya sudah bisa baca tulis. Bahkan, istri saya yang muallaf sudah bisa ngaji (baca Qur’an),” kata Rudi kepada BantenHits.com, Rabu, 9 Februari 2022.

Rudi kini kecewa. TK/TPQ Ar Rauf tempat anak dan istrinya belajar sejak 17 Januari 2022 telah berhenti beraktivitas. Hari itu, selepas Isya sejumlah orang mengaku tokoh masyarakat mendatangi pengelola TK/TPQ Arrauf dan menyatakan ketidaksetujuan atas keberadaan TK/TPQ Ar Rauf.

Karena merasa tertekan, di dapan orang yang mendatanginya, pengelola TK/TPQ Ar Rauf malam itu juga akhirnya membuat surat pernyataan akan menghentikan seluruh kegiatan TK/TPQ Arrauf.

BACA :  Hanya PT Indah Kiat Pulp and Paper Perusahaan di Serpong Utara yang Patuh Keluarkan CSR

Rudi menegaskan, penutupan sepihak lembaga pendidikan tersebut oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan tokoh masyarakat sangat merugikan dirinya, terutama anaknya yang tengah bersemangat menuntut ilmu.

“Jelas dirugikan. Aturan anak saya ngaji sekarang tersendat,” ucapnya.

Surat warga yang keberatan TK/ TPQ Ar Rauf di Desa Serdang Wetan ditutup paksa sekelompok orang. (Istimewa)

Warga Minta MUI Dilibatkan

Terkait alasan penutupan sepihak TK/TPQ Arrauf, lanjut Agus, dirinya bersama warga sekitar sekolah sudah berkali-kali menanyakannya kepada tokoh masyarakat, RT/RW hingga Kepala Desa Serdang Wetan namun tak ada yang bisa memberikan penjelasan.

“Justru saya gak jelas (alasan penutupan). Saya nanya ke tokoh masyarakat, ke RT/RW, itu jawabannya gak jelas. Mereka gak bisa ngejelasain orang itu (pengelola TK/TPQ Arrauf) salahnya di mana,” ungkap Rudi.

Rudi dan warga sekitar berharap, TK/TPQ Arrauf bisa aktif kembali karena selama ini tak hanya memberikan ilmu tapi juga membantu masyarakat miskin di sekitar sekolah.

BACA :  Makna Idul Adha di Mata Kapolres Serang Kota: Pengorbanan dan Keikhlasan

“Ya saya minta dibuka lagi. Karena (TK/TPQ Arrauf) sudah banyak bantu masyarakat yang kurang mampu. Jadi udah kerasa masyarakat sekitar bantuan dan ilmunya,” beber Rudi.

Pada 25 Januari 2022 lalu, warga sekitar TK/TPQ Arrauf menggalang tandatangan untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Desa Serdang Wetan. Surat aspirasi yang ditandatangani sekitar 130 orang itu, kata Rudi, hingga 9 Februari 2022 tak pernah ditanggapi.

Dalam surat aspirasi warga yang salinan diterima BantenHits.com, warga di antaranya menyampaikan lima pernyataan, di antaranya menyatakan penutupan TK/TPQ Arrauf adalah sepihak dan cacat hukum karena tidak dilakukan dengan cara musyawarah yang dihadiri Kepala Desa Serdang Wetan, Ketua BPD, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berhak memutuskan ajaran agama Islam yang disampaikan TK/TPQ Arrauf menyimpang atau tidak.

“TK/TPQ Ar Rauf banyak memberikan manfaat bagi kami dan anak-anak kami. Ahamdulillah dengan adanya TK/TPQ Ar Rauf, anak-anak kami bisa sekolah dengan biaya murah dan terjangkau. Selain itu, kami dan anak-anak kami bisa belajar membaca Al-Qur’an dengan metode Iqro dengan dibimbing oleh guru,” demikian tertulis dalam surat warga.

BACA :  KM Mutiara Persada III Terbakar di Perairan Selat Sunda

Warga juga menyatakan, TK/TPQ Ar Rauf banyak membantu masyarakat kurang mampu di lingkungan sekitar melalui kegiatan sosial berupa pembagian sembako.

“TK dan TPQ Ar Rauf juga melakukan kegiatan sosial lainnya, seperti santunan anak yatim, berbagi takjil di bulan Ramadan, sedekah Jumat, menjenguk orang sakit, dan berbagi daging kurban di Hari Raya Idul Adha,” ungkap warga.

Mencari Solusi lewat Musyawarah

Kepala Desa Serdang Wetan, Dodi menyatakan, pihaknya akan memanggil semua pihak untuk mencari solusi terbaik.

“Sama saya nanti mau dipanggil lagi semua. Cuma waktunya belum (ada),” kata Dodi saat dihubungi BantenHits.com, Rabu, 9 Februari 2022.

Dodi memastikan tak ada penutupan paksa TK/TPQ Ar Rauf. Menurutnya, peristiwa 17 Januari 2022 itu adalah agenda rembukan sejumlah tokoh masyarakat dengan pengelola Ar Rauf bahkan dihadiri Binamas dan Babinsa.

“Kemarin tanggal 17 (Januari 2022) malam Rabu. Gak ada paksaan. Binamas dan Babinsa juga ada,” jelasnya.

Pada peristiwa 17 Januari 2022 itu, lanjutnya, pihak Pemerintah Desa Serdang Wetan justru menerima tembusan surat pernyataan yang ditandatangani pengelola Ar Rauf yang menyatakan akan menutup sendiri lembaga itu.

Meski menceritakan kronologi kejadian 17 Januari 2022 dan peristiwa sebelumnya, Dodi tidak menjelaskan apa yang menjadi penyebab warga yang mengatasnamakan tokoh masyarakat menolak kehadiran TK/TPQ Ar Rauf itu.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler