Connect with us

Berita Utama

Jalan Airjeruk – Cegog Pandeglang yang Viral Gara-gara Dijual di Toko Online Ternyata Dibangun Penjajah dan Tak Pernah Diperbaiki

Published

on

Warga jual jalan Airjeruk-Cegog di salah satu toko online. (Tangkapan layar)

Pandeglang – Sebuah postingan warga yang menjual jalan di toko online viral di media sosial. Jalan tersebut merupakan jalan penghubung Kampung Airjeruk-Cegog, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu.

Di salah satu toko online itu warga menjual jalan yang berada di wilayah Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) seharga Rp33.000,- postingan itu pertama kali dibagikan oleh pemilik facebook Kurt Ahmad.

“Detail barang jalan yang tidak pernah diurus Negara sejak berjuta juta tahun, kondisi bekas penjajahan kapitalis,” tulis Ahmad di akun miliknya.

Saat dihubungi BantenHitscom pada Selasa 22 Februari 2022, Ahmad mengaku, aksi menjual jalan tersebut sebagai aksi protes warga kepada pemerintah yang tak kunjung memperbaiki jalan Airjeruk-Cegog.

BACA :  Razia Truk di Pelabuhan Merak, Empat Buku KIR Palsu Diamankan

“Sengaja jalan itu kami jual di tokopedia. Itu bentuk kekesalan kami saja karena jalan itu gak pernah ada pembangunan. Dari pada jalan itu gak diurus sama Negara, mending kita jual saja,” keluhnya.

Ahmad mengeluhkan, kondisi jalan menuju perkampungannya yang rusak parah. Sebab, akses jalan Airjeruk-Cegog jadi penggerak roda ekonomi masyarakat. Lantaran digunakan untuk mengangkut hasil pertanian. Namun akibat akses jalan tersebut rusak membuat ekonomi warga tersendat.

“Dari dulu jalan itu sudah rusak, belum pernah ada perbaikan dari pemerintah. Itupun jalan di situ hanya diperbaiki sama warga dengan gotong royong. Kondisi jalan Airjeruk-Cegog berlumpur, karena tanah liat. Kalau hujan amblas. Apalagi kalau dilintasi mobil tambah amblas. Rata-rata di kampung kami sebagian petani dan nelayan,” ujarnya.

BACA :  Relawan Banten Bentuk Pokja

Dia mendesak, pemerintah untuk segera memperbaiki jalan Airjeruk-Cegog. Sebab, jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kami sudah beberapa kali mengusulkan ke desa agar jalan itu bisa dibangun. Tapi pihak desa tidak bisa membangun, karena statusnya gak jelas pembangunan jalan itu jadi kewenangan siapa,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pandeglang Asep Rahmat mengatakan, akan mengecek jalan Airjeruk-Cegog yang dijual di toko online apakah masuk program jakamantul atau tidak.

“Coba nanti saya cek dulu. Soalnya saya gak pedagang data, karena di situ ada dua ruas jalan Pasirnangka-Ciairjeruk, Kecamatan Cimanggu masuk program jakamantul tahun ini. Kalau yang Airjeruk-Cegog belum tahu harus cek data,” tandasnya.

BACA :  Pimpin Upacara Hari Juang Kartika di Tangerang, Ini Pesan Pangdam Jaya

Editor : Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler