Connect with us

Berita Terbaru

Aneh! BPNT di Kabupaten Pandeglang Cair, Tapi Warga Digiring untuk Belanja Sembako di Tempat yang Disediakan

Published

on

Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT di Kabupaten Pandeglang, persisnya di Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, digiring untuk belanja sembako di tempat yang disediakan. (BantenHits.com/ Samsul Fatoni).

Pandeglang – Program Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT di Kabupaten Pandeglang, dicairkan secara tunai melalui PT Pos sebagai jasa penyalur, akan tetapi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak diberikan kebebasan untuk membeli sembako.

Seperti yang terpantau BantenHits.com di wilayah Kecamatan Labuan, Pandeglang, para KMP BPNT di wilayah itu setelah melakukan pencairan uang bantuan kemudian digiring ke desa untuk disuruh membeli sembako yang sudah disediakan di sejumlah desa di Labuan tersebut.

BACA :  Buang Bayi di Masjid Al Itifak Karawaci, Ainun Najib Ditangkap Polisi

Yang lebih parahnya lagi, para KMP BPNT di Desa Cigondang, Labuan. Mereka hanya mendapatkan dua komoditas sembako yakni beras sebanyak 25 kilo gram dan telur 5 kilo gram, dengan rincian harga beras 25 kilo gram sebesar Rp 275 ribu dan telur 5 kilo gram sebesar Rp 125 ribu.

Namun, KPM BPNT di Desa Ciodang berbeda dengan desa lainnya, uang yang dicairkan sebesar Rp 600 ribu, yang dibelanjakan sebesar Rp 400 ribu, sisanya masing – masing dibawa pulang oleh para KMP tersebut.

“Ia hanya dapat beras sama telur doang, tidak dapat komoditas sembako yang lain. Tapi uang sebesar Rp 200 ribu kami bawa pulang, yang dibelanjakan hanya Rp 400 ribu,” ungkap salah seorang KPM BPNT yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di Kantor Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Sabtu 26 Februari 2022.

BACA :  Diduga Korupsi Dana Desa, Bapak dan Anak Ditahan di Polres Pandeglang

Sementara, Sekretaris Desa Cigondang, Labuan, Bahri membenarkan, para KPM hanya mendapatkan berss dengan telur masing – masing beras sebanyak 25 kilo gram dan telur 5 kilo gram.

“Tapi uang KPM tidak dibelanjakan semua, hanya sebesar Rp 400 ribu yang ibelanjakan dan sisanya dibawa pulang,” katanya.

Berbeda dengan di Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, para KPM di Desa itu setelah uang bantuannya dicairkan langsung disuruh menebus sembako yang sudah disediakan di Kantor Desa, dengan berbai jenis komoditas sembako, mulai dari beras, daging ayam, buah – buahan dan komoditas sembako lainnya.

“Kalau di desa yang lain mah uangnya tidak dibelanjakan semua, tapi kalau di sini (Kalanganyar, red) kami diharuskan menembus sembako semua,” ujar salah seorang KPM BPNT Desa Kalanganyar, yang juga tidak mau diseburkan namanya.

BACA :  Inilah Penyebab Indonesia Menjadi Sasaran Peredaran Narkotika

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler