Connect with us

Berita Utama

Terlatih di Medan Bencana, Bupati Perempuan Ini Bisa Cepat Rumuskan Solusi Banjir; Pemerintah Pusat Mesti Dengar Idenya Agar Banjir Serang tak Terulang

Published

on

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat meninjau banjir. Bupati perempuan yang terlatih di medan bencana ini usulkan revitalisasi Rawa Danau dipercepat agar banjir Serang tak terulang. (Istimewa)

Serang – Medan bencana acap kali ditempuh oleh Ratu Tatu Chasanah. Maklum, selain sebagai Bupati Serang, dia juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banten, organisasi yang memaksanya akrab dengan bencana.

Pengalaman di medan bencana ditambah kemampuan dalam penataan kota yang didapat dari jajarannya, membuat Tatu Chasanah bisa berpikir cepat untuk merumuskan solusi banjir dahsyat yang menyergap Serang, Selasa, 1 Maret 2022 lalu.

Solusi tersebut dia cetuskan saat meninjau lokasi banjir dan memberikan bantuan bagi warga di Kampung Kajeroan, Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kamis, 3 Maret 2022.

BACA :  Pemerintah Akan Beri Dukungan Penuh ke Klinik Kanker Dr Warsito

Menurut Tatu, untuk mencegah banjir di Serang terulang, Tatu meminta pemerintah pusat mempercepat revitalisasi di Rawa Danau.

“Banjir di Desa Rancasanggal ini akibat luapan air dari Rawa Danau dan pertemuan air dengan Sungai Cibojong. Tentu ini salah satunya kewenangan pemerintah melalui balai besar,” ujar Tatu kepada wartawan usai meninjau lokasi banjir dan menyerap aspirasi masyarakat. 

Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) menurut Tatu, sudah merencanakan revitalisasi Rawa Danau dan membangun bendungan untuk penampungan air.

“Mudah-mudahan revitalisasi ini segera direalisasi dan kita minta dipercepat. Sebab revitalisasi jadi kunci agar banjir di wilayah ini tidak terjadi lagi. Termasuk pengerukan aliran sungai yang dangkal,” ujarnya. 

Tidak kalah penting, Tatu memintah kepala desa untuk terus memberikan kesadaran kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

BACA :  Kendaraan Masih Padati Jalur Menuju Wisata Anyer

“Ini banjir terparah hingga ketinggian 70 centimeter. Kami terus turunkan bantuan sembako, dari stok Dinsos dan dari sumbangan sejumlah perusahaan di Kabupaten Serang,” ujarnya. 

Menurut Tatu, diperlukan upaya dan membahas bersama persoalan banjir antara pemerintah pusat melalui balai besar, pemerintah provinsi, dan Pemkab Serang.

“Apalagi saya dapat informasi bahwa diduga salah satu penyebab banjir adalah Bendungan Sindangheula. Karena ini bendungan baru, tentu perlu analisa bersama,” ujarnya. 

Tatu mengungkapkan, untuk Kabupaten Serang, banjir terjadi di 10 kecamatan, dengan jumlah terdampak sekira 1.500 keluarga. Saat ini kembali normal, tetapi yang masih terjadi genangan berada di Desa Rancsanggal, Kecamatan Cinangka dan perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP), Kecamatan Ciruas.

BACA :  Haerul Jaman Sebut Opini WDP karena Persoalan Aset

“Sejak terjadi bencana, BPBD Kabupaten Serang sudah turun. Dengan komando BPBD, turut membantu Dinas Sosial, DPUPR, dan Dinas Kesehatan. Termasuk siaga pelayanan kesehatan dan dapur umum,” ujarnya. 

Tatu menyampaikan terima kasih kepada Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pemkot Tangerang Selatan yang siaga sejak pertama terjadi bencana di Desa Rancasanggal. Serta perusahaan yang menurunkan bantuan.

“Sampai sekarang relawan PMI Tangsel dan BPBD Tangsel masih siaga di Desa Rancasanggal. Tentu kami terharu, dan mengucapkan terima kasih kepada Walikota Tangsel dan Ketua PMI Tangsel,” ujarnya. 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana menambahkan, secara umum kondisi warga pasca banjir sudah kondusif. Namun pihaknya masih siaga dan membantu warga yang masih membutuhkan.

“Kita belum bisa katakan close, masih kita pantau, dan lebih banyak ke pembersihan lingkungan, pengiriman buffer stock, bantuan makanan, dan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler