Connect with us

Berita Terbaru

Momen-momen Unik saat Warga Cikedal Pandeglang Ramai-ramai Blokir Akses ke TPA Bojongcanar

Published

on

Momen saat puluhan warga Cikedal, Pandeglang memblokir jalan menuju TPA Bojongcanar. (BantenHits.com/ Samsul Fatoni)

Pandeglang – Puluhan warga Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, ramai – ramai memblokir akses jalan menuju Tempat Pembuangan Ahir (TPA) sampah Bojongcanar, Cikedal, Jumat 11 Maret 2022.

Hal itu dilakukan warga, sebagai bentuk protes terhadap kondisi TPA yang sudah mencemari perkebunan warga dan akses jalan menuju TPA tersebut yang mengalami kerusakan cukup parah.

Salah seorang warga, Atang Tarmizi mengungkapkan, aksi pemblokiran jalan tersebut merupakan puncak dari beberapa permasalahan yang ada di TPA.

Lantaran kata dia, tidak pernah adanya pemeliharaan terhadap kondisi TPA dan akses jalannya juga dibiarkan rusak tanpa dilakukan perbaikan oleh pemerintah.

BACA :  Bergerak ke- Lebak, Pokja Wartawan Harian Cilegon Salurkan Bantuan di Wilayah Sajira

“Bukan hanya jalan saja yang kami keluhkan. Akan tetapi kondisi TPA juga saat ini sangat memprihatinkan, lantaran sampah di TPA itu sudah melebihi kapasitas dan mencemari perkebunan warga,” ungkapnya.

Warga Cikedal, Kabupaten Pandeglang saat memblokir akses ke TPA Bojongcanar. (BantenHits.com/ Samsul Fatoni)

Dikatakannya lagi, kondisi TPA yang saat ini memprihatinkan perlu menjadi perhatian pemerintah atau pengelola sampah tersebut. Sebab bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) TPA tersebut jebol, sehingga sampah di TPA itu mencemari perkebunan dan pesawahan masyarakat.

“Kondisi TPA sudah tidak layak, karena kondisi jalan hancur serta jebolnya TPT yang mengakibatkan sawah petani tercemari oleh sampah. Maka kami meminta secepatnya ada penataan dan perbaikan,” pintanya.

BACA :  Gladi Bersih Digelar Mantapkan Perayaan HUT TNI ke-70 di Pelabuhan Indah Kiat Merak

Salah seorang aktivis Cikedal, Abdul Rizak menuturkan, kondisi TPA Bojongcanar itu harus secepatnya dilakukan penataan. Bukan hanya pemerintah saja, pihak pengelola sampah juga harus bertanggungjawab atas kondisi TPA tersebut.

“Sebelum adanya pemeliharaan dan perbaikan maka akses jalan ke TPA terpaksa kami blokir dan jangan ada pengiriman sampah dulu,” tuturnya.

Dijelaskannya, penutupan jalan tersebut oleh warga bukan tanpa alasan. Akan tetapi, ada permasalahan di TPA yang dibiarkan saja oleh pemerintah atau pihak terkait lainnya.

“Saya harap aksi protes warga ditanggapi secara serius oleh pemerintah. Karena hal ini menyangkut dengan kepentingan masyarakat, jangan solusi penanggulangan sampah menjadi maslaah baru bagi masyarakat,” tandasnya.

BACA :  Bukan Kondisinya Memburuk, Mahasiswa Korban 'Smackdown' Harus Jalani Rawat Inap di RS Ciputra Gara-gara Ini

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler