Connect with us

Berita Utama

Jurnalis Ditembak Mati, Foto ID Card dan Mayat Berlumuran Darah Pertama Kali Dilaporkan Polisi

Published

on

Ilustrasi penembakan. (Foto: liputan6.com)

Kiev – Kabar duka menyelimuti dunia pers. Seorang jurnalis ditemukan tak bernyawa dengan tubuh berlumuran darah setelah ditembak mati. Belum diketahui pasti pelaku dan motif penembakan.

Kabar kematian memilukan ini pertama kali dilaporkan polisi dengan membagikan foto ID Card dan mayat di lokasi.

Dikutip BantenHits.com dari SindoNews.com, jurnalis yang tewas ditembak adalah Brent Renaud, jurnalis Amerika Serikat yang disebut bekerja untuk New York Times.

Renaud tewas meliput perang di dekat Kiev, Ukraina. Sejumlah sumber menyalahkan pasukan Rusia atas tewasnya Renaud, tetapi rincian insiden itu masih belum jelas.

Washington disebut marah dengan peristiwa tertembaknya jurnalis asal Amerika itu dan menyatakan Moskow akan menerima konsekuensinya.

BACA :  MUI Tegaskan Hakekok Balakasuta yang Gelar Ritual Bugil Mandi Bareng Aliran Menyimpang

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan kepada CBS News pada hari Minggu bahwa AS akan berkonsultasi dengan pemerintah Ukraina untuk menentukan bagaimana koresponden perang Amerika, Brent Renaud, terbunuh di Irpin, dekat Kiev.

“Saya akan berkonsultasi dengan rekan-rekan saya, kami akan berkonsultasi dengan Ukraina untuk menentukan bagaimana ini terjadi dan kemudian mengukur dan melaksanakan konsekuensi yang sesuai sebagai akibatnya,” kata Sullivan kepada CBS News, yang dilansir Senin, 14 Maret 2022.

“Ini adalah bagian tak terpisahkan dari apa yang telah menjadi agresi berani di pihak Rusia di mana mereka telah menargetkan warga sipil dan mereka telah menargetkan jurnalis,” sambungnya.

Masih belum jelas tanggapan seperti apa yang sedang dipertimbangkan Amerika Serikat. Presiden Joe Biden tetap bersikeras bahwa Amerika Serikat tidak akan melibatkan diri dalam perang di Ukraina, dan Sullivan menggemakan sentimen tersebut pada hari Minggu.

BACA :  Ratusan Miras Disita dari Warung Jamu dan Sembako di Tangerang

“Tetapi, jika Rusia menyerang, menembak, menembaki wilayah NATO, aliansi NATO akan menanggapi itu,” ujar Sullivan.

Brent Renaud, jurnalis Amerika Serikat yang bekerja untuk New York Times, ditembak mati saat meliput perang di Ukraina. Pasukan Rusia dilaporkan sebagai pihak yang menyerang. (Foto/Facebook Andrei Nebytov/ SindoNews.com)

Dilaporkan Polisi

Berita kematian Renaud pertama kali dilaporkan oleh kepala Polisi Wilayah Kiev Andrei Nebytov, yang membagikan gambar kartu pers New York Times milik Renaud dan mayat berlumuran darah–yang diduga sebagai jasad jurnalis tersebut.

Nebytov menuduh pasukan Rusia yang membunuh wartawan itu. New York Times mengeluarkan pernyataan tak lama kemudian yang mengatakan bahwa Renaud tidak sedang bertugas di Ukraina, dan terakhir bekerja untuk surat kabar itu pada tahun 2015.

BACA :  'Ditodong' Mahasiswa, Bupati Erwan: Maaf Ya, Bapak Belum Gajian

Rekan Renaud, seorang fotografer Kolombia-Amerika yang disebut oleh The Guardian sebagai Juan Arredondo, terluka, dan mengatakan kepada wartawan lain di rumah sakit bahwa mereka ditembak setelah mereka didorong melewati pos pemeriksaan karena merekam para pengungsi yang meninggalkan Irpin.

Dia tidak mengatakan siapa yang menembak, atau apakah dirinya dan Renaud dikemudikan dengan kendaraan militer atau sipil. Beberapa wartawan Barat berada di dekatnya pada saat penembakan itu terjadi.

Federasi Jurnalis Internasional menyalahkan Rusia atas kematian Renaud, mengeklaim bahwa dia meninggal setelah diserang Rusia.

Sementara itu Komite Perlindungan Jurnalis meminta para pembunuh Renaud dibawa ke pengadilan, tetapi mengakui bahwa mereka tidak dapat segera mengonfirmasi sumber tembakan.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler