Connect with us

Berita Terbaru

Wanita Sukabumi Hamil tanpa Suami lalu Melahirkan, Anak Dibunuh kemudian Bikin Skenario Ini di Panancangan

Published

on

Pelaku pembunuhan terhadap anak yang baru dilahirkan di Panancangan, Kota Serang. (Istimewa)

Serang – Kelakuan Sph (38) bikin orang-orang mengelus dada. Perempuan asal Kampung Pamatutan, RT 022 / RW 009, Kelurahan Bojong Genteng, Kecamatan Bojong Genteng, Kabupaten Sukabumi tega menghabisi bayi yang baru dilahirkannya.

Untuk menutupi kelakuannya, Sph membuat skenario. Namun, akal-akalannya terendus. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Serang Kota pun menangkap Sapnah, Kamis 24 Maret 2022.

Bayi yang dilahirkan Sph diduga hasil zina dengan pacarnya. Dia tega membunuhnya karena takut kelahirannya ini diketahui orang-orang. Kini Sapnah pun dijerat Pasal 341 KUHP.

“Diduga membunuh anaknya karena takut akan diketahui orang dan dengan sengaja menghilangkan nyawa anaknya pada saat baru dilahirkan,” ujar Kasatreskrim Polresta Serang Kota AKP David Adi Kusuma kepada BantenHits.com, Jumat 25 Maret 2022.

BACA :  Panggil Baperjakat Soal Mutasi Pegawai Pandeglang, DPRD: Prosesnya Sesuai Aturan dan Tidak Cacat Hukum

Pelaku tega menghabisi anaknya di dalam kosan Lingkungan Sapiah, RT 002/RW 013, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, pada Rabu 23 Maret 2022.

Penemuan mayat bayi tersebut pertama kali diketahui oleh warga bernama Azis dan Cipto warga Komplek Taman Widya Asri, Blok PW 25, Kota Serang, setelah dapat laporan dari pelaku.

“Modus pelaku berpura-pura melaporkan kepada RT bahwa bayi yang tersangka lahirkan sudah meninggal sejak dalam kandungan agar tidak diketahui oleh keluarga bahwa tersangka sudah melahirkan,” jelasnya.

Mengetahui adanya kejanggalan, kedua saksi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian terdekat.

Setelah diinterogasi tersangka mengakui bahwa mayat bayi laki-laki tersebut yang dilahirkan oleh tersangka Selasa 22 Maret 2022 sekira jam 18.00 WIB tanpa bantuan siapa pun.

BACA :  Percobaan Perampokan Terjadi di Perumahan Taman Krakatau Serang, Anak dan Ibu Dibekap

“Ari-ari bayi tersebut dipotong oleh tersangka menggunakan gunting, dan Pengakuan tersangka bahwa setelah lahir bayi tersebut sudah meninggal dunia,” paparnya.

Tidak begitu saja percaya dengan pengakuan pelaku, kepolisian langsung melakukan otopsi terhadap mayat bayi di RS Bhayangkara Polda Banten dan didapat hasil dalam tubuh pelaku terdapat tanda bekas kekerasan.

“Dari hasil sementara bayi laki-laki dengan umur kandungan 36 sampai 38 minggu, ditemukan tanda kekerasan akibat benda tumpul berupa resapan darah pada kepala bagian belakang bagian sisi kiri dan sisi kanan serta memar pada bibir atas,” ungkapnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Catatan Redaksi:

Redaksi mengubah judul dan isi berita untuk memenuhi asas praduga tak bersalah setelah mendapatkan informasi menyeluruh terkait peristiwa ini. 

Setelah koreksi ini, kami  juga memohon maaf atas kekeliruan dalam pemberitaan. 

BACA :  Buang Bayi, Siswi SMK Ditangkap


Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler