Connect with us

Berita Utama

Video Ricuh di Kantor Wali Kota Serang Tersebar, Mahasiswa Sudah Setengah Telanjang Celananya Ditarik-tarik Polisi

Published

on

Aksi PC PMII Kota Serang di depan Kantor Wali Kota Serang, Selasa, 29 Maret 2022 berlangsung ricuh. (Istimewa)

Serang – Aksi demonstrasi Puluhan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PC PMII Kota Serang di depan Kantor Wali Kota Serang, Selasa siang, 29 Maret 2022 berujung ricuh.

Dalam video yang tersebar, sejumlah mahasiswa tampak diamankan petugas kepolisian, salah satunya seorang mahasiswa setengah telanjang tanpa baju.

Mahasiswa itu diapit polisi di samping kiri, kanan, depan dan belakang. Polisi yang mengapit di bagian belakang tampak terlihat menarik-narik celana mahasiswa yang sudah kendur.

Salah satu massa aksi PC PMII Kota Serang, Saeful Anwar mengatakan, keributan berawal saat pihak mahasiswa yang ingin masuk ke dalam halaman Pemkot Setang tidak diizinkan oleh pihak kepolisian.

BACA :  Bangkitkan Budaya Islam, Lasqi Kabupaten Lebak Gelar Festival Qasidah

“PC PMII Kota Serang telah mengikuti prosedur yang ditetapkaj oleh polres. Namun pihak polres tak sesuai prosedur,” ujarnya kepada awak media, Selasa 29 Maret 2022.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Pusat (PP) Hamas, Dzikri Wahyudin mengatakan bahwa aksi tersebut menuntut Pemkot Serang segera menangani 91 titik pasca banjir yang ada di Kota Serang disebabkan luapan air sungai yang melebihi batas.

“Sebanyak 91 titik yang tersebar di empat kecamatan yang ada di Kota Serang yang terdampak banjir dan ini terjadi lantaran disebabkan luapan air sungai yang melebihi batas, seperti meluapnya aliran Kali Cibanten yang menimbulkan banjir pada titik daerah aliran sungai (DAS) yang ada di Kota Serang,” jelasnya.

BACA :  Ratusan Warga Padati Pemakaman Kompol Abdul Munir

“Artinya Pemkot Serang dengan sebanyak 91 titik ini belum terleasasikan pembenahan akibat meluapnya aliran Kali Cibanten yan telah menimbulkan banjir pada titik daerah aliran sungai (DAS),” sambungnya. 

Dzikri menyebutkan bahwa ini dibuktikan dengan permukiman warga yang terdampak banjir yaitu permukiman yang berdekatan dengan bantaran aliran sungai. 

“Menurut informasi yang didapatkan korban terdampak banjir khususnya di Kecamatan Kasemen yang dianggap paling terdampak banjir di Kota Serang dengan jumlah korban terdampak yaitu 10.935 jiwa dari 1.817 kepala keluarga (KK), kemudian sekitar 2.743 rumah terendam banjir dan mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat,” tuturnya. 

“Normalisasi infrastruktur pasca banjir Kota Serang. Realisasi anggaran bantuan banjir. Realisasi perda  No 16 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencan (BP2),” pungkasnya.

BACA :  Bentrok Warga Dadap dengan Aparat, Suasana Mencekam

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler