Connect with us

Berita Terbaru

Reformasi Birokrasi di Banten Hanya Jadi Jargon di Era WH – Andika, Sosok Nana Supiana Jadi Harapan Mahasiswa

Published

on

Himpunan Mahasiswa Banten atau HMB Jakarta menyebut reformasi birokrasi di era WH-Andika hanya jadi jargon belaka. Foto Ilustrasi: Ketua HMB Jakarta Muhammad Fahri berorasi saat menggelar aksi unjuk rasa. (Istimewa)

Jakarta – Satu periode kepemimpinan Wahidin Halim – Andika Hazrumy di Banten, reformasi birokrasi hanya menjadi jargon belaka.

Hal tersebut disampaikan Himpunan Mahasiswa Banten atau HMB Jakarta menanggapi pelantikan lima pejabat tinggi pratama di Lingkungan Pemprov Banten, Kamis, 31 Maret 2022.

Lima pejabat yang dilantik WH yakni Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Septo Kalnadi; Kepala Dinas Pariwisata, Al Hamidi; Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Nana Supiana; Asisten Pemerintahan Setda Provinsi Banten, Komarudin; dan Staf Ahli Gubernur, Agus Setiawan.

BACA :  Irna Tegaskan Calon Sekda Pandeglang Punya Loyalitas Tinggi

Reformasi Birokrasi Belum Berlaku

HMB Jakarta meminta Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten yang baru, Nana Supiana yang menggantikan Komarudin untuk berkomitmen penuh untuk menegakkan Reformasi Birokrasi yang selama ini belum berlaku di Pemprov Banten.

“Pertama HMB Jakarta mengucapkan Selamat kepada Nana Supiana yang baru saja dilantik oleh Gubernur Banten menjadi Kepala BKD Provinsi Banten,” kata Ketua Umum HMB Jakarta Muhammad Fahri dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 31 Maret 2022.

“Selanjutnya HMB Jakarta meminta kepada Kepala BKD Banten yang baru untuk berkomitmen penuh untuk menegakkan reformasi birokrasi di lingkungan Pemprov Banten, mengingat hampir 1 periode kepemimpinan Wahidin Halim Andika Hazrumy, reformasi birokrasi cuma menjadi jargon belaka,” sambungnya.

BACA :  Ditetapkan Tersangka, Dindik Tegaskan Tiga Oknum Guru Mesum di Serang Dapat Sanksi Pecat  

Salah satu buktinya, beber Fahri, adanya pelantikan pejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Pemprov Banten yang boleh dibilang gaib.

“Kenapa HMB Jakarta bilang pelantikan itu gaib, karena baru pertama dalam sejarah di era keterbukaan informasi saat ini, Pemprov Banten melakukan pelantikan pejabat eselon 3 dan 4 tanpa ada pembacaan nama–nama pejabat yang akan dilantik,” bebernya.

Gubernur Banten Wahidin Halim melantik lima pejabat tinggi pratama di Lingkungan Provinsi Banten, Kamis, 31 Maret 2022.(BantenHits.com/ Mahyadi)

Fahri menyebut, predikat Provinsi Informatif yang diberikan Komisi Informasi kepada Pemprov Banten justru menjadi bias dengan kinerja BKD yang menyiapkan pelantikan pejabat eselon 3 dan 4 tanpa ada undangan kepada pejabat yang akan dilantik.

“Belum lagi ditambah dengan adanya pegawai yang status kepegawaiannya sudah pindah ke Kementrian tapi kemudian ikut dilantik. Hal ini menjadi semacam lelucon dan bahan tertawaan banyak pihak,” ucapnya.

BACA :  Percepat Perbaikan Jalan, Pemkot Tangsel Bentuk Tim UPR

Di bawah kepemimpinan Nana Supiana, HMB Jakarta tidak ingin kejadian seperti itu terjadi lagi.

Sementara, terkait dengan desas desus jual beli jabatan, HMB Jakarta meminta kepada Kepala BKD yang baru agar segera menjalankan fungsi Baperjakat.

“Rumor yang kami dengar selama ini fungsi Baperjakat tidak dijalankan. Bahkan Kami dengar banyak ASN yang sudah IV A hingga hari ini masih menjadi staff. Ironis memang mengingat banyak III B yang sudah menjabat sebagai Kepala Seksi,” terangnya.

Mengingat masa jabatan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy yang akan habis pada bulan Mei ini, lanjut Fahri, HMB Jakarta dengan tegas meminta Kepala BKD Banten yang baru dilantik untuk tidak mengulang kebijkaan Kepala BKD Banten yang sebelumnya.

“Apabila hal ini terjadi, maka HMB Jakarta tidak akan sungkan untuk turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi,” tegasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler