Connect with us

Berita Utama

Diundang Bukber Bupati Pandeglang, GMNI Kritik Program Unggulan yang Hamburkan Uang Gara-gara Lemah Pengawasan

Published

on

Aktivis GMNI Pandeglang saat audiensi dengan Bupati Pandeglang dan jajaran, Senin, 18 April 2022.(BantenHits.com/ Samsul Fatoni).

Pandeglang – DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI Pandeglang, melakukan audiensi sekaligus buka puasa bersama dengan Bupati Pandeglang dan jajarannya, Senin 18 April 2022 di Gedung Pendopo.

Pada momentum tersebut, para aktivis GMNI menyampaikan sejumlah kritikan kepada Bupati Pandeglang Irna Narulita terkait program pembangunan di Pandeglang, salah satunya program Jalan Kabupaten Pandeglang Mantap Betul alias Jakamantul. 

Menurut Ketua Cabang GMNI Pandeglang, Tubagus Muhamad Afandi, ada beberapa kebijakan Pemerintah Pandeglang perlu kiranya dievaluasi agar ke depannya bisa lebih baik lagi.

Salah satunya Program Jakamantul yang saat ini menjadi program prioritas Bupati Pandeglang.

BACA :  Kejari Akan Periksa Dirut PDAM Cilegon Mandiri terkait Pemberian Royalti Krakatau Tirta Industri

“Sebenarnya secara konsep memang bagus dan perlu diapresiasi, karena infrastruktur merupakan urat nadi bagi semua sektor baik perekonomian, pendidikan kesehatan dan juga sosial. Akan tetapi secara metode pengerjaan dalam pelaksanaannya masih banyak kualitas pembangunan yang terkesan buruk,” ungkapnya. 

Hal ini terjadi akibat lemahnya sistem pengawasan dari pihak terkait. Sehingga sangat disayangkan ketika Pemkab menggelontorkan uang miliaran rupiah untuk program Jakamantul tersebut. 

“Untuk itu, kami sarankan agar ada evaluasi dan peningkatan sistem pengawasan terhadap proses pembangunan dari Jakamantul itu. Jangan sampai anggaran besar itu idak dirasakan manfaatnya dalam jangka waktu yang lama oleh masyarakat,” ujarnya. 

Namun, bukan hanya program Jakamantul yang menjadi kritikan aktivis GMNI saat audiensi dengan Irna.

BACA :  'Orang Suruhan' Salah Satu Warga Binaan Lapas Cilegon Dibekuk Polisi Gara-gara Sabu

Kritikan lainnya disampaikan terkait rencana Pemkab Pandeglang yang ingin menjadikan Pandeglang sebagai kota industri untuk meningkatkan PAD. 

“Kita memberikan masukan bahwa Pemkab harus membuat sekolah kejurusan dan mau tidak mau investor yang masuk ke Pandeglang bukan hanya untuk mendongkrak PAD. Tapi ada MoU untuk melibatkan tenaga kerja lokasi 90 persen,” katanya. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita langsung menanggapi kritikan dari aktivis GMNI tersebut. Kata Bupati, pihaknya sangat apresiasi dengan masukan dari para aktivis GMNI tersebut. 

“Kami sangat mengapresiasi atas semua masukan dari GMNI, masukan yang sipatnya membangun dan ini akan kami jadikan bahan evaluasi buat Pandeglang,” ucap Irna.

BACA :  Bazar Bahan Pokok Murah di Pandeglang Berikan Peluang kepada UKM

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler