Connect with us

Berita Terbaru

Akademisi Menduga Prabowo Bawa Misi Jokowi untuk Hal Besar Ini

Published

on

Momen pertemuan Prabowo dan Megawati saat Silaturahmi Idul Fitri 1443 H, Senin, 2 Mei 2022.(Foto: detik.com)

Jakarta – Silaturahmi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri pada Lebaran Idul Fitri 1443 H, Senin, 2 Mei 2022 tengah menjadi perbincangan publik.

Pertemuan tokoh sentral di republik ini, bahkan memantik spekulasi, di antaranya soal Pilpres 2024, dan misi khusus mencairkan hubungan kekinian Jokowi dengan PDIP dan sosok Luhut Binsar Panjaitan (LBP).

Redam Ketegangan

Dikutip BantenHits.com dari SindoNews.com, pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga mengatakan, pertemuan Prabowo dengan Megawati ada kemungkinan membicarakan sosok LBP yang belakangan ini banyak dikritik petinggi PDIP.

Partai besutan Megawati ini, kata Jamil, tampaknya sudah tidak menginginkan LBP yang terlalu didominan di Kabinet Jokowi. Indikasi itu dapat dilihat dari sebelum bertemu Megawati, Prabowo terlebih dahulu bertemu Presiden Jokowi di Yogyakarta.

BACA :  Rumah Wakil Wali Kota Serang Terendam Banjir

Hal ini menguatkan dugaan Prabowo membawa misi untuk menyelesaikan persoalan memanasnya hubungan PDIP dengan Jokowi akibat dominannya peran LBP.

Oleh karena itu, dia menduga bahwa Prabowo diduga membawa misi dari Jokowi untuk dapat menyelesaikan persoalan LBP.

Harapannya, Megawati dapat menerima LBP tetap ada di kabinet Jokowi. Hal itu penting bagi Jokowi karena ia tak ingin kehilangan PDIP sebagai partai utama koalisi.

Bagi Jokowi, tanpa PDIP kabinetnya akan rapuh. Hal ini tentu tidak dikehendaki setidaknya hingga berakhirnya masa jabatannya pada tahun 2024.

“Jokowi juga tidak ingin kehilangam LBP. Karena LBP bagi Jokowi adalah pilar utama kabinet yang dipimpinnya. Tanpa LBP, kabinetnya juga akan rapuh. Tampaknya misi itulahnya yang dibawa Prabowo ke Teuku Umar. Masalahnya apakah Prabowo berhasil? Kiranya waktu yang akan menjawabnya,” kata Jamil kepada wartawan, Selasa, 3 Mei 2022.

BACA :  Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pengeroyok Kanit Intel Polsek Kelapa Dua

Pembicaraan soal Pilpres

Selain soal manuver LBP, pertemuan Prabowo dengan Megawati juga dikaitkan dengan peta Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

Menurut Jamil, meskipun dikemas seolah berlebaran, namun nuansa politisnya sangat kental. Hal itu dapat dilihat dari kehadiran Prabowo di Teuku Umar disambut langsung oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Menpan RB Tjahjo Kumolo.

“Dengan disambut orang sekelas Hasto dan Tjahjo, tentu pertemuan itu sangat penting bagi PDIP dan Gerindra,” ujar Jamil.

Menurut Jamil, ada hal besar yang dibicarakan Prabowo dan Megawati dalam suasana Lebaran tersebut. Apalagi, ada dua anak Megawati yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo yang ikut dalam pertemuan.

“Indikasi membicarakan Pilpres tampak kuat mengingat dalam pertemuan itu dihadiri oleh Prananda Prabowo dan Puan Maharani. Dua anak Megawati ini punya peran sentral di PDIP yang kerap dilibatkan dalam masalah-masalah strategis kepartaian,” jelasnya.

BACA :  Kang Nong Diusul Jadi Jubir Pemprov Banten

Karena itu, kata mantan Dekan FIKOM IISIP ini, ada kemungkinan pertemuan Prabowo dan Megawati membicarakan pasangan capres yang akan diusung pada Pilpres 2024.

“Tampaknya pasangan Prabowo-Puan semakin mengerucut dibahas dalam pertemuan itu,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersilaturahmi ke kediaman Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 2 Mei 2022.

Silaturahmi itu dilakukan Prabowo usai berlebaran ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta keluarga di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Prabowo tiba di kediaman Megawati sekitar pukul 14.00 WIB dengan mobil berwarna putih.

Rombongan Prabowo disambut oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler