Connect with us

Berita Terbaru

Bak di Film Laga, Prabowo Bercerita tentang Teman Tempurnya yang Mampu Melumpuhkan Musuh tanpa Suara

Published

on

Prabowo Subianto dan Kapten (Purn) Haruman, prajurit Kopassus yang mampu melumpuhkan musuh tanpa suara. (Istimewa/SindoNews.com)

Jakarta – Kopassus, sebagai salah satu pasukan elit TNI di Indonesia, anggotanya dikenal memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Kisah tentang kemampuan tempur prajurit Kopassus mirip seperti film-film laga. Prabowo Subianto yang pernah menjadi Danjen Kopassus menuturkan kesaksian soal kehebatan prajurit Kopassus tersebut.

Dalam bukunya biografinya berjudul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto” seperti dikutip BantenHits.com dari SindoNews.com, Prabowo menceritakan soal sosok Kapten TNI (Purn) Abdullah Haruman.

Yang bersangkutan merupakan prajurit Kopassus yang tidak cukup dikenal banyak orang. Namun, keberanian dan kehebatannya di medan operasi membuat Prabowo Subianto terkesan dan tidak bisa melupakannya.

Prabowo menyebut Haruman merupakan seorang bintara yang paling banyak mendidik dan memengaruhinya.

BACA :  Truk Mogok Melintang di Perlintasan Citeras, Perjalanan KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Terhambat

“Dialah seorang bintara yang sangat unggul. Saya merasa benar-benar dididik dan dilatih oleh seorang bintara. Bukan dalam latihan tetapi dalam aksi sebenarnya yaitu dalam operasi. Saya tidak akan bisa melupakannya,” kenang Prabowo Subianto yang kini menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia.

Prabowo mengaku mengenalnya saat Haruman berpangkat Bintara Peleton di Grup 1 Parako dengan pangkat Sersan Kepala (Serka).

Pemegang sabuk hitam karate sekaligus pelatih senior di PPS Betako Merpati Putih ini dikenal sebagai prajurit Korps Baret Merah yang jago menembak senapan dan sangat andal dalam taktik antigerilya serta tekni bertempur.

“Kami tidak berada dalam satu kompi, tetapi besama dalam Grup 1 Parako. Beliau ikut membina kami para perwira seperti latihan karate, Merpati Putih dan latihan menembak,” ujarnya.

BACA :  Buntut Razia Warteg, Website Satpol PP Serang Diretas Hacker

Meski secara organik tidak pernah bersama, namun dalam operasi di Timor-Timur yang saat ini bernama Timor Leste pada 1976, Prabowo mengaku sempat bersama-sama Haruman dalam Tim Nanggala 10. Saat itu, keduanya bergerak bersama di medan pertempuran.

”Kami sempat melakukan gerakan bersama. Dalam beberapa gerakan, saya seringkali menemukan diri saya berdekatan dengan Haruman. Saya ingat kami pernah berada pada posisi paling depan. Akhirnya kami yang menjadi ujung tombak gerak maju pasukan,” ucapnya.

Prabowo masih ingat betul saat terjadi kontak tembak dengan musuh, Haruman mengajarkan bagaimana teknik tembak gerak. Dengan berbisik, Haruman meminta Prabowo untuk menyusul dia kalau sudah sampai pada sebuah pohon tertentu dan sudah menembak.

”Beliau tenang, berani, cool, dan mengarahkan walau kami memiliki pangkat lebih tinggi,” tutur Prabowo.

BACA :  Polres Tangsel Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Lapas

Salah satu peristiwa yang tidak dapat dilupakan Prabowo adalah ketika perebutan wilayah Lebos. Saat itu, Haruman berada dalam posisi palng depan.

”Beliau merayap hingga sampai ke tempat penjaga musuh. Tanpa letusan peluru, beliau merebut senjata dan mematahkan leher musuh tersebut dalam senyap di kegelapan malam. Kami melihat langsung tindakan beliau,” ucapnya.

Pengalamannya bertempur bersama Haruman di Timor Lester, membuat Prabowo mengambil kesimpulan bahwa prajurit yang unggul di daerah pertempuran biasanya juga punya keunggulan di masa damai yaitu unggul dalam bela diri dan kemampuan menembak.

“Itu dua keahlian yang sangat mendasar yang harus dikuasai prajurit Angkatan Darat,” ujarnya.

Editor: Fariz Abdullah

Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Selasa, 10 Mei 2022 – 05:49 WIB oleh Sucipto dengan judul “Patahkan Leher dan Rebut Senjata Musuh dengan Senyap, Prajurit Kopassus Ini Buat Prabowo Kagum”.

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler