Connect with us

Berita Utama

Hutan Dibabat Padahal Izin Diduga Belum Terbit, Perkebunan Valini dan Pembangunan Villa oleh JHL Group di Citeureup Pandeglang Diprotes Warga

Published

on

Perkebunan valini di Citeureup Kabupaten Pandeglang diduga tak berizin. (BantenHits.com/ Samsul Fatoni)

Pandeglang – Perkebunan vanili dan pembangunan villa oleh perusahaan JHL Group di lahan seluas 250 hektar di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, diduga tak mengantongi izin.

Warga sekitar merasa kecewa, karena semestinya investor yang hadir di lingkungan mereka taat terhadap regulasi.

Warga yang diwakili Forum Pemuda Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang ini menyatakan tidak pernah menolak adanya investor yang masuk ke wilayah mereka. 

Akan tetapi syaratnya, investor tersebut harus mengindahkan regulasi, lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik. Tujuannya agar tercipta iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Keinginan kami dicederai oleh hadirnya perkebunan vanili dan villa milik JHL Group di desa kami. Sebab perkebunan dan villa yang rencanaya berdiri di atas lahan seluas 250 hektare itu hingga kini belum mengantungi izin,” ungkap Sekretaris Forum Pemuda Citeureup, Engkos Kosasih, Kamis 12 Mei 2022.

BACA :  Mabes Polri Ungkap Pabrik Solar Palsu di Banten

Dikatakannya, berdasarkan informasi yang diterima, perusahaan tersebut baru menyampaikan permohonan informasi kesesuaian ruang sesuai RTRW ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang.

Babat Hutan

Sementara dalam proses pengurusan izin, informasi kesesuaian ruang baru langkah awal untuk menempuh rekomendasi perizinan dari Pemkab Pandeglang.

“Dan konyolnya, perkebunan vanili itu sudah diresmikan oleh pejabat Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang pada Agustus 2021 lalu. Alhasil pihak JHL Group bertindak sewenang-wenang melakukan penggundulan hutan dan pengolahan lahan, tanpa mengindahkan regulasi, lingkungan dan sosial,” ujarnya. 

Menurutnya, dampak tidak diindahkannya pengelolaan lingkungan, diduga menyebabkan perkampungan warga di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang terendam banjir dan sawah hingga makam warga terkena longsoran tanah.

BACA :  Program Pemprov Banten 2019 Difokuskan Pada Lima Isu Strategis Ini

“Akibat diabaikannya sisi sosial oleh JHL Group membuat perkebunan vanili ini menjadi abu-abu. Sebab sejauh ini kami belum mengetahui rencana pembangunan jangka pendek dan panjang yang dilakukan,” katanya.

Karenanya lanjut Engkos Kosasih, Forum Pemuda Desa Citeureup menyampaikan beberapa tuntutan.

Pertama, meminta DPRD Pandeglang melalukan fungsi kontrolnya pada perkebunan vanili. Kedua meminta Bupati Pandeglang menghentikan sementara proyek perkebunan vanili sampai izin usaha perkebunan terbit.

“Ketiga meminta pihak perusahaan memberi kejelasan perizinan dan memberi kejelasan master plan. Kami juga meminta pihak perusahaan terbuka terkait informasi rencana kerja dan melakukan pelebaran dan pembuatan irigasi untuk antisipasi banjir,” tuturnya. 

Tuntutan lainnya lanjut dia, meminta pihak perusahaan melakukan perbaikan sawah dan makam yang terkena material tanah longsoran, tidak merusak sumber daya alam seperti curug yang berada di dekat lokasi garapan, dan meminta kontraktor dari salah satu instansi pemerintah melepas seragam karena sedang tidak bertugas untuk negara.

BACA :  Hasil Monev, DPMPD Pandeglang Tak Temukan Penyalahgunaan Dana Desa

“Kami juga meminta perusahaan melibatkan masyarakat lokal dalam proses pembangunan dan pihak perusahaan harus menghargai waktu, ketika mendekati waktu salat pekerjaan harus berhenti sementara,” tandasnya.

Belum ada penjelasan dari pihak JHL Group terkait protes warga ini. BantenHits.com masih menelusuri kontak JHL Group untuk mendapatkan konfirmasi.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler