Connect with us

Berita Utama

Orang yang Pernah Diberhentikan WH Pagi Ini Dilantik Jadi Pj Gubernur Banten, Beredar Undangan Bertuliskan ‘Sdr Wahidin Halim’

Published

on

Undang pelantikan PJ Gubernur Banten untuk Wahidin Halim beredar di kalangan wartawan. Kamis pagi ini, 12 Mei 2022, jam 09.00 WIB, Sekda Banten Al Muktabar rencananya akan dilantik jadi Pj Gubernur Banten. (Istimewa)

Serang – Jika tidak ada aral melintang, Kamis pagi ini, 12 Mei 2022 jam 09.00 WIB, Sekda Banten, Al Muktabar akan dilantik menjadi Penjabat atau Pj Gubernur Banten di Kantor Kementerian Dalam Negeri.

Kepastian Al Muktabar akan dilantik menjadi Pj Gubernur Banten disampaikan Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial (Pem-Kesos) Provinsi Banten, Gunawan Rusminto, Rabu, 11 Mei 2022.

Sebelum Gunawan memberikan kepastian, wartawan telah menerima pesan berantai berupa undangan pelantikan Pj Gubernur Banten yang ditujukan untuk Wahidin Halim yang jabatannya sebagai Gubernur Banten berakhir per 12 Mei 2022.

Undangan berkop Kementerian Dalam Negeri bernomor 005/2461/SJ tertanggal 10 Mei 2022 itu tertulis, “Yth Sdr. Dr. Wahidin Halim”.

Dalam undangan disebutkan, prosesi pelantikan akan dilakukan di Ruang Sasana Bhakti Praja (SBP), Gedung C, Lantai 3, Kantor Kementerian Dalam Negeri.

BACA :  Habitat for Humanity Indonesia Bangun Rumah Layak Huni untuk Warga Kota Cilegon

Surat tersebut ditandatangani Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro. Kemendagri memastikan undangan yang beredar tersebut benar diterbitkan instansinya. 

“Betul (itu undangan resmi Kemendagri),” kata Kepala Pusat Penerangan Umum Kemendagri, Beni Hermawan kepada BantenHits.com, Kamis pagi, 12 Mei 2022.

Diberhentikan WH

Perjalanan karir Al Muktabar di Pemprov Banten di masa kepemimpinan Wahidin Halim seolah penuh dengan drama. Cerita bermula pada Agustus 2021. Ketika itu, tersiar kabar Al Muktabar mengundurkan diri.

Kabar tersebut mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Pemprov Banten kala itu tengah dikepung kasus korupsi yang melibatkan pejabat Pemprov Banten di antaranya korupsi dana hibah pondok pesantren, korupsi pengadaan lahan kantor Samsat Malingping, korupsi pengadaan masker, korupsi pengadaan lahan SMA/SMK, dan korupsi pengadaan komputer UNBK.

Sebelum Sekda Al Muktabar, sebanyak 20 pejabat Dinas Kesehatan Banten tiba-tiba mundur. Ke 20 pejabat itu mundur massal saat kasus pengadaan masker dibongkar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

BACA :  Terduga Teroris Tangsel Ada Kaitan dengan Jaringan Bekasi

Hanya selang beberapa hari setelah tersiar kabar pengunduran diri Al Muktabar, Gubernur Banten Wahidin Halim menunjuk Inspektur Banten, Muhtarom sebagai Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten.

Dari sinilah polemik bermulai. Kepada wartawan epala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin mengatakan, Al Muktabar mundur sebagai Sekda atas kemauan sendiri. Sebab dia mau pindah tugas ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Bapak Al Muktabar telah mengajukan permohonan pindah tugas dari Provinsi Banten ke Kemendagri melalui surat tertanggal 22 Agustus 2021,” ungkapnya, Selasa 24 Agustus 2021.

Menurut Komarudin, Gubernur Banten Wahidin Halim sudah menyetujui permohonan pindah tersebut dalam surat Gubernur Banten yang ditandatangi pada tanggl 24 Agustus 2021.

Selanjutnya Gubernur Banten menyampaikan usulan pemberhentian Bapak Al Muktabar dari jabatan Sekretaris Daerah kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri.

Namun, pernyataan Komarudin dibantah Kementerian Dalam Negeri. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Beni Hermawan mengatakan bahwa dirinya masih belum mengetahui adanya pengunduran Al Muktabar.

BACA :  Terbukti Korupsi RSUD Tangsel, Suami Airin Hanya Divonis Setahun

“Selamat siang. Hingga saat ini, kami belum dapat pemberitahuan formal tentang mundurnya Sekda Banten. Demikian mas,” kata Beni kala itu.

Bahkan, lebih dari lima bulan sejak gonjang-ganjing pengunduran diri Al Muktabar, Presiden Joko Widodo tak kunjung menerbitkan SK pemberhentian untuk Al Muktabar.

Karena kewenangan pengangkatan dan pemberhentian Sekda Provinsi ada di tangan presiden, sejumlah kalangan menyebut ada dualisme Sekda di Provinsi Banten, yakni Al Muktabar yang diangkat Presiden dan Muhtarom yang diangkat oleh Gubernur Banten.

Perang argumentasi menghiasi pemberitaan media massa di Banten saat itu. Pemprov Banten melalui Kepala BKD Komarudin meyakinkan, keputusan Wahidin Halim sudah tepat. Di kubu Al Muktabar pun membangun argumentasi yang sebaliknya.

Kini, selain sukses menjadi Sekda Banten definitif, selangkah lagi Al Muktabar akan menjadi Pj Gubernur Banten.

Editor: Fariz Abdullah

Catatan:

BantenHits.com mengubah redaksional pada paragraf 6 dan 7 berita di atas. Yang sebelumnya… “Belum ada konfirmasi dari Kemendagri terkait undangan yang beredar tersebut.”.

Pada jam 08.25, Kapuspen Kemendagri Beni Hermawan merepons upaya konfirmasi BantenHits.com dan memastikan undangan tersebut adalah benar diterbitkan Kemendagri.



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler