Connect with us

Berita Utama

Astaghfirullah Dua Anggota Satpol PP Cilegon Ribut Gara-gara Rokok; Salah Satunya Pejabat

Published

on

Tuntut Wahidin Halim mundur Mahasiswa diduga dipukuli aparat

FOTO ILUSTRASI Aksi 22 Mei. FOTO: Unjuk rasa Badko HMI Jabodetabek-Banten menuntut Gubernur Banten Wahidin Halim mundur, Kamis, 11 April 2019 berakhir ricuh. Mahasiswa diduga jadi korban kekerasan setelah dipukuli aparat. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Cilegon- Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Satpol PP Kota Cilegon terlibat perkelahian. Mereka ribut hanya karena hal sepele.

Ya, perkara rokok MM dan MN cekcok hingga harus dilerai oleh beberapa pihak.

Perkelahian keduanya bermula karena MM mengabaikan perintah MN yang tak lain seorang Kepala Seksi (Kasie) di Dinas Satpol PP Kota Cilegon untuk membelikan rokok. Peristiwa itu berlangsung di Kantin setempat.

“Katanya dua PNS itu atasan dan bawahan. Saya lihat mereka berkelahi ketika sedang pesan mie instan di Kantin Dinas Satpol PP,” Ujar Sauri, salah seorang saksi mata saat dikonfirmasi awak media, Jumat, 13 Mei 2022.

BACA :  Gedung Baru Disdukcapil Terinspirasi Saat Airin ke Singapura

Sauri membeberkan saat diberikan perintah oleh MN untuk membeli rokok, MM diduga mengacuhkan perintah tersebut dan beralasan ingin pergi ke toilet untuk buang air kecil.

“Jadi yang satu minta dibelikan rokok, tapi yang diminta itu bilangnya mau kecing ke toilet,”bebernya.

Mendapati, perlakuan tersebut MN lantas emosi dan melempar wadah tissue berbahan plastik ke arah MM.

“Petugas yang dilempar wadah tissu mendekati yang melempar, lalu mereka berkelahi,” ungkapnya.

Sauri menambahkan, jika keributan antar atasan dan bawahan ini tidak berlangsung lama, usai berhasil di lerai oleh petugas Satpol PP lainnya.

Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Dinas Satpol PP Kota Cilegon Juhadi M Syukur mengaku mendengar insiden tersebut.

BACA :  Kebakaran di Cilegon Banyak Disebabkan Korsleting Listrik

“Saya memang dengar ada yang berkelahi, kalau tidak salah karena rokok atau apa begitu. Mungkin hanya salah paham ya, atasan tersinggung karena perintahnya tidak didengar bawahan,”ujarnya.

Juhadi menegaskan pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap kedua anggotanya yang terlibat perkelahian yang diduga akibat hal sepele itu.

“Sebelumnya enggak pernah ada yang berkelahi. Nanti saya nasihati biar tidak ada lagi yang salah paham antar satu sama lain,” katanya.

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler