Connect with us

Berita Terbaru

Ogah PMK Masuk Wilayahnya, Zaki Instruksikan Jajaran Data Populasi Hewan Ternak dan Lakukan Pengecekan Berkala

Published

on

Pemkab Tangerang Imbau Warga Beli Hewan Kurban Berlabel

Foto ilustrasi: Petugas Dinas Peternakan Kabupaten Tangerang saat memeriksa hewan kurban. (Dok.BantenHits.com)

Tangerang – Populasi hewan ternak di Kabupaten Tangerang akan didata Tim Satuan Tugas Pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK).

Satgas PMK sendiri dibentuk Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mengantisipasi penyebaran wabah penyakit terhadap hewan ternak di Kabupaten Tangerang.

Selain mendata, Satgas ini nantinya akan melakukan pengawasan dan pengecekan secara rutin dan bila diperlukan dilalukan uji sampling di laboratorium.

Jika ditemukan hewan bergejala PMK maka dilakukan penghentian dan pemulangan pendistribusian hewan ternak. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika menyebutkan, Satgas PMK dibentuk berdasarkan Surat Edaran Kementerian Pertanian dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

BACA :  Tuntutan Jaksa Menuai Kericuhan

“Ketika indikasi PMK ini masuk ke wilayah Kabupaten Tangerang, maka langkah pertama kita lakukan surveilans atau investigasi ke lapangan oleh Satgas pengendalian penyakit hewan,” kata Asep Jatnika, Jumat, 13 Mei 2022 seperti dikutip BantenHits.com dari laman resmi Pemkab Tangerang.

Satgas PMK ini, lanjut Asep, terdiri dari dokter hewan/medik verteriner, paramedik verteriner, petugas mutu pangan,dan penyuluh Dinas Pertanian.

“Untuk  Satgas lintas sektor akan melibatkan OPD terkait  seperti Polisi/TNI serta Dishub,” jelasnya.

PMK ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh Foot and Mouth Disease Virus (FMDV). Sampai saat ini, belum dikategorikan sebagai zoonosis , yang mana penyakit ini sifatnya menular akut pada hewan ternak seperti kerbau, sapi, domba, kambing dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90 sampai 100 persen. 

BACA :  Menteri BUMN Akan Bantu Nelayan dan Peternak di Lebak

“Memang PMK ini tidak menular ke manusia tapi sifatnya hewan ke hewan, yang nantinya terjadi kematian pada hewan itu,” jelasnya. 

Ia mengungkapkan, sejauh ini di wilayah Kabupaten Tangerang belum ditemukan adanya indikasi penyebaran PMK pada sejumlah hewan ternak setempat. 

“Sejauh ini belum ada, masih aman dan kami telah melakukan sosialisasi PMK kepada para perwakilan peternak yang ada di Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2022. Untuk itu saya mengimbau kepada para peternak untuk tetap waspada dan melapor jika ada gejala-gejala penyakit pada hewan,” ujarnya. 

Kendati demikian, pihaknya berharap kepada masyarakat dan pedagang hewan ternak untuk ikut waspada serta mengetahui gejala-gejala terjadi PMK hewan seperti pembentukan melepuh pada mulut hewan, bisul dan koreng yang mengeluarkan lendir dan berbusa, lidah luka seperti melepuh, dan demam.

BACA :  Emak-emak di Kab. Tangerang Kelabakan Motornya Hilang saat Ditinggal Belanja; Nyari-nyari Keliling Pasar

“Peternak harus tetap menjaga kebersihan kandang dan desinfeksi karena hal itu perlu dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya penyebaran penyakit kulit dan kuku pada hewan,” imbaunya.

Sekedar informasi, kasus ini kembali muncul setelah Indonesia dinyatakan bebas PMK lebih dari tiga dekade lalu. Kasus pertama kali ditemukan di Gresik, Jawa Timur pada 28 April 2022, dan telah mengalami peningkatan kasus rata-rata dua kali lipat setiap harinya.

Sejauh ini Kementerian telah mengambil langkah karantina wilayah untuk hewan ternak, rencana pengadaan vaksinasi termasuk membentuk satuan tugas.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler