Connect with us

Berita Terbaru

Dua Pegawai Kejari Cilegon Diduga Dijebak Sindikat Narkoba

Published

on

Jajaran Polda Banten, Lapas Kelas IIA Cilegon, dan Kejari Cilegon, hadir saat konferensi pers terkait kasus penyelundupan sabu ke Lapas Kelas IIA Cielgon Cilegon yang menyeret pegawai Kejari Cilegon. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Dua pegawai Kejaksaan, yakni SD (50), PNS di Kejari Cilegon dan IW (35), pegawai honorer di Kejari Cilegon, diduga dijebak sindikat narkoba.

Dugaan tersebut terungkap setelah jajaran Ditresnarkoba Polda Banten melakukan penyelidikan terkait upaya penyeludupan sabu dalam charger HP ke Lapas Kelas IIA Cilegon oleh IW, pegawai honorer Kejari Cilegon pada Selasa, 17 Mei 2022.

IW saat itu diminta oleh SD, Pegawai Negeri Sipil di Kejari mengantarkan charger dan baju kepada DL, salah seorang terpidana di Lapas Kelas IIA Cilegon. Sebelumnya, SD ditelepon seseorang untuk mengantarkan baju dan charger kepada DL.

Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol. Shinto Silitonga menuturkan IW dan SD tak mengetahui jika dalam charger terdapat sabu. Sehingga kuat dugaan SD dan IW dijebak oleh sindikat yang mengirim narkoba ke DL.

“Dalam fakta hukum yang sudah digelar, dapat dikatakan demikian. DL meminta bantuan SD, SD tidak tahu bahwa DL menggunakan charger HP sebagai media untuk sembunyikan narkoba. Sehingga SD tdk memiliki mens rea atau niat jahat dalam peristiwa di Lapas Cilegon Selasa (17 Mei 2022) lalu,” kata Shinto kepada BantenHits.com.

Sebelumnya, dalam konferensi pers yang digelar Ruang Media Center Bidhumas Polda Banten, Jumat 20 Mei 2022, Polda Banten membeberkan kronologi peristiwa penyelundupan sabu ke Lapas Kelas IIA Cilegon dan perkembangan penanganan kasusnya.

BACA :  Tergiur Upah Rp 10 Juta, Empat Pria dari Medan Nekat Bawa Sabu dalam Sepatu untuk Diedarkan di Jawa Tengah

Konferensi pers dihadiri Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol. Shinto Silitonga didampingi Wadirresnarkoba Polda Banten, AKBP Niko Andreano Setiawan; Kalapas Cilegon, Sudirman Jaya; dan Kajari Cilegon, Ineke Indraswasi. 

Telepon Anonim

Shinto menjelaskan kronologi kejadian berawal pada Selasa, 17 Mei 2022 sekitar 10.00 WIB.

Petugas Lapas Cilegon mengamankan IW (35), honorer pada kantor Kejaksaan Negeri Cilegon karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu yang dimasukkan ke dalam charger HP berwarna putih.

Saat diinterogasi, IW menyebut charger hp tersebut titipan SD (50), pegawai negeri sipil pada Kantor Kejaksaan Negeri Cilegon. IW tidak mengetahui bahwa charger hp tersebut berisi narkoba. 

SD kemudian dipanggil ke Lapas Cilegon, pasca tiba di Lapas lalu diinterogasi, SD mebenarkan telah menitip charger HP ke IW karena diminta oleh DL (39) seorang narapidana kasus narkoba pada Lapas Cilegon. 

BACA :  Antisipasi Penyulundupan Daging Celeng, KSKP Periksa Ratusan Kendaraan di Pelabuhan Merak

Pasca interogasi SD, Kalapas Cilegon koordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Banten dan menyerahkan SD, IW dan DL kepada penyidik Ditresnarkoba Polda Banten. 

“Pasca riksa (pemeriksaan) marathon, diketahui sabu dalam charger HP dipesan oleh DL kepada KT pada Minggu (15 Mei 2022) malam sebanyak 5gr dengan harga Rp4,5jt. KT pesan ke AP (DPO) dan DP minta bantuan SD untuk menerima barang, tidak hanya charger HP namun baju-baju milik DL,” kata Shinto.

Pada Senin, 16 Mei 2022, lanjut Shinto, SD menerima telepon anonim untuk antar paket. Karena hari libur, SD sampaikan agar barang dititip ke sekuriti di Kejari Cilegon. 

“SD terima paket dari sekuriti berupa charger HP dan beberapa baju DL dan SD kemudian meminta IW membawa charger HP untuk diberikan kepada DL, namun baru diketahui pasca geledah di P2U bahwa isi charger HP adalah sabu,” lanjut Shinto.

Terhadap SD dan IW, penyidik telah melakukan test urine dengan hasil negatif dan juga test yang sama terhadap DL dan KT dengan hasil positif. 

BACA :  Kunjungi Lokasi Kebakaran Baduy, Menteri Sosial Berikan Bantuan sebesar Rp 2,4 Miliar

Penyidik telah melakukan penyitaan terhadap 1 unit charger hp warna putih dan 1 paket narkoba berisi sabu seberat 3,16 gram. 

Dua Napi Narkoba Jadi Tersangka

Menurut Shinto, penyidik Ditresnarkoba Polda Banten telah melakukan gelar perkara pada Kamis, 19 Mei 2022 sekitar pukul 14.00 WIB untuk menguji fakta-fakta hukum yang telah dikumpulkan.

“Dalam 3 hari pemeriksaan, telah menetapkan DL (39) dan KT (39), keduanya warga binaan kasus narkoba pada Lapas Kelas IIA Cilegon, menjadi tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang disimpan dalam charger HP. 

Shinto mengungkapkan, KT ditangkap Dittipidnarkoba Bareskrim Polri pada 2019 dengan barang bukti 900gr sabu di Serang, Banten. Dia telah dapat putusan pada 13 Februari 2020 dengan vonis 12 tahun penjara.

Sedangkan DL ditangkap Polres Cilegon pada 2021 dengan barang bukti 0,3gr sabu serta putusan pada Maret 2022 dengan vonis 18 bulan penjara.

Setelah ditetapkan tersangka, DL (39) dan KT (39), dijerat pasal 114 subsider Pasal 112 UU No. 35 Tahun 2009 tentang memiliki, menyimpan, menjual, membeli dan menerima narkoba golongan 1 dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dan tentu saja ada pemberatan karena status DL dan KT adalah residivis pada perkara yang sama.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler