Connect with us

Berita Utama

Pak Prabowo, Jauhi Kelompok yang Gunakan Isu Agama untuk Kepentingan Pemilu!

Published

on

Aktivis Pemuda NU Kota Tangerang Sambut Baik Pemberian Kartu NU untuk Prabowo Subianto

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat berkampanye pada Pemilu 2014 lalu. (Foto: Istimewa/ Google)

Jakarta – Pakar politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Adi Prayitno mengatakan, Prabowo Subianto perlu mengubah total strategi Pilpres 2024 jika jadi maju.

“Kalah capres itu berarti kalah segala-galanya. Mulai dari strategi, tim pemenangan, dan seterusnya. Kalau Prabowo mau maju lagi mesti dievaluasi total,” kata Adi kepada wartawan, Kamis, 26 Mei 2022 seperti dikutip BantenHits.com dari detik.com.

Adi menilai Prabowo mesti mencari pasangan yang bisa menarik ceruk pemilih di luar pemilih Prabowo. Prabowo, kata Adi, juga harus menjauh dari kelompok yang mencoba menggunakan isu agama saat pemilu.

“Pertama, harus cari cawapres yang bisa meningkatkan elektabilitas dan bisa menarik ceruk pemilih di luar pemilih Prabowo. Waktu 2019 lalu wakil Prabowo (Sandi) berasal dari ceruk yang sama dengan Prabowo. Kedua, harus menjauh dari kelompok yang mencoba menggunakan isu agama dalam pemilu,” ujarnya.

BACA :  Pemkab Pandeglang Siapkan Tiga Mobil Keliling Pelayanan Kependudukan

“Terbukti di Pilpres 2019 selisih Prabowo dengan Jokowi sangat jauh hampir 10 persen di tengah isu Prabowo didukung Ijtima Ulama. Padahal 2014 lalu Prabowo kalah tipis ke Jokowi,” lanjutnya.

Adi menyampaikan jika Prabowo ingin menang, sebisa mungin untuk tidak lagi berhadapan dengan PDIP. Sebab menurutnya, PDIP sudah terbukti unggul dan mengalahkan Prabowo dua kali berturut turut.

“Ketiga, Prabowo sebisa mungkin bisa menghindari head to head dengan jagoan PDIP. Apapun judulnya, PDIP sudah teruji dan terbukti mengalahkan Prabowo dua kali,” ujarnya.

Lebih lanjut Adi mengatakan hanya PDIP yang bisa mengalahkan Prabowo hingga dua kali. Dia menyebut PDIP juga telah mampu mengorbitkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sangat perlu (berkoalisi dengan PDIP), yang terbukti bisa mengalahkan Prabowo dua kali hanya PDIP. PDIP bisa poles Jokowi jadi besar. Jokowi kan yang orbitkan PDIP,” imbuhnya.

BACA :  Empat Utusan Tangerang di Seleksi PPAN

Dukungan Purnawirawan

Sebelumnya, Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR) Jakarta Timur menyatakan dukungan terhadap Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk maju pada Pemilu 2024. Mereka mendeklarasikan Prabowo sebagai capres 2024.

Deklarasi itu dilakukan di Sentral Cawang Hotel, Jakarta, Kamis, 26 Mei 2022. Acara deklarasi dihadiri oleh Waketum Gerindra Habiburokhman, Kakorda Brigjen (Purn) Abdurrahman, dan Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis.

Para purnawirawan terlihat membentangkan spanduk yang bertulisan ‘Prabowo Presiden 2024’. Sesekali mereka berteriak ‘Prabowo presiden 2024’.

Para purnawirawan menyatakan dukungannya kepada Prabowo untuk menjadi capres 2024. Mereka meminta Prabowo kembali maju sebagai capres pada Pemilu 2024.

Deklarasi di Kalsel

Di hari yang sama, Ketua Harian Partai Gerindra yang juga Ketua Bappilu Partai Gerindra, Sufmi Dasco seperti dilansir detik.com, memimpin Deklarasi Prabowo Presiden 2024 di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sufmi Dasco menyebut, deklarasi ini sekaligus pengukuhan pengurus DPD tingkat Kalimantan Selatan yang baru.

BACA :  Miris! Bayi Hidrosefalus Hanya Dirawat di Bale Bambu

“Pada hari ini deklarasi Prabowo presiden dideklarasikan oleh Partai Gerindra Kalimantan Selatan sekaligus pengurus DPD Partai Gerinda Kalimantan Selatan dengan Ketua DPD Hj Mariana,” kata Dasco, Kamis, 26 Mei 2022.

Selain Dasco, hadir sejumlah pengurus pusat Partai Gerindra dalam deklarasi tersebut. Mereka di antaranya Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Desmond J Mahesa, Ketua Bidang OKK Gerindra Prasetyo Hadi, anggota Bappilu Wiyadi Wiyanto, Bambang Haryadi, dan Muhammad Rahul.

Dasco menyebutkan, dalam acara tersebut, Guru Bakhiet, ulama besar di Kalimantan Selatan menyampaikan dukungan terhadap Prabowo.

“Sekaligus menerima dukungan dari ulama besar di Kalimantan Selatan terhadap Pak Prabowo, yaitu Guru Bakhiet. Dengan surat yang tertulis bisa dilihat di belakang layar,” ujar Dasco.

Dasco juga berbicara soal koalisi. Menurutnya, Gerindra tidak akan terburu-buru menentukan koalisi.

“Kalau sekarang masih kita konsolidasikan, kita masih juga saling menjajaki antarpartai dan kita tidak mau terburu-buru,” ujar Dasco.

Editor: Fariz Abdullah

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler