Connect with us

Berita Terbaru

Aktivis 98; Prabowo Kalah Bertarung Tapi Mau Bersama-sama Membangun Bangsa, Ini Keren!

Published

on

Aktivis 98 yang kini politisi PDIP Adian Napitupulu saat diskusi di Kantor Tribun Bogor, Jawa Barat, Jumat, 3 Juni 2022. Foto: TribunNews.com.

Jakarta – Aktivis 98 yang kini politisi PDIP, Adian Napitupulu memuji langkah Prabowo Subianto yang memilih bersama-sama membangun Bangsa Indonesia meski dia kalah dalam pertarungan politik.

Menurut Anggota DPR RI ini, banyak politisi yang kalah dalam pertarungan kemudian ngambek dan tak mau bersama-sama dengan rival politik yang mengalahkannya.

“Dia (Prabowo) orang yang berani menyadari bahwa ia kalah dalam pertarungan, tapi mau bersama-sama membangun bangsa ini. Itu keren,” kata Adian di Kantor Tribun Bogor, Jawa Barat, Jumat, 3 Juni 2022 seperti dikutip BantenHits.com dari TribunNews.com.

Hal itu, kata dia, berbeda dengan beberapa orang yang kalah dalam bertarung politik, susah untuk dipersatukan.

BACA :  Nongkrong Hingga Larut Malam di Pantai Katapang, Pasangan Muda-Mudi Dibubarkan Polisi

“Banyak yang kemudian kalah, ngambeknya lama bener,” ujar Adian.

Lebih lanjut, Adian menuturkan bahwa ketika kalah dalam politik dan punya cita-cita yang sama untuk membangun bangsa, maka itu sangat keren.

“Bisa jalan bersama-sama dengan pemenangnya, itu keren,” ungkapnya.

Kepentingan Bangsa di Atas Segalanya

Sebelumnya, pada saat deklarasi dukungan purnawirawan TNI untuk Prabowo Subianto di Jakarta Timur pada 26 Mei 2022, aktivis 98 yang juga politisi Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan, pada saat Prabowo kalah dalam Pilpres 2019, pihaknya telah melakukan upaya hukum.

“Segala upaya kita lakukan, pemilu hasilnya memang kurang maksimal, tapi itu tidak terlalu jelek karena Pak Prabowo kalahnya juga tipis. Kita sudah ke MK, kita sudah ke Bawaslu. Itu sarana untuk menyelesaikannya semua. Nasib berkata lain. MK putusannya kurang menyenangkan bagi kita, begitu juga Bawaslu,” ujar Habiburokhman seperti dikutip BantenHits.com dari detik.com.

Akhirnya, setelah upaya hukum dilakukan, Prabowo memilih bergabung dengan pemerintah menjadi Menhan untuk menghindari perpecahan antarpendukung.

BACA :  Kadis, Kabid dan Ratusan Pegawai DPUTR Cilegon Kompak Bolos Apel

“Lalu timbullah jiwa besar Pak Prabowo, beliau tidak mau mengorbankan pendukungnya, tidak mau membenturkan pendukungnya, bahkan beliau menyelamatkan pendukungnya semua, sehingga beliau memilih merelakan diri bergabung dengan pemerintah untuk berkontribusi,” bebernya.

“Dan yang paling penting menghindari perpecahan, menghindari keterbelahan karena beliau seorang TNI, jelas prinsip TNI itu adalah NKRI itu di atas segalanya, NKRI di atas ego pribadi,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Habiburokhman dalam sambutannya mengatakan deklarasi purnawirawan TNI menjadi bukti Prabowo masih di hati masyarakat. Dia juga menyinggung survei Prabowo yang dinilai tinggi.

“Hari ini adalah bukti bahwa Pak Prabowo masih di hati rakyat Indonesia. Orang bilang Pak Prabowo berkali-kali capres kalah, kok masih mau nyalon lagi? Pertanyaannya sebaliknya, Pak Prabowo berkali-kali capres kalah tapi kok surveinya tetap paling tinggi terus,” jelas Ketua DPP Partai Gerindra tersebut. 

BACA :  Polresta Tangerang Dorong Kampanye Pilkades Digelar Secara Daring

“Artinya, Pak Prabowo tetap didukung oleh rakyat Indonesia dan tidak ada kata menyerah, tidak ada kata surut bagi kita untuk terus mendukung beliau,” sambungnya.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler