Connect with us

Berita Utama

Santri di Banten Keluyuran Malam-malam, Dinasihati Warga Malah Bertindak Brutal

Published

on

Sekelompok santri di Banten mengeroyok warga gara-gara ditegur jangan keluyuran malam. Ilustrasi Pengeroyokan (Net)

Serang – Ulah sekelompok santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Taktakan, Kota Serang ini sudah jauh melenceng dari ahlak yang diajarkan Islam.

Para penuntut ilmu yang semestinya menyibukkan diri dengan belajar, malah mempertontonkan aksi brutalistik. Mereka mengeroyok dua warga yang sedang ronda.

Dua warga korban pengeroyokan santri yakni Aji (22) dan Yudha (23), keduanya Komplek Pepabri, Kelurahan Panggung Jati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Mereka mengalami lebam dan luka di bagian kepala bagian belakang. 

Kepala Pemuda Komplek Pepabri, Hadi mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat empat pemuda yang sedang jaga ronda menasehati puluhan santri yang sedang keluyuran tengah malam di areal komplek.

BACA :  Setelah Amankan Peluru, Polres Serang Kota Sita Uang Palsu

“Karena tidak terima ditegur ketika keluyuran malam-malam puluhan santri di Kota Serang keroyok warga dua korban alami lebam dan babak belur,” kata Hadi.

Beruntung saat kejadian ada beberapa warga yang melihat langsung melerai dan melaporkan insiden tersebut ke pihak Polsek Taktakan, Kamis, 9 Juni 2022.  

Menurut Hadi, warga setempat mulai resah akibat aktivitas para santri yang kerap keluyuran tengah malam di areal komplek belakangan ini.

“Awalnya lewat 4 orang santri, terus dipanggil itu santri sama yang ronda, dinasihati tuh santri,” bebernya.  

“Ditanya kenapa malam-malam masih keluyuran di komplek, terus dinasihati, sama yang ronda itu mau difoto, mau dilaporin ke kiainya,” kata Hadi menambahkan. 

“Mereka itu sering banget keluyuran malam di atas jam 12, dan memang kita juga akhir-akhir ini sering banyak kehilangan barang di komplek. Jaket, kotak amal, sepatu, sendal. Kalau kendaraan dan barang elektronik sih engga,” imbuhnya.

BACA :  Dinkes Pandeglang Siapkan 175 Tenaga Medis untuk Layani Pemudik

Dikatakan Hadi, diduga keempat diduga santri tersebut tak terima lantaran saat hendak dilaporkan ke pimpinan pondok pesantren. 

Sehingga memanggil teman-temannya yang lain dan langsung mengeroyok dua pemuda yang sedang jaga ronda.

“Nah dari situ dia gak terima, soal foto itu. Dan manggil teman-temannya terus langsung melakukan penyerangan. Itu sekitar 20 orang santri Maluku. Jadi yang di pos ronda ada 4 orang, tapi dipukulin itu cuma 2 orang, yang 2 orangnya diem aja gak berani karena mereka banyakan,” ungkapnya.

Diakui Hadi, jika pihaknya sudah mencoba berkomunikasi dengan pihak pondok pesantren tempat para santri tersebut menimba ilmu. 

Namun lantaran tidak ada respon sehingga laporan kepolisian pun terpaksa dilakukan.

BACA :  "Hanya di Pandeglang Adukan Jalan Beton Dikerjakan Manual"

“Sudah kita sampaikan ke pihak ponpesnya, tapi mereka juga bilangnya kewalahan juga, udah ga bisa diatasi. Dan menyerahkan juga ke kita ya silahkan aja kalau mau lapor (polisi). Tadi sudah divisum dan sudah kita laporkan juga ke Polsek Taktakan,” kata Hadi.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Taktakan Ipda Nurul Hadi pun membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban. Dan saat ini tengah dilakukan penyelidikan, termasuk melengkapi alat bukti.

“Untuk sementara kita terima dulu laporannya. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan melengkapi alat bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk proses hukum selanjutnya,” singkat Nurul.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler