Connect with us

Berita Utama

Hati-hati! Sudah 221 Hewan Ternak di Kabupaten Tangerang Terpapar PMK, 692 Lainnya Terancam

Published

on

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang menyebutkan, hingga 13 Juni 2022 sudah 221 hewan ternak di Kabupaten Tangerang terpapar PMK, 692 lainnya terancam terjangkit juga. Ilustrasi: petugas menyemprotkan disinfektan di kandang ternak. Foto: tangerangkab.g

Tangerang – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang menyebut hingga Senin, 13 Juni 2022, tercatat sudah 221 hewan ternak di Kabupaten Tangerang menjadi suspect penyakit mulut dan kuku (PMK).

Selain ternak yang sudah dinyatakan terpapar PMK, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juha mengungkapkan, 692 ekor hewan ternak lainnya saat ini kondisinya terancam terpapar juga.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika menjelaskan, data tersebut diperoleh jajarannya setelah dilakukan pemeriksaan ke sejumlah tempat peternak. Hewan ternak yang terpapar seperti sapi, kerbau, kambing dan domba.

BACA :  CCTV Rekam Terduga Penyerang Siswa Asal Bogor di Kota Serang

“Tercatat sampai hari ini 13 juni  2022 total ada sebanyak 221 ekor hewan ternak tertular  PMK dan  terancam 692 ekor. Namun kita pun sudah melakukan langkah-langkah untuk penanganannya,” kata Asep Jatnika seperti dikutip BantenHits.com dari laman resmi Pemkab Tangerang, Selasa, 14 Juni 2022.

“Rata-rata hewan yang suspek PMK ini jenis sapi, kerbau, domba dan kambing. Jadi tingkat penularannya pun memang begitu cepat sehingga bisa menular terhadap hewan yang ada di sekitarnya,” bebernya.

Hingga kini, lanjutnya, upaya yang dilakukan oleh satgas pengendalian dan penanganan penyakit setempat langsung melakukan pemberian antipiretik, multi vitamin dan antibiotik terhadap hewan yang diindikasi ter papar PMK tersebut. 

BACA :  Dua Bulan jadi Mucikari, Suherman Ditangkap Polsek Panongan

“Tentunya kita hanya melakukan pencegahan dengan melakukan pengobatan dan penyemprotan disinfektan ke kandang-kandang peternak itu, supaya PMK ini tidak menyebar lebih luas lagi,” ujarnya. 

Ia berharap, kepada seluruh peternak dan pedagang ketika mendatangkan hewan ternak baru yang berasal dari luar daerah agar dipisahkan terlebih dahulu selama 14 hari dan dipastikan kondisi hewan itu dalam keadaan sehat. 

“Dipastikan para peternak bisa menjaga sterilisasi kebersihan kandang hewan masing-masing. Karena dengan upaya itu bisa menghindari penularan PMK,” tuturnya. 

Ia juga mengimbau, kepada masyarakat supaya tidak khawatir dan panik dengan seiringnya ditemukan kasus-kasus PMK di Kabupaten Tangerang, karena hal itu dipastikan penyakit mulut dan kuku pada hewan tersebut tak menular kepada manusia. 

BACA :  Duh! Jajaran Komisioner KTP Lebak Jilid IV Dinilai Tak Sinergi

“Kami mengimbau kepada masyarakat tidak khawatir ataupun panik. Karena prinsipnya penyakit ini tidak menular ke manusia,” kata dia.

Berikut data sebaran hewan ternak yang terpapar PMK di 13 kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang:

1. Kecamatan Curug 6 ekor
2. Kecamatan Panongan 7 ekor
3. Kecamatan Kelapa Dua 26 ekor
4. Kecamatan Pegedangan 81 ekor
5. Kecamatan Legok 1 ekor
6. Kecamatan Cikupa 12 ekor
7. Kecamatan Solear 11 ekor
8. Kecamatan Cisoka 11 ekor
9. Kecamatan Pasar Kemis 44 ekor
10. Kecamatan Rajeg 6 ekor
11. Kecamatan Sepatan Timur 1 ekor
12. Kecamatan Sindang Jaya 6 ekor
13. Kecamatan Balaraja 9 ekor

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler