Connect with us

Berita Utama

Edan! Duit Negara Rp 65 M Diduga Dibobol lewat Kredit Macet, 10 Petinggi Bank Banten Mulai ‘Digilir’ Kejati Banten

Published

on

Ilustrasi Bank Banten (Foto. Dok Bank Banten)

Serang – Dugaan korupsi kredit macet di Bank Banten senilai Rp 65 M yang digelontorkan pada 2017 lalu mulai diselidiki penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Informasi yang diterima BantenHits.com, 10 petinggi bank plat merah milik daerah ini bahkan telah dipanggil penyidik Pidana Khsusus Kejati melalui surat panggilan tertanggal 3 Juni 2022 yang ditujukan ke Legal Division PT Bank Banten.

Sumber informasi juga menyebutkan, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten, Leonard Eben Ezer Simanjuntak telah meneken Surat Perintah Penyelidikan Nomor : Print-538/ M.6/Fd.1/05/2022 tanggal 31 Mei 2022 terkait perkara ini.

“Sehubungan dengan adanya dugaan pelanggaran hukum ke arah dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan dalam pemberian fasilitas kredit modal kerja (KMK) dan kredit investasi (KI),” demikian sumber informasi BantenHits.com menyebutkan.

BACA :  Pemerintah Resmi Larang Mudik Lebaran Tahun 2021, Sopir Bus AKAP di Pandeglang Kecewa

Dugaan korupsi pada KMK dan KI di Bank Banten tersebut, lanjut sumber, diberikan Bank Banten kepada PT Harum Nusantara Makmur (HNM) senilai Rp 65 M pada 2017 lalu.

“(Kredit macet itu) berpotensi merugikan keuangan negara,” tegas sumber.

10 petinggi Bank Banten yang dipanggil untuk dimintai keterangan ke Kejati Banten masing-masing:

1. FMS, Account Officer Bank Banten
2. DRWS, Kepala Unit Administrasi Delegasi Kredit Bank Banten
3. AGM, Credit Reviewer Bank Banten
4. HR, Kepala Bidang Kepatuhan Bank Banten
5. DHK, Kepala Bagian Komersial Bank Banten
6. DJ, Kepala Divisi Manajemen Risiko Bank Banten
7. PRM, Kepala Divisi Credit Reviewer Bank Banten
8. STYD, Kepala Divisi Komersial Bank Banten
9. KML IS, Kepala Direktorat Bisnis Bank Banten
10. FHM IDR, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Banten 2017.

BACA :  Spesialis Maling Motor di Lebak Selatan Dicokok Tim Serigala; Bela-belain 'Tinggalin' Pacar Lalu Ikut Metik

Asisten Pidana Khusus Kejati Banten, Iwan Ginting membenarkan informasi yang dimiliki BantenHits.com. Dia meminta BantenHits.com meminta penjelasan lewat Kasipenkum Kejati Banten Ivan Siahaan.

“Benar kang, lebih lanjutnya ke Kasipenkum ya,” kata Iwan menjawab konfirmasi BantenHits.com lewat WhatsApp, Rabu, 15 Juni 2022.

Sementara Ivan Siahaan berjanji akan segera menelusuri informasi BantenHits.com ke bidang yang menangani perkara tersebut. Pasalnya, saat dikonfirmasi Ivan sedang bertugas di DPRD Banten.

“Nanti coba saya tanyakan ke bidang ya. Saya sedang acara di DPRD Provinsi,” kata Ivan.

Salah satu Direktur Bank Banten, Kemal Idris memilih bungkam. Upaya konfimasi BantenHits.com lewat aplikasi WhatsApp tak direspons meski nomor yang bersangkutan diketahui online.

BACA :  Soal Wakil Rano, Mendagri Serahkan ke DPRD

Sementara, Media Warman, salah seorang Komisaris Bank Banten mengaku tidak tahu terkait pemeriksaan yang dilakukan jajaran Kejati Banten di institusinya.

Mantan politisi Partai Demokrat ini menduga panggilan pemeriksaan dari Kejati Banten ditujukan secara perorangan.

“Sy belum tahu tentang hal itu. Mungkin kalaupun iya panggilan ke pada person org, kami di Dekom tdk dilapori,” kata Media Warman.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler