Connect with us

Berita Terbaru

Di Area Perkebunan Mandalawangi Anak Perempuan Ini Hanya Mampu Menjerit Memanggil Ibunya yang Telah Meninggal

Published

on

Pelaku pemerkosa anak di bawah umur di area perkebunan Mandalawangi Pandeglang. (Istimewa)

Pandeglang – Selasa malam, 14 Juni 2022 menjadi malam yang suram buat Melati (nama samaran), seorang anak perempuan di bawah umur di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Di keheningan area perkebunan Mandalawangi, Melati hanya mampu terisak menangis memanggil nama ibunya yang telah meninggal dunia.

Malam itu, ‘harta’ yang paling berharga milik Melati direnggut RM (24), pria yang dikenalnya. RM yang telah puas melampiaskan nafsu iblisnya, meminta Melati yang terus menangis memanggil nama Ibunya untuk diam.

RM juga mengancam agar Melati tak menceritakan perbuatannya kepada siapa pun di rumah.

BACA :  Festival Cisadane Dibuka Malam Hari, Dispar Bantah Tiru Opening Asian Games

Dicokok Petugas Polres Pandeglang

Sehari, setelah peristiwa kelam yang dialami Melati, Polres Pandeglang yang menerima laporan bergerak cepat mencokok RM.

Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah mengatakan, jajarannya merespons cepat laporan terkait telah terjadi tindak kejahatan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang pemuda terhadap gadis di bawah umur itu.

“Anggota Satreskrim Polres Pandegang berhasil menagkap pelaku RM (24) yang berada di rumah pelapor, selanjutnya tersangka dibawa ke Polres Pandeglang untuk melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Belny Warlansyah, Rabu 15 Juni 2022.

Menurut Belny, peristiwa bermula saat Melati dibonceng oleh RM. Saat melewati sebuah kebun di Kecamatan Mandalawangi tersangka tiba-tiba langsung menarik Melati dan menidurkan di tanah.

BACA :  Klaim Dapat Dukungan 5 DPC, Yoyon Sujana Tiba-tiba Mundur Lawan Iti Jayabaya di Musda ke-4 Demokrat

“Saat korban sudah berada di tanah Melati melakukan perlawanan, namun tenaga RM sangat kuat sehingg Melati tidak berdaya,” ungkap Belny.

“Saat sedang melancarkan aksinya pelaku berkata kepada korban untuk diam, korban hanya bisa menangis sempat berteriak dan memanggil nama ibunya yang sudah meninggal,” jelas Belny.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dugaan tindak Pidana Persetubuhan dan/atau Perbuatan Cabul terhadap Anak di bawah umur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Jo Pasal 76D dan Pasal 82 Jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

BACA :  Ditinggal ke Warung, Dua Rumah Ibu dan Anak di Cibadak Lebak Terbakar



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler