Connect with us

Berita Utama

Kisah Karyawan Bulog Koruptor Raskin di Banten yang 7 Tahun Kabur Jadi ABK Lalu Tinggal Dekat Perkampungan Baduy

Published

on

Koruptor beras untuk warga miskin alias raskin yang buron selama tujuh tahun ditangkap di Desa Wantisari, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. ILUSTRASI: Petugas Polsek Leuwidamar saat melakukan ronda bersama warga. FOTO: Google/cakratara.com.

Serang – Mahkamah Agung RI pada 2015 lalu menyatakan bersalah terhadap Juna, M.Ma bin Usup, karyawan Bulog Subdivre Lebak yang menjabat sebagai Satuan Kerja Penyaluran Beras untuk Rumah Tangga Miskin (Raskin).

Juna dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi penyaluran raskin di Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang tahun 2010.

Putusan MA tersebut mengharuskan Juna menjalani pidana penjara selama empat tahun dan pidana denda sebesar Rp 200 juta.

Namun, Juna berkelit. Dia memilih lari dari masalah hukum yang membelitnya. Juna pun ditetapkan jadi DPO Kejari Pandeglang.

Sejak putusan MA itu terbit, Juna kabur menjadi anak buah kapal (ABK) di Ancol, Jakarta Utara sejak divonis bersalah 2015 silam.

BACA :  Polresta Tangerang Gabung ke Polda Banten, Boy: Belum Bicara Program

Selain menjadi ABK, Juna juga diketahui tinggal di Kampung Pagadungan, RT/RW 002/004, Desa Wantisari, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Tempat tinggal Juna selama pelarian, diketahui bertetangga desa alias masih satu kecamatan dengan perkampungan Adat Baduy yang terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar.

Karyawan Bulog Subdivre Lebak koruptor raskin yang jadi DPO selama tujuh tahun ditangkap Tim Tabur Kejati Banten, Rabu, 15 Juni 2022. Foto Ilustrasi: Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Banten Ivan Hebron Siahaan (tengah) saat menyampaikan pengungkapan kasus. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Terciduk Tim Tabur Kejati Banten

Pelarian Juna selama tujuh tahun, berakhir pada Rabu, 15 Juni 2022. Tim Tabur Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten berhasil menangkap Juna.

“Atas nama terdakwa Juna ditangkap di kediamannya di Kampung Pagadungan RT/RW : 002/004 Desa Wantisari Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Provinsi Banten pada pukul 11.30 WIB,” ujar Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Banten Ivan Hebron Siahaan, Rabu 15 Juni 2022.

BACA :  Wakil Rakyat Asal Banten Minta Pemerintah Tak Langgar UU Demi Freeport

Ivan menjelaskan, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2375 K/PID.SUS/2014 tanggal 09 September 2015 atas nama Terdakwa Juna dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi.

Juna dijerat Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan pidana penjara selama 4 tahun dan pidana denda sebesar Rp. 200.000.000,00;-.

“Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan dan Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 110.149.035,00 dengan ketentuan jika Terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap,” ungkapnya. 

BACA :  PDAM Pandeglang Salurkan CSR di Cikoromoy

“Maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk penutup uang pengganti tersebut, dalam hal Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka di pidana dengan pidana penjara selama 1 tahun,” sambungnya.

Selama tujuh tahun pelarian, lanjut Ivan, Juna tercatat sebagai DPO Kejari Pandeglang. Keberadaannya terdeteksi berdasarkan informasi intelijen.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh terdakwa Juna telah bekerja sebagai ABK Kapal di Ancol Jakarta Utara. Berdasarkan informasi tersebut terhadap terdakwa Juna dilakukan pengintaian Ketika sedang berada di rumahnya di Desa Wantisari, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dan selanjutnya dapat dilakukan pengamanan,” ungkap Ivan. 

Diketahui pengamanan terdakwa Juna yang dilakukan oleh Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Banten bergerak bersama Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Lebak dan dibantu oleh personil Polsek dan Koramil Kecamatan Leuwidamar.

“Selanjutnya dibawa ke Kejaksaan Tinggi Banten untuk diserahkan kepada Jaksa pelaksana Eksekusi Pada Kejaksaan Negeri Pandeglang. Bahwa Selanjutnya Jaksa pelaksana Eksekusi membawa terdakwa ke Rutan Kelas II Pandelang untuk menjalani masa pidana sesuai dengan Putusan Hakim,” tutup Ivan. 

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler