Connect with us

Berita Terbaru

Pemkab Serang Punya ‘Obat Ampuh’ Cegah Stunting; Namanya Beras Nutri Zinc

Published

on

Pemkab Serang mengembangkan beras nutri zinc untuk mencegah stunting. (Bantenhits/Muhammad Uqel)

Serang- Dinas Pertanian (Distan) memproduksi beras nutri zinc yang dinilai ampuh mencegah gizi buruk dan stunting.

“Beras biofortifikasi diperoleh dari pemuliaan tanaman atau rekayasa genetic, sehingga komoditi tersebut memiliki kandungan zat gizi tertentu yang dibutuhkan oleh tubuh manusia,” ujar Kepala Dinas Pertamanan Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, Kamis 16 Juni 2022.

Zaldi menjelaskan, misalnya beras dengan kandungan Fe (Ferrum) yang tinggi untuk mencegah anemia atau kandungan Zn (Zinc) dalam upaya mencegah kekerdilan atau stunting pada bayi dalam kandungan dan balita. Selain untuk meningkatkan daya tahan tubuh buat para ibu pada saat pra kehamilan, atau pada saat kehamilan dan menyusui.

BACA :  Soal Revisi Perda RTRW Kab. Lebak, Pengamat Ungkap Fakta Ini hingga Ajak Masyarakat Tak Antipati

“Program beras biofortifikasi yang ditanam di Kabupaten Serang adalah Nutri Zinc yaitu padi dengan kandungan Zinc tinggi, dapat mencapai 35,41 PPM,” terangnya.

Lebih lanjut, Zaldi menuturkan, produksi beras nutri zinc dalam rangka upaya mendukung program percepatan penurunan stunting yang dicanangkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Ia menyebutkan, bahwa program beras biofortifikasi ditanam di wilayah-wilayah yang menjadi titik fokus penanganan stunting pada tahun 2022. Diantaranya Desa Mongpok, Kecamatan Cikeusal ditanami 150 hektare varietas Nutri Zinc untuk pengembangan benih.

“Kemudian untuk beras biofortifikasi 600 hektare di Kecamatan Padarincang, Cikande 170 hektare, Tunjung Teja 314 hektare, Kramatwatu 512 hektare, Ciruas 25 hektare dan di Kecamatan Tirtayasa seluas 378 hektare,” paparnya.

BACA :  Demo di Kantor Jaya Real Property, Ratusan Pedagang Tolak Direlokasi

Zaldi memastikan, pada panen di tahun 2021 dari sisi organoleptik rasa beras Nutri Zinc cukup enak dan pulen, hal yang wajar mengingat beras Nutri Zinc hasil persilangan beras IR yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat. “Produktivitas hasil setelah dilakukan ubinan mencapai 6 ton lebih per hectare,” ucapnya.

Zaldi berharap dari lembaga atau instansi terkait dengan penanganan gizi buruk atau stunting dapat membeli hasil panen beras biofortifikasi dari petani. “Selama ini petani menjual bebas beras Nutri zinc dengan harga umum beras di pasar atau masyarakat sekitar,” katanya.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, kasus stunting di Kabupaten Serang terus mengalami tren penurunan. Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras banyak pihak.

BACA :  Millenials Loyalis AHY di Pandeglang 'Vermak' Cara Berpikir Petani dan Peternak lewat Teknologi Informasi

Tatu menyebutkan, kasus stunting di Banten berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2019 masih 24,11 persen, sedangkan di Kabupaten Serang 39,43 persen.

“Kami termasuk wilayah yang menjadi prioritas program dari pusat dalam penurunan stunting, karena 2019 kasusnya diatas provinsi,” ujarnya.

Editor: Fariz Abdullah

 

 



Muhammad Uqel Assathir menggeluti dunia jurnalistik sejak menjadi aktivis kampus. Uqel--begitu dia biasa disapa-- menghabiskan waktu selama kuliah untuk menyelami dunia pergerakan mahasiswa dan jurnalistik kampus. Pria asal Kabupaten Serang ini memiliki ketertarikan juga terhadap dunia desain.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler