Connect with us

Berita Terbaru

Ada Mega Proyek Rp60 Triliun, Masyarakat Tiga Kelurahan Ramai-ramai ‘Bentuk Barisan’

Published

on

Masyarakat saat mengikutimenggelar “Rapat Koordinasi dan Ramah Tamah Team Comittee Lotte Project”. Jumat (17/6/2022). (Bantenhits/Iyus Lesmana)

Cilegon- Masyarakat tiga kelurahan di Kota Cilegon mulai merapatkan barisan. Bagaimana tidak, mereka akan menyongsong proyek dengan nilai investasi Rp60 triliun.

Adalah pembangunan konstruksi proyek Lotte Chemical Indonesia New Ethylene Project (Line Project).

Kabarnya, proyek tersebut akan dibangun dekat dengan pemukiman warga Rawaarum, Gerem, dan Warnasari.

“Nah hari ini adalah pertemuan tindak lanjut setelah penandatanganan kesepahaman dalam bentuk Standar Operasional Prosedur (SOP) antara masyarakat di tiga kelurahan, diketahui Lurah dan turut disaksikan langsung oleh perwakilan PT LCI dan main contractor,”kata Ketua Koordinator Komite Lotte Project, Edi Haryadi saat menghadiri “Rapat Koordinasi dan Ramah Tamah Team Comittee Lotte Project”, Jumat, 17 Juni 2022.

BACA :  Layak Jadi Percontohan! Pondok Pesantren di Solear Tangerang Bentuk Gugus Tugas Covid hingga Tingkat Kamar, Begini Ketatnya Protokol Kesehatan Dijalankan

Dengan adanya komitmen bersama yang telah terbangun itu, lanjut Edi, diharapkan semakin memperkuat soliditas dan sinergitas di antara kelompok masyarakat terdampak LINE Project, sebuah kompleks pabrik petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) yang sudah mulai berjalan itu sendiri dengan manajemen perusahaan asal Korea Selatan tersebut.

“Dan diharapkan dengan pola yang kita lakukan ini, sudah sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang diatur dalam Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, bahwa investasi itu membawa dampak yang positif, baik itu dari aspek kesejahteraan, pendidikan dan lain sebagainya bagi masyarakat terdampak,”tuturnya.

“Terlebih regulasi ini juga mewajibkan investor untuk berkolaborasi dengan masyarakat lokal, serta jenis pekerjaan yang bisa dilakukan oleh lokal diserahkan ke masyarakat lokal,”tambahnya.

BACA :  Mau 'Enak-enakan' bareng Mantan Istri di Kontrakan, Pria di Kota Serang Malah Diamankan

Dijelaskan Edi, pertemuan itu sekaligus membangun kesadaran akan keterbatasan kemampuan pengusaha lokal. Dimana besarnya nilai total investasi yang di kisaran Rp60 triliun itu, menurutnya telah memaksa masyarakat lokal untuk membangun kolaborasi.

“Semoga akhirnya kesepahaman ini dapat membangun iklim investasi yang lebih sehat dan ramah lingkungan karena dari situ timbul hak dan kewajiban serta berefek rasa tanggung jawab sosial pada pengusaha lokal, selain tanggung jawab terkait kualitas, mutu, schedule pekerjaan,” katanya.

Di bagian lain, Edi optimistis bahwa dari kesepahaman itu nantinya akan turut berimplikasi positif pula pada peluang kerja bagi masyarakat terdampak.

“Lapangan kerja ini kan sedang menjadi problem di Kota Cilegon. Nah melalui kolaborasi ini diharapkan juga mampu menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja,”tandasnya.

BACA :  Bantuan Kuota Gratis dari Pemerintah Pusat Sia-sia, Siswa Masih Perlu Naik Turun Gunung untuk Belajar Daring

“Sementara kebutuhan pada proyek ini sampai akhir pekerjaan sekitar empat atau lima tahun itu butuh sekitar 16.000 tenaga kerja,”sambungnya.

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler