Connect with us

Berita Terbaru

Orang Ketiga dan Ekonomi Pemicu Dominan, 3.350 Perceraian Terjadi di Serang Sepanjang 2021

Published

on

Humas sekaligus Hakim Pengadilan Agama Serang, Jaenudin mengungkapkan, sepanjang 2021 Pengadilan Agama Serang mencatat ada 3.350 perkara perceraian. (BantenHits.com/ Muhammad Uqel)

Serang – Pengadilan Agama (PA) Serang mencatat, tingkat perceraian yang terjadi di Kabupaten Serang sepanjang 2021 sebanyak 3.350 perkara. Angka tersebut menunjukkan peningkatan 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Biasanya peningkatan angka perceraian dari tahun ke tahun itu ada kenaikan, paling terjadi kenaikannya 100 sampai 200 perkara,” ujar Humas sekaligus Hakim Pengadilan Agama (PA) Serang, Drs.Jaenudin, Jumat 17 Juni 2022.

Perkara perceraian tersebut, terdiri dari cerai gugat atau yang dilayangkan oleh istri sebagai penggugat sebanyak 2.345 perkara, sementara cerai talak atau yang dilayangkan oleh suami sebagai pemohon sebanyak 1.005 perkara. Artinya, cerai gugat lebih mendominasi dibandingkan talak yang diajukan suami. 

BACA :  Tahun Ini, Pemkab Lebak Tiadakan Pusat Jajanan Takjil di di Rangkasbitung

Jaenudin mengatakan, berdasarkan data laporan perkara, tingginya angka perceraian di Kabupaten Serang disebabkan perselisihan dan pertengkaran terus-menerus, dan faktor ekonomi. Disusul faktor meninggalkan salah satu pihak, juga ada yang akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), murtad, poligami, judi, dan dipidana atau dihukum penjara.

“Yang paling banyak terjadi penyebab perceraian itu faktor ekonomi, ada juga karena orang ketiga dan ikut campur orang tua,” katanya. 

Menurut Jaenudin, kondisi pandemi COVID-19 yang melanda hampir disetiap daerah di Indonesia sejak 2020 turut memberikan pengaruh terhadap persoalan dalam rumah tangga, terlebih faktor ekonomi masyarakat yang tidak stabil mengakibatkan perselisihan sehingga ada diantaranya yang memilih bercerai. 

BACA :  Dapat Arahan Dari Kemendagri, DPMPD Pandeglang Pastikan Tunda Pilkades 18 Juli di 207 Desa

“Pengaruh yang sangat besar itu ekonomi, apalagi ketika pandemi. Mungkin banyak yang kesulitan ekonominya sehingga timbul cekcok,” pungkasnya. 

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler