Connect with us

Berita Utama

Serba-serbi Kasus Nikita Mirzani; Deretan Karangan Bunga Datang saat Dua Perwira Berprestasi ‘Menghilang’

Published

on

Kabid Humas Polda Banten Shinto Silitonga saat menjelaskan kasus yang menjerat Nikita Mirzani di Polres Serang Kota. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang menyeret selebritas Nikita Mirzani, telah menemui babak baru.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang menyatakan telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan surat penetapan tersangka kasus dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menjerat Nikita Mirzani.

Artinya, kasus Nikita Mirzani ini akan segera disidangkan jika berkas perkara dari kepolisian dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.

“SPDP-nya sudah kami terima tertanggal 13 Juni 2022 kita terimanya,” kata Kasi Intel Kejari Serang, Rezkinil Jusar melalui selulernya, Rabu, 22 Juni 2022 seperti dikutip BantenHits.com dari CNNIndonesia.com.

“Ada surat penetapan tersangkanya, ada. Berbeda surat. Iya,” imbuhnya. 

Karangan bunga dukungan atas penegakan hukum terkait kasus Nikita Mirzani berjejer di Polres Serang Kota. (Foto: Kompas.com)

Deretan Karangan Bunga Datang

Dikutip BantenHits.com dari Kompas.com, sehari setelah tersiarnya pernyataan Kejari Serang, Kamis, 23 Juni 2022, karangan bunga memenuhi halaman Polresta Serang Kota, Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Banten.

Karangan bunga yang berjajar di depan gedung utama Polresta Serang Kota berisi ucapan terimakasih sekaligus dukungan untuk Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Nugroho Arianto yang telah menegakan keadilan.

“Terima kasih telah menjadi pengawal hukum indonesia Pak Kapolres,” demikian tulisan di karangan bunga dari Komunitas Indonesia Damai.

Selain itu, karangan bunga juga dikirim oleh Aliansi Pegiat Medsos Indonesia yang mendukung Polri.

BACA :  Polisi Temukan 500 Gram Sabu Siap Edar

“Maju terus Polisi Indonesia Kami Masyarakat Merindukan Kedamaian di Internet,” tulis salah satu ucapannya.

Tak Respons Wartawan

Di tengah mengalirnya dukungan publik kepada jajaran Polresta Serang Kota, dua pejabat penting di Polresta Serang, yakni Kapolres Serang Kota, Kombes Pol Nugroho Arianto dan Kasat Reskrim AKP David Adhi Kusuma seolah menghilang.

Keduanya tak merespons upaya wartawan di Kota Serang yang meminta penjelasan terkait perkembangan kasus Nikita Mirzani.

Nugroho Arianto adalah Kombes Polisi pertama yang dipilih institusi Polri untuk memimpin Polres Serang Kota yang baru berubah tipe C. Sebelumnya Polres Serang Kota dipimpin AKBP.

Sementara, David Adhi Kusuma dikenal publik Banten sebagai perwira polisi dengan latar belakang reserse yang jago ungkap kasus. Kepiawaiannya Adhi dibuktikan saat menjabat Kasat Serse di beberapa wilayah, seperti Pandeglang dan Lebak.

Sikap diam dua perwira polisi yang dikenal berprestasi ini terjadi saat kasus Nikita Mirzani mencuat ke publik, persisnya pada Rabu, 15 Juni 2022 saat jagat maya dihebohkan unggahan Nikita Mirzani.

Dalam unggahannya itu, Nikita menyebutkan rumahnya didatangi sejumlah penyidik dari Pores Serang Kota.

Belakangan diketahui, para penyidik berniat meminta keterangan dari Nikita karena yang bersangkutan dua kali tak menghadiri pemanggilan polisi.

Nikita sendiri akhirnya datang ke Mapolres Serang Kota untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang menjeratnya.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP David Kusuma Adi bersama penyidiknya dan aparatur setempat tertahan di luar rumah artis Nikita Mirzani sejak Rabu subuh, 15 Juni 2022.(Istimewa)

Surat Penetapan Tersangka Beredar

BACA :  Nama 15 Wakil Rakyat di Tanah Jawara yang Menolak Bungkam soal Sengkarut Bank Banten

Jumat sore, 17 Juni 2022, beredar di kalangan wartawan surat penetapan tersangka atas nama Nikita Mirzani.

Yang mengejutkan, surat penetapan tersangka tersebut ternyata telah diterbitkan Polres Serang Kota sejak 13 Juni 20022 atau dua hari sebelum heboh pengepungan rumah Nikita Mirzani pada Rabu, 15 Juni 2022.

Sementara, saat konferensi pers di Mapolres Serang seusai Nikita Mirzani diperiksa, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Shinto Silitonga menyebut status Nikita Mirzani sebagai saksi.

“Kami tegaskan pemeriksaan NM sebagai saksi dan NM sudah diinformasikan secara rinci tentang perkara yang memang dilaporkan terhadap NM,” kata Shinto saat itu.

Selanjutnya, Shinto menjelaskan kedatangan penyidik Polresta Serang Kota ke rumah NM pagi tadi adalah untuk membangun komunikasi.

“Adapun penyidik datang tadi pagi ke rumah NM untuk membangun komunikasi karena sudah dua kali panggilan kita menanyakan respons dari NM dan ternyata memang siang tadi NM bersedia memberikan keterangan kepada penyidik pada sore ini hingga malam,” jelas Shinto.

Gelar Perkara

Sementara dalam surat bernomor: S. Tap/56/VI/RES 2.5/2022/ Reskrim tentang Penentuan Status Tersangka disebutkan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Senin, 13 Juni 2022 di ruangan Satreskrim Polresta Serang Kota.

“Berdasarkan hasil penyidikan perkara dugaan tindak pidana penghinaan dan atau pencemaran nama baik melalui sarana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau penistaan (fitnah) dengan tulisan, sehingga dipandang perlu dikeluarkannya surat ketetapan ini,” demikian bunyi surat tersebut.

BACA :  SD Negeri di Tangsel Dibiarkan Rusak

Surat yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP David Adhi Kusuma ini menyebutkan, Nikita Mirzani diduga melanggar Pasal 27 hingga 34 UU No 11 2008 tentang ITE dan Pasal 311 KUHPidana.

Shinto kepada wartawan di Kota Serang mengaku akan melakukan pengecekan ke Kapolres Serang Kombes Pol. Nugroho Arianto terkait beredarnya surat penetapan tersangka ini.

“Kami coba cek ke Pak Kapolres teman2. Mohon waktu ya,” kata Shinto, Jumat sore, 17 Juni 2022.

Sementara Plt. Wakapolresta Serang Kota, AKBP Wahyu Imam kepada wartawan memastikan status Nikita Mirzani masih saksi sama seperti yang disampaikan saat konferensi pers Rabu lalu.

“Pertama kami memonitor adanya dokumen yang beredarnya di media sosial mengenai status saudari NM sebagai tersangka. Maka kami menjawab saudari NM belum tersangka. Masih saksi sama seperti yang disampaikan pada press conference pada hari Rabu,” katanya.

“Kedua, kalau pun ada kebocoran dokumen kami akan melakukan penyelidikan,” sambungnya.

Kasus yang menyeret Nikita Mirzani bermula dari laporan Dito Mahendra, pacar Nindy Ayunda di Polresta Serang Kota pada tanggal 16 Mei 2022.

Nikita dilaporkan Dito Mahendra atas tuduhan pencemaran nama baik seperti diatur dalam UU ITE. Objek dalam pelaporan Dito Mahendra adalah konten yang ada di instastrory Nikita Mirzani.

Terkait kasusnya tersebut, Shinto mengatakan, Nikita Mirzani sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik Polresta Serang Kota.

Saat penyidik tertahan di luar rumah Nikita Mirzani, Polda Banten meminta agar Nikita kooperatif dengan para penyidik. Belakangan, Nikita melalui kuasa hukumnya menyebut, tertahannya penyidik di luar rumah karena ada kesalahpahaman.

Editor: Fariz Abdullah

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler