Connect with us

Berita Utama

Asyik! MRT Akan Tembus Kelapa Dua dan Balaraja, Tangerang Megapolitan Sudah di Depan Mata?

Published

on

Kereta Bandara Soetta

MRT direncanakan akan melintasi Kecamatan Kelapa Dua hingga Balaraja, Kabupaten Tangerang. Foto ilustrasi: Kereta Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. (Istimewa)

Jakarta – Penyematan Megapolitan untuk wilayah Tangerang atau Tangerang Megapolitan sepertinya bukan hal mengawang-awang.

Setapak demi setapak langkah zaman menuju Tangerang Megapolitan sudah terlalui, dan kekinian kondisi itu sudah berada di depan mata menyusul rencana PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tengah merencanakan pengembangan MRT Fase 3 yang disebut MRT East-West Line.

Salah satu pra-syarat Kota Megapolitan, di antaranya hadirnya moda transportasi modern yang menghubungkan kota-kota metropolis di dalamnya.

Lalu, apa hubungan rencana MRT ini dengan Tangerang?

Lintasi Kelapa Dua – Balaraja

Dikutip BantenHits.com dari Kompas.com, Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan, MRT East-West Line merupakan penyebutan untuk proyek MRT Fase 3.

BACA :  Ditetapkan Tersangka Kasus Suap, Wali Kota Cilegon Tak Terjaring OTT

“Sekarang ini kita masih menyebutnya Fase 3 tapi mungkin ke depannya kita akan menyebutnya dengan East-West Line, jadi ada yang North-South Line dan East-West Line,” jelas William dalam media briefing, Kamis, 30 Juni 2022 seperti dilansir Kompas.com.

Proyek MRT Fase 3 ini merupakan proyek lanjutan MRT Jakarta. Proyek ini disebut membutuhkan pembiayaan sebesar Rp 160 triliun.

MRT East-West Line sendiri terbagi menjadi Fase 1 mencakup area DKI Jakarta dan Fase 2 meliputi Banten dan Jawa Barat.

Proyek MRT East-West Line Fase 1 terbagi lagi menjadi Stage 1 sepanjang 24,527 kilometer dan Stage 2 sepanjang 9,237 kilometer.

MRT East-West Line Fase 1 Stage 1 akan melalui Tomang, Dukuh Atas, Senen, Perintis hingga Medan Satria.

Untuk MRT East-West Line Fase 1 Stage 2 hanya akan melalui Tomang dan Kembangan.

BACA :  Temukan Tulang Belulang, Polisi Buka Kantong Jenazah Baru

Sedangkan untuk MRT East-West Line Fase 2 terbagi menjadi EW Banten sepanjang 29,900 kilometer dan EW West Java sepanjang 20,438 kilometer.

Untuk rutenya, MRT EW Banten akan melalui Kembangan, Kelapa Dua hingga Balaraja di pemberhentian terakhir.

Sementara untuk MRT EW West Java akan melalui Medan Satria dan Cikarang sebagai pemberhentian terakhir.

“Kalau ini feasibility study sudah dikerjakan. Basic engineering design-nya sedang dilakukan khusus untuk Stage 1 oleh Japan International Cooperation Agency (JICA),” ujar William.

Pendanaan Rp 160 triliun

William menjelaskan, proyek ini membutuhkan pembiayaan senilai Rp 160 triliun.

Pembangunan MRT East-West Line ini sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM serta pengurangan emisi.

Rencananya akan disediakan 3 depo operasional di MRT East-West Line. Estimasi penumpangnya juga akan mencapai 1,2 juta per hari.

BACA :  Kikis Pandangan Jadi Tempat Maksiat, Pemkot Gelar MTQ di Alun-alun Serang Barat

Selain itu, pembangunan MRT East-West Line ini juga akan mencakup 49 kawasan Transit Oriented Development (TOD)

Dengan estimasi anggaran 10 kali lipat dan panjang 5,5 kali lipat dari MRT Fase 1, akan butuh waktu sangat lama jika dikerjakan dengan pendekatan yang lalu.

Oleh karena itu MRT Jakarta membuka peluang kolaborasi pinjaman pendanaan bersama pihak lain, seperti Jepang yang dikabarkan tertarik pada proyek ini.

Dilirik Jepang

Pemerintah Jepang dikabarkan tertarik untuk memberikan pinjaman pendanaan proyek MRT East West Line Fase 1 Stage 1 sepanjang 24,527 kilometer.

“Jadi belum dapat pendanaan. Sedangkan yang ke-1 kemarin saat kita ke Jepang dikomitmenkan oleh Pemerintahnya. Jadi kita sedang menunggu komitmen formalnya karena kemarin itu baru komitmen verbal,” pungkas William.

William berharap dengan adanya kolaborasi ini bisa mempercepat dimulainya pembangunan.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler