Connect with us

Berita Terbaru

Bergetar Hati Melihat Kondisi Nenek Bariah, Diamuk Tetangga Secara Membabi-buta Gara-gara Ini

Published

on

Nenek Bariah mengalami luka di beberapa bagian setelah dianiaya Tetangganya sendiri. (Bantenhits/Muhammad Uqel)

Serang- Seorang nenek bernama Bariah (80) warga kampung Bolang Pulo, Desa Bolang, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang diduga mendapat tindakan penganiayaan oleh tetangganya sendiri.

Menurut saksi mata yang enggan disebutkan namanya, kejadian itu bermula pada saat nenek Bariah sedang menyapu halaman rumahnya sekira pukul 08.00 WiB. Kemudian datang tetangganya bernama Odah untuk meminjam sapu. Lalu saat nenek Bariah hendak membuang sampah, ditengah jalan berpapasan dengan Maemanah (Terduga Pelaku) dan tak sengaja menyenggol lengannya.

“Lagi nyapu awalnya, terus sapunya dipinjem sama Odah tetangganya terus korban mau membuang sampah terus nyenggol tidak sengaja terus terjadilah keributan dan korban dipukul kepalanya pake wajan penggorengan. Bahkan, sekujur badan dipukuli oleh pelaku hingga tak sadarkan diri,” ungkapnya, Kamis 30 Juni 2022.

BACA :  Punya Inovasi Pelayanan Covid-19 dan Platform Mengajar Terbaik Sekolah Edukasi, Pemkot Tangerang Raih Penghargaan Indonesia Smart Nation Award

Odah, tetangganya yang meminjam sapu itu bergetar melihat nenek Bariah dipukuli di depan matanya lantaran memiliki riwayat lemah jantung. Ia berteriak meminta tolong, saat itu posisi saksi mata dari kejauhan dan langsung menghampiri untuk melerai. Bukannya berhenti, justru ia mendapat cakaran pada tangannya oleh pelaku.

“Jadi saya melihat itu dari dalam rumah, saat Odah tetangganya yang pinjem sapu itu teriak minta tolong saya langsung nyamperin mau misahin, malah saya dicakar,” terangnya.

Tak Terima Ibunya dianiaya, Umi Arna, salah satu anak dari nenek Bariah mendatangi kantor desa Bolang untuk melaporkan kejadian tersebut. Akhirnya di mediasi oleh Kepala Desa. Namun, upaya mediasi hingga beberapa kali tidak menemukan penyelesaian lantaran pelaku tidak punya itikad baik untuk meminta maaf.

BACA :  Perumahan Binong Permai Tangerang Kembali Dikepung Banjir

“Saya tidak Terima ibu saya diperlakukan seperti itu, udah dimediasi sama pak kepala desa tapi pelaku malah tidak ada permintaan maaf. Akhirnya saya langsung melaporkan ke Polres Serang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Bolang, Saefi mengatakan, sudah dilakukan upaya mediasi sampai beberapa kali. Namun, ketika dua belah pihak dipertemukan bukannya dapat diselesaikan malah justru semakin membuat kisruh.

“Terkecuali korban nya patah, ini kan tak seberapa. Pertama saya datangi rumah korban untuk mediasi. Kami memohon semaksimal mungkin diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi ketika saya datang ke rumah korban, nenek Bariah tidak ada di rumah ada di tangerang sama anaknya yang pertama,” katanya.

BACA :  Gapensi Lebak Bareng Warga Bangun Rumah Reot di Cilograng; Keluarga Tak Mampu dan Derita Gangguan Jiwa

Saefi menuturkan, penyebab sulitnya diselesaikan dengan mediasi kemungkinan antara pelaku dan korban memiliki dendam pribadi. Sehingga tidak bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan di kantor desa.

“Saya sudah lelah, upaya mediasi sudah ditempuh, desa sudah memfasilitasi namun tak kunjung selesai,” ujarnya.

Diketahui, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi setahun silam pada Januari 2021. Kasus itu kembali mencuat pada saat kedua pelaku menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Serang pada Rabu, 29 Juni 2022.

Editor: Fariz Abdullah



Muhammad Uqel Assathir menggeluti dunia jurnalistik sejak menjadi aktivis kampus. Uqel--begitu dia biasa disapa-- menghabiskan waktu selama kuliah untuk menyelami dunia pergerakan mahasiswa dan jurnalistik kampus. Pria asal Kabupaten Serang ini memiliki ketertarikan juga terhadap dunia desain.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler