Connect with us

Berita Terbaru

Lapor Pak Kajati, Proyek RTH di Cikeusik Tetap Dilanjut Meski Berdiri di Atas Lahan Warga

Published

on

Lokasi proyek RTH Disperkim Banten senilai Rp 6,1 Miliar di Kecamatan Cikeusik.(BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang- Proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, tetap dilanjutkan meski masih ‘Nangkring’ di lahan warga.

Diketahui sebelumnya Proyek sebesar Rp6,1 miliar yang dibangun oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Banten itu sempat dihentikan.

Namun pihak pelaksana proyek dari CV. Mandiri Berlian dan PT. Spectrum Tritama Persada sebagai konsultan pengawas kembali melanjutkan pekerjaan meski persolan lahan belum selesai.

“Proyek Disperkim Banten diatas areal milik warga kembali dilanjutkan, padahal menurut informasi dari ahli waris (Ahmad Suri) sampai saat ini belum ada komunikasi sama sekali dari pihak Dinas,” kata Koordinator Ekponen Pemuda Pandeglang, Nurjaya Ibo, Minggu 3 Juli 2022.

BACA :  Duh, Warga Salah satu Desa di Pandeglang Menikmati Kongkow dan Berenang dengan Tumpukan Sampah

Menurut Ibo, ahli waris mempunyai bukti putusan pengadilan tahun 1998 yang didalamnya mengatakan lahan tersebut milik H. Rasim orang tua dari Ahmad Suri.

Sementara dasar Disperkim melakukan proyek pembangunan RTH disana hanya memiliki surat pernyataan dari warga yang mengatakan bahwa tanah tersebut dibeli dari hasil iuran warga.

“Sejak kapan surat pernyataan seperti ini bisa dijadikan dokumen kepemilikan tanah. Saya jadi bertanya apa yang kemudian menjadi dasar proyek dilanjutkan? Hal ini tidak pernah disampaikan kepada publik bahkan kepada pemilik sah lahan tersebut,”
jelasnya.

Ibo mendesak agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten melakukan pemeriksaan kepada pihak Disperkim. Mengingat Ibo memprediksi negara akan dirugikan oleh proyek yang terkesan dipaksakan.

BACA :  Komunitas Offroad Serang Bangun Rumah Reyot Jadi Layak Huni

“Saya mengajak kepala Kejati Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak untuk segera melakukan pemanggilan terhadap para pejabat di lingkungan DPRKP Banten terkait persoalan ini, bagaimanapun potensi terjadinya kerugian negara sangat besar,” tutupnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler