Connect with us

Berita Terbaru

PMI Banten Bangun Klinik Hemodialisa, InsyaAllah Beroperasi 2023

Published

on

Jajaran pengurus PMI Banten berfoto bersama. PMI Banten membangun Klinik Hemodialisa yang ditargetkan akan beroperasi 2023.(BantenHits.com/ Muhammad Uqel)

Serang – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten tengah membangun Klinik hemodialisa yang berlokasi di markas PMI Banten di Jalan Raya Serang – Jakarta KM.5, Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten. 

Pembangunan klinik tersebut bagian daripada program kerja PMI Banten dalam membantu pemerintah melalui bidang kesehatan.

Ketua PMI Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pembangunan klinik hemodialisa merupakan amanat pemerintah pusat yang tertuang dalam undang-undang No 1 tahun 2018 yang berkaitan dimana tugas PMI sebagai Mitra pemerintah dalam bidang penanganan bencana alam dan kesehatan. 

“Salah satunya kesehatan dan ini kita wujudkan pembangunan klinik. Dan kita lihat untuk masyarakat yang mengidap gagal ginjal cukup banyak dan melakukan transfusi darah itu banyak sekali. Pembangunan klinik hemodialisa ini untuk membantu pemerintah dalam melayani masyarakat,” kata Tatu usai meletakkan batu pertama di markas PMI Banten, Rabu 13 Juli 2022.

BACA :  Bayi Dikerubungi Semut dan Belatung Ditemukan Masih Hidup di Kebun Sawit Rawasari Pandeglang

Dikatakan Tatu, pembangunan klinik ini menggunakan anggaran dari dana hibah pemerintah provinsi Banten sebesar 1,6 miliar dengan target selesai pada tahun 2023 untuk pembangunan satu lantai terlebih dahulu. 

“Ini targetnya satu lantai dulu 2023 insya Allah bisa mulai beroperasi, karena anggaran untuk satu lantai sudah terpenuhi. Jadi dana hibah dari pemerintah provinsi salah satunya digunakan untuk pembangunan ini,” ujarnya. 

Selain itu, kata Tatu, PMI provinsi Banten juga telah menyerahkan mobil untuk Unit Donor Darah (UDD) kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang. Sementara untuk UDD yang lainnya diberikan alat dan beasiswa sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah. 

“Tadi juga sudah serah Terima mobil untuk UDD di kabupaten Serang, lebak, dan pandeglang. Dan UDD lainnya ada yang minta alat dan beasiswa sesuai kebutuhan masing-masing,” katanya. 

BACA :  Penganiayaan Adik Artis Fadli-Fadlan di Tangerang Sudah Direncanakan

Tatu menjelaskan, untuk SDM pelayanan pada klinik hemodialisa ini dari PMI provinsi Banten yang berprofesi sebagai dokter. Ia mengaku, pembangunan klinik hemodialisa kali ini hanya untuk 6 bet kapasitas dengan luas 200 meter persegi. 

“Untuk sekitar sini tidak terlalu jauh nanti kita bekerjasama dengan BPJS di maping untuk yang cuci darah itu berkelanjutan nanti masyarakat sekitar sini agar tidak terlalu jauh. Ini baru pertama PMI di Banten,” ungkapnya. 

Sementara Ketua Bidang Organisasi PMI Banten, Nur Amrin mengatakan, proses pembangunan klinik hemodialisa ini merupakan hasil daripada konsultasi dengan PMI pusat dan melakukan pembelajaran di PMI Solo.

Menurutnya, perencanaan pembangunan serta pelayanan sudah disiapkan hasil konsultasi di PMI solo. 

“Setelah PMI solo kami dapat rekomendasi berbagai hal tentang klinik hemodialisa termasuk konsultan spesialis di bidang hemodialisa,” ujarnya. 

BACA :  Bocah 4 Tahun Hilang Terseret Arus Kali Sabi; Penyebab Awalnya Bikin Geleng-geleng Kepala

Dikatakan Amrin, perencanaan pembangunan dari mulai arsitektur telah disesuaikan dengan peraturan kementrian kesehatan. Namun, ia menegaskan klinik ini masih belum bisa untuk menambah pendapatan PMI provinsi Banten. 

“Ini belum bisa dikatakan sebagai menambah pendapatan PMI, karena prinsip kami memang ini perefalansi masyarakat penyakit ginjal akut yang membutuhkan transfusi darah, cuci darah, itu sekarang setiap tahun meningkat dari 0,2 % hingga 0,3 % menurut data kemenkes tahun 2018,” ungkapnya. 

Menurut Amrin, dengan dibangunnya klinik hemodialisa ini merupakan bagian penting untuk membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. 

“Tetap bayar, tapi ada BPJS kesehatan, ada pasien biaya iyuran dan mandiri Insya Allah tahun depan bisa operasi,” ujarnya. 

“Ini proses pembangunan dengan instalasi nya dulu, kalau untuk alat insya allah kami sudah punya donatur untuk memaksimalkan pelayanan,” imbuhnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Muhammad Uqel Assathir menggeluti dunia jurnalistik sejak menjadi aktivis kampus. Uqel--begitu dia biasa disapa-- menghabiskan waktu selama kuliah untuk menyelami dunia pergerakan mahasiswa dan jurnalistik kampus. Pria asal Kabupaten Serang ini memiliki ketertarikan juga terhadap dunia desain.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler