Connect with us

Berita Terbaru

Pemkab Pandeglang Pastikan Tambak Udang di Rancapinang Tak Gunakan Lahan Produktif

Published

on

Sawah hijau di Pandeglang dirusak alat berat. Pemilik dikabarkan akan merubah sawah produktif tersebut menjadi tambak udang yang belum terbit izinnya. (Istimewa)

Pandeglang – DPUPR Kabupaten Pandeglang memastikan lahan pertanian yang dijadikan tambak udang di Desa Rancapinang,  Kecamatan Cimanggu, bukan lahan pertanian produktif atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Diketahui pembangunan tambak udang milik PT. Laksa Intan Sukses Makmur Abadi itu berdiri di atas lahan seluas 90 hektar. Meski belum mengantongi izin, tambak udang tersebut sudah melakukan pengolahan lahan.

Kasi Tata Ruang di DPUPR Pandeglang, Roni Boy Kurniawan mengatakan, belum lama ini masuk permohonan informasi kesesuaian ruang dari pihak perusahaan tambak udang dengan luas 90 hektar. 

BACA :  Sidak Pelayanan Rumah Sakit, Rano Karno Diserbu Anak-anak

Setelah itu pihaknya langsung ke lokasi untuk memastikan lahan yang digunakan sesuai peruntukanya dengan pola ruang.

“Lokasi yang di mohon oleh perusahaan tersebut seluas 90 hektar. Setelah kita cek di pola ruang yang 30 hektar ini sawah, 40 hektar perkebunan dan 20 hektar sepadan pantai,” kata Roni, Jumat 15 Juli 2022.

Menurut Roni, pihaknya sudah berkooridinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pandeglang kaitan lahan sawah yang digunakan untuk pembangunan tambak udang tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Pertanian lahan tersrbut bukan LP2B.

“Kam bersurat ke Dinas Pertanian, ini lahan LP2B bukan? setelah itu ada jawaban bahwa lokasi tersebut yang 30 hektar bukan sawah produktif (LP2B). Secara aturan memang boleh (Alih fungsi),” tutupnya.

BACA :  Puluhan Sekolah di Kota Serang Ikuti Bintek Wujudkan Adiwiyata

Meski lahan yang digunakan tak melabrak LB2B namun pembangunan tambak tersebut belum mengantongi izin. Warga meminta agar peusahaan menghentikan sementara proses pembangunan sampai izin keluar.

“Harusnya jangan dulu ada pengolahan lahan sampai izin nya keluar. Setelah itu (Izin Keluar) baru lakukan proses pembangunan,” singkatnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler