Connect with us

Berita Utama

Pengangkatan Eniyati Jadi Direktur RSUD Berkah Pandeglang Diduga Labrak UU dan Permenkes

Published

on

Ilustrasi: RSUD Berkah Pandeglang. (Dok. BantenHits.com)

Pandeglang – Himpunan Mahasiswa Pandeglang Selatan (HMPS) menyoroti pengangkatan Eniyati sebagai Direktur RSUD Berkah Kabupaten Pandeglang, Banten belum lama ini. 

Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaaten Pandeglang itu diangkat menjadi Direktur karena lolos seleksi open biding. Meski demikian, HMPS menilai, pengangkatan Eniyanti cacat administrasi karena melanggar undang-undang.

Ketua HMPS Agung Lodaya menjelakan, dalam Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 3 tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit mengharuskan direktur rumah sakit seorang tenaga medis.

“Sementara ibu Eniyati ini bukan tenaga medis, beliau itu para medis. Pengangkatan direktur ini cacat administrasi karena melanggar Undang-undang dan Permenkes,” ungkap Agung Lodaya, Selasa, 19 Juli 2022.

BACA :  Mekanik Alat Berat Tewas Tertimbun Muatan Kapal di Pelabuhan PT KBS Cilegon

Agung menyarankan Bupati Pandeglang, Irna Narulita kembali mencabut posisi Eniyati sebagai direktur. Supaya tidak menimbulkan kecurigaan bahwa pengangkatan ini syarat akan kepentingan.

“Harusnya ibu Bupati bijak. Meskipun Eniyati lolos seleksi, tapi beliau itu para medis, jangan main angkat saja. Lebih baik copot lagi posisi beliu lakukan seleksi ulang,” tutupnya.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pandeglang, Moch Amri mengakui bahwa pengangkatan Direktur RSUD Berkah Pandeglang Eniyati tak sesuai regulasi.

Amri betalasan Eniyati diangkat menjadi Direktur lantaran dua tenaga medis yang mengikuti open biding tak lolos seleksi. Sedangkan, Eniyati meski dari para medis lolos.

“Betul bahwa di Permenkes syarat direktur rumah sakit itu harus medis. Setelah dengan ketentuan dokter (Ikut open biding) dua-duanya tidak ada yang memenuhi syarat. Namun yang memenuhi syarat adalah para medis (Eniyanti),” kata Moch Amri.

BACA :  Bayi dalam Tas Merah di Tempat Sampah

Menurut Amri, pengangkatan Eniyati untuk mengisi kekosongan yang sudah lama dialamo RSUD Berkah. Sehingga Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengangkat pejabat yang telah memenuhi syarat hasil seleksi jabatan yang dilakukan bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN).

“Mengingat rumah sakit yang emergency pelayanannya, dari pada dikosongkan diisi saja dulu yang lulus tes,” terang Amri.

Meski demikian BKPSDM akan melakukan seleksi ulang supaya sesuai dengan kriteria Permenkes. Amri juga menegaskan, pengangkatan Eniyati tidak akan mempengaruhi perpanjangan akreditasi RSUD Berkah yang telah habis. 

“Sambil menunggu sesuatu aturan Permenkes bahwa harus dokter, maka (peserta yang tidak memenuhi syarat ) akan kita ikutkan kembali. Kalau akreditasi tetap bisa, makanya kita harus secepatnya harus sesuai dengan Permenkes,” tutupnya.

BACA :  Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Aktifkan 160 Pintu Air

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler