Connect with us

Berita Terbaru

UNICEF Sebut Bupati Ini Satu-satunya Kepala Daerah di Indonesia yang Peduli Manajemen Kesehatan Menstruasi bagi Pelajar 

Published

on

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Perwakilan UNICEF Indonesia M. Zainal berfoto seusai penandatanganan MoU antara Pemkab Tangerang dengan UNICEF terkait manajemen Kesehatan menstruasi bagi pelajar di sekolah, Senin, 25 Juli 2022.(Foto: tangerangkab.go.id)

Tangerang – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar disebut satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang peduli terhadap manajemen kesehatan menstruasi bagi pelajar di sekolah. 

Hal tersebut disampaikan Perwakilan UNICEF Indonesia M. Zainal seusai penandatanganan MoU antara Pemkab Tangerang dengan UNICEF di GSG Puspem Kabupaten Tangerang, Senin, 25 Juli 2022.

MoU tersebut berkenaan dengan program berkelanjutan dalam kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dan manajemen kesehatan menstruasi melalui aplikasi OKY di sekolah. 

Edukasi kesehatan reproduksi dan manajemen kesehatan menstruasi bagi pelajar di Kabupaten Tangerang menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Tangerang dan UNICEF.

“Saya bersyukur dan berterima sekali kasih sekali pada Pemkab Tangerang dan Bupati Zaki. Karena Bupati Tangerang lah, satu-satunya yang menunjukkan komitmen nyata tentang edukasi kesehatan menstruasi kepada anak-anak didik kita. Dan satu-satunya kepala daerah yang benar-benar peduli,” kata Zainal seperti dilansir dalam laman resmi Pemkab Tangerang.

BACA :  Tatu Gelontorkan Rp 4 M Dana Tak Terduga untuk Rehabiitasi Rumah Warga Terdampak Tsunami

Terinspirasi Kabupaten Tangerang

Meurut Zainal, kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan menstruasi itu sangat penting untuk percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurut dia, masih banyak yang menganggap masalah menstruasi sebagai hal sepele bahkan dianggap sebagai hal yang kotor dan menjadi urusan perempuan semata.

Zainal juga menambahkan hampir 80% anak-anak tidak mengetahui informasi yang benar tentang pentingnya pengelolaan menstruasi, sehingga banyak di antara mereka hanya mengandalkan pengalaman atau tradisi.

Di sisi lain, yang menjadi persoalan adalah masih adanya sekolah yang belum menyediakan fasilitas memadai, kususnya adanya sanitasi sekolah yang menyiapkan hal-hal tersebut. 

“Untuk itu UNICEF pada tahun 2020 berupaya mengatasi masalah ini dengan mengembangkan aplikasi yang namanya OKY. Aplikasi ini sengaja dikembangkan di Indonesia dengan melibatkan remaja putri di Indonesia maupun Mongolia. Dan beberapa sampel diantaranya berasal dari Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

BACA :  Gasak Inventaris Milik SMP Pembangunan Cilegon, MI Digelandang ke Kantor Polisi

Zainal mengatakan bahwa sejarah OKY tersebut lahir dan terinspirasi dari Kabupaten Tangerang.

Menurut dia, OKY adalah aplikasi yang sangat menyenangkan buat remaja putri karena remaja putri dapat memonitor periode menstruasinya sehingga mereka dapat mempersiapkan menstruasinya secara lebih baik. Aplikasi OKY juga memberikan informasi yang menyeluruh soal menstruasi.

Komitmen Pemkab Tangerang

Zaki mengatakan, penandatanganan MoU dengan UNICEF semakin menguatkan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap edukasi kesehatan terutama manajemen kesehatan menstruasi (MKM) bagi anak-anak terutama di sekolah.

“Sekolah adalah tempat untuk memberikan informasi yang lengkap, bukan hanya pendidikan dan pengetahuan, tapi mengenai kesehatan atau pun pengelolaan menstruasi bagi anak-anak yang harus sudah mulai dilakukan di sekolah,” jelas Zaki.

BACA :  Airin Terima Penghargaan dari Sindo Weekly

Zaki meminta agar sekolah menitikberatkan seluruh kegiatan positif di sekolah sebagai tempat mendidik.

Menurut dia, sekolah bukan hanya akademik tetapi juga pembangunan karakter anak-anak sebagai generasi penerus menjadi generasi tangguh, unggul dan berdaya saing.

“Melalui momen kali ini, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak ibu kepala sekolah negeri maupun madrasah karena berkat bapak ibu lah program manajemen kesehatan menstruasi bisa tersosialisasikan, bisa terjalankan dengan baik di sekolah-sekolah di Kabupaten Tangerang,” ucapnya.

Terkait tentang gizi buruk maternal dan neonatal serta mengenai kesehatan masyarakat, lanjutnya, kunci semua itu ada di pendidikan.

Masalah ini, kata dia, menjadi tanggung jawab bersama untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak bukan hanya sisi akademik sehingga mereka nanti siap menghadapi persoalan-persoalan kesehatan yang akan mereka hadapi.

“Maka dari itu bapak/ibu kepala sekolah sekalian, fasilitas sarana dan prasarana yang sudah dibangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang wajib hukumnya dipelihara dengan baik, salah satunya adalah sanitasi sekolah kita,” pintanya.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler