Connect with us

Berita Terbaru

Jatuh di Laut Lalu Hilang Enam Hari, Nelayan Pandeglang Ditemukan Selamat Setelah Lakukan Ini

Published

on

Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi nelayan Pandeglang yang hilang enam hari di Perairan Pulau Peucang. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Driman (30), nelayan Pandeglang yang enam hilang di Perairan Pulau Peucang, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat, Sabtu, 30 Juli 2022.

Warga Kampung Cicadas, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang ini ditemukan di Pulau Handeuleum usai terjatuh dari KM Sumber Sari 2 di wilayah Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) pada Minggu, 24 Juli 2022.

Kepala Kantor SAR Banten, Adil Triayanto mengatakan, korban berhasil selamat usai terjatuh. Saat terjatuh korban berusaha untuk berenang hingga ke Pulau Handeuleum.

BACA :  Tak Mau Berlarut-larut, Irna Ingin Kasus Tunjangan Daerah Cepat Selesai

“Korban berhasil selamat dengan cara berenang sampai ke Pulau Handeuleum,” kata Adil Triyanto, Sabtu 30 Juli 2022.

Menurut Adil, tim SAR gabungan juga sudah menjemput korban dari Pulau Handeleum untuk diserahkan pada keluarga korban yang sudah menunggu di Kantor Kecamatan Sumur.

“Alhamdulillah korban sampai di dermaga TNUK Tamanjaya, Sumur dan diserahkan ke keluarga korban dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Meski ditemukan dalam keadaan selamat, kata Adil, kondisi korban saat ini masih dalam keadaan syok sehingga masih butuh istirahat dan penanganan dari kesehatan. 

“Korban dalam keadaan sehat dan masih trauma,” tutupnya. 

Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian nelayan Pandeglang yang hilang di Pulau Peucang. (Istimewa)

Terkendala Gelombang Tinggi

BACA :  Dua Kasat dan Lima Kapolsek di Cilegon Diganti; Diminta Tegakkan Hukum dan Ayomi Masyarakat

Pencarian dilakukan Tim SAR gabungan sejak mendapatkan laporan adanya seorang nelayan yang hilang disapu gelombang tinggi di periaran Pulau Peucang, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

“Kami mendapatkan laporan nelayan hilang itu kemarin (Minggu), kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan pencarian,” kata Kepala Basarnas Banten Adil Triayanto, Senin, 25 Juli 2022.

Adil mengaku kesulitan dalam melakukan pencairan korban. Hal ini karena gelombang laut di wilayah tersebut masih tinggi, sehingga proses pencairan memerlukan waktu lama.

“Saat pencarian kemarin tim SAR gabungan terkendala oleh kondisi laut yang bergelombang hingga 1.5 M membuat jarak pandang khususnya yang berada di alut yang digunakan pencarian menjadi terbatas,” jelasnya.

BACA :  Pemkot Cilegon Tetapkan Kamis sebagai Hari Berbahasa Jawa Cilegon

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler