Connect with us

Berita Utama

Muncul Ikon Baru di Indonesia; Ganjar-Erick, Anies-AHY dan Puan-Andika Tumbang Semua

Published

on

Prabowo Subianto saat disambut ‘elang-elang’ penjaga langit NKRI di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur. (Foto: Kompas.com/ Istimewa)

Jakarta – Sejumlah tokoh yang digadang-gadang akan menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024 ternyata tumbang semua.

Berdasarkan survei kekinian Media Survei Nasional (Median), pasangan Ganjar Pranowo-Erick Thohir hanya mampu meraup elektabilitas 19,5 persen, Anies Baswedan- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh elektabilitas 18 persen, disusul Puan-Andika yang memperoleh 13,4 persen.

Dalam hasil survei yang diumumkan Senin, 1 Agustus 2022, pasangan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mampu menduduki posisi teratas dengan raihan elektabilitas 24,1 persen.

Berdasarkan survei eletabilitas yang dilakukan, pasangan Prabowo-Cak Imin mampu mengungguli seluruh pasangan dalam empat skenario pasangan capres-cawapres yang kemungkinan muncul pada Pilpres 2024,” kata peneliti Median, Ade Irfan Abdurrahman dalam paparannya, Senin, 1 Agustus 2022 seperti dikutip BantenHits.com dari CNNIndonesia.

BACA :  Karangan Bunga di Polres Tangerang, Minta Polisi Hukum Seberat-beratnya Pelaku Persekusi

Ikon Baru Kekuatan Nasionalis-Religius

Sehari sebelumnya, Direktur Eksekutif TRUST Indonesia Consulting Azhari Ardinal menyebutkan, wacana koalisi Gerindra dan PKB dinilai bakal menjadi warna baru dalam konstelasi politik nasional.

Bahkan kerja sama dua partai tersebut bisa menjadi ikon baru bersatunya kekuatan nasionalis-religius dalam Pemilu Serentak 2024.

“Jika koalisi Gerindra dan PKB benar-benar terealisasi secara formal maka akan membuat warna baru dalam peta kontestasi menjelang Pemilu 2024. Ini merupakan langkah cerdik dari Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto maupun Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar untuk menyatukan kekuatan nasionalis-religius dalam satu poros kerja sama politik,” ujar Direktur Eksekutif TRUST Indonesia Consulting Azhari Ardinal, Minggu, 31 Juli 2022 seperti dilansir SindoNews.com.

Skenario Empat Pasangan

BACA :  Ada Bahan Bahan Baku Gula Tumpah, Pintu Tol Cilegon Timur Ditutup

Kembali ke hasil survei Median. Dalam surveinya itu, Median membuat empat skenario pasangan capres cawapres di Pilpres 2024. Jumlah itu diambil berdasarkan potensi empat poros dalam dinamika politik yang berkembang beberapa waktu terakhir.

Keempat poros masing-masing, pertama PDIP; Kedua, Partai Golkar, PAN, PPP; Ketiga Partai NasDem, PKS, dan Demokrat. Keempat Gerindra dan PKB.

“Kenapa kita memilih empat? Karena berdasarkan analisis kemungkinan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berkembang di media massa,” ujar Ade.

Dari masing-masing poros tersebut kemudian menjagokan beberapa nama potensial. Poros pertama, PDIP, ada nama Puan Maharani yang diduetkan dengan beberapa nama seperti Andika Perkasa, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, hingga Sandiaga Uno.

Lalu, poros kedua ada nama Ganjar yang diduetkan dengan sejumlah nama lewat koalisi KIB. Poros ketiga, lewat rencana koalisi Nasdem yang menjagokan Anies diduetkan dengan AHY. Lalu, poros keempat dengan koalisi Gerindra yang menjagokan Prabowo dengan Cak Imin.

BACA :  Masa Jabatan Tatu-Pandji Berkahir Besok, Pemkab Serang Dijabat Plh

Hasilnya, duet Prabowo-Cak Imin unggul dengan perolehan 24,1 persen, disusul Ganjar-Erick dengan 19,5 persen, Anies-AHY memperoleh elektabilitas 18 persen, disusul Puan-Andika yang memperoleh 13,4 persen.

Dalam skenario kedua, Prabowo-Muhaimin juga unggul dengan perolehan 24,5 persen dari pasangan Puan-Ridwan Kamil 14,0 persen; dan pasangan Ganjar-Andika meraih 20 persen.

“Dari hasil skenario itu, elektabilitas Prabowo dan Cak Imin jauh unggul dibandingkan dengan figur lain,” kata Ade.

Survei Median melibatkan 1.500 responden yang tersebar di 34 provinsi. Survei dilaksanakan pada 21-27 Juli 2022 dengan metode penelitian non probability sampling, dan kuesioner berbasis Google Form yang disebarkan melalui media sosial Facebook dengan target pengguna aktif berusia 17-60 tahun.

Editor: Fariz Abdullah

 

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler