Connect with us

Berita Utama

Beda dengan Citayam yang Viral, Cikolelet Lebih Natural sampai Menparekraf Berikan Anugerah yang Fenomenal

Published

on

Bupati Serang Ratu Ratu Chasanah ikut menumbuk di atas lesung bersama warga saat membuka Festival Desa Cikolelet yang digelar 3 – 31 Agustus 2022.(Istimewa)

Serang – Mendengar suara lesung bertalu diiringi kokok ayam di tengah suasana pedesaan yang sendu adalah momen langka yang jarang didapat masyarakat perkotaan.

Menjauh dari bising kendaraan dan rutinitas harian yang membuat jenuh adalah cara masyarakat perkotaan melakukan healing, sebuah istilah kekinian untuk mereka yang ingin menepi dari keramaian.

Nah, di Desa Cikolelet semua suasana pedesaan yang langka itu Anda bisa dapati setiap hari. Bukan seremonial. Semuanya mengalir secara natural.

Anda akan lebih beruntung lagi jika berkunjung ke Desa Cikolelet pada saat sedang digelarnya Festival Desa Wisata Cikolelet seperti saat ini.

Beragam seni permainan tradisional yang mungkin hanya tinggal tersisa dalam ingatan Anda, bisa disaksikan di Desa Cikolelet seperti
egrang, bendrong lesung, congklak beregu, tarik tambang, dan panjang pinang. Kemudian pentas seni Rudat, Calung, dan Pencak Silat.

BACA :  KPK ke Pelapor Dana Hibah Ponpes di Banten: Apakah Gubernur Sudah Dimintai Keterangan?

Tertunda Akibat Pandemi COVID-19

Setelah tertunda akibat pandemi COVID-19, Festival Desa Wisata Cikolelet kembali digelar mulai tanggal 3 hingga 31 Agustus mendatang.

Pembukaan festival dilakukan langsung Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan berlangsung meriah, Rabu, 3 Agustus 2022.

“Festival Desa Wisata Cikolelet ini yang kedua, sebelumnya pernah digelar sebelum pandemi. Sekarang baru dimulai lagi. Potensi di Desa Wisata Cikolelet ini luar biasa, dan masyarakatnya digerakan untuk menyukseskan acara ini,” ujar Tatu kepada wartawan. 

Sekadar diketahui, Desa Wisata Cikolelet merupakan peraih penghargaan Desa Wisata Rintisan dan Desa Wisata Favorit pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Penghargaan tersebut diberikan langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno. 

Menurut Tatu, Festival Desa Wisata Cikolelet bukan sekadar seremonial. Wisatawan bisa menikmati pemandangan alam yang asri, berbagai seni tradisional, dan sejumlah suasana yang tidak bisa dinikmati di kota.

BACA :  Cara Agar Listrik Murah di Indonesia Bisa Terwujud Dibeberkan Anggota DPR RI dari Dapil Banten

“Ada berbagai paket pariwisata, dan memanjakan wisatawan yang datang. Berbagai produk UMKM juga tersedia sebagai oleh-oleh,” ujarnya. 

Tatu menyatakan, Pemkab Serang terus mendorong sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengembangkan desa wisata. Untuk desa yang lain, kata Tatu, Kepala Desa Cikolelet Ojat Darojat harus membantu dan menjadi mentor. Apalagi ada 22 desa yang sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata Rintisan. 

“Pak Ojat harus menjadi mentor para kepala desa yang ingin maju. Agar seluruh desa bisa mandiri secara ekonomi. Jadi bisa menciptakan lapangan pekerjaan di desa. Desa maju dan sejahtera,” ujarnya. 

Pemprov Siap Bersinergi

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Al Hamidi menyatakan siap membantu dan bersinergi dengan Pemkab Serang dalam menyukseskan Festival Desa Wisata CIkolelet dan pengembangan desa wisata yang lain.

“Nanti ada bantuan-bantuan untuk pengembangan desa wisata. Termasuk pengembangan homestay,” ujarnya. 

Kepala Desa Cikolelet, Ojat Darojat mengatakan, Festival Desa Wisata Cikolelet digelar dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus pelestarian seni budaya lokal.

BACA :  Anggota Keluarga Jayabaya Ini Rela Pasang Badan Agar Buruh Dibebaskan; Kerusakan di Ruang Wahidin Halim Bakal Diganti

“Pariwisata Kabupaten Serang yang paling dikenal adalah Anyer dan Cinangka. Di dekat wisata pantai ini ada Desa Wisata Cikolelet,” ujarnya. 

Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan hampir sebulan yakni, lomba tradisional egrang, bendrong lesung, congklak beregu, tarik tambang, dan panjang pinang. Kemudian pentas seni Rudat, Calung, dan Pencak Silat. Ada juga tradisi Ngagurah Dano, ribuan masyarakat turun ke sungai untuk menangkap ikan.

“Kami sajikan juga tradisi Prahprahan yang dilaksanakan setiap bulan Muharam,” ujar Ojat. 

“Ada juga lomba video konten kreatif dan parade band. Kemudian kami mengundang pecinta motokros. Sudah 500 peserta yang sudah mendaftar, bahkan ada dari Tangerang, Lampung, dan Jogjakarta. Jadi kami mengundang dari luar daerah,” sambungnya.

Ojat bersyukur, Bupati Serang terus membantu kemajuan Desa Cikolelet. Bahkan bisa e menjadi tempat penelitian sejumlah perguruan tinggi. Salah satunya didampingi oleh Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.

“Butuh sinergitas pelaku dan pengelola wisata dalam mengembangan desa wisata. Bersama melestarikan budaya dan menciptakan desa mandiri,” ujarnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler