Connect with us

Berita Terbaru

Bicara Pemimpin Kelas Dunia, Elite PDIP Ngaku Kagum dengan Prabowo yang Pidato tanpa Teks di Forum Internasional

Published

on

Menhan Prabowo Subianto saat menghadiri Forum Dialog The 17th International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue 2021. Dalam kesempatan itu,
Prabowo menyerukan agar pemimpin dunia lindungi HAM dan peduli minoritas.(Foto: detik.com/ Twitter resmi ISS Manama)

Jakarta – Menteri Pertahanan RI yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dinilai memiliki kemampuan yang mumpuni.

Hal tersebut diungkapkan politikus PDI Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon dalam acara Lingkar Diskusi Indonesia bertajuk ‘Mengukur Peluang 3 Figur Poros Utama di Pilpres 2024’, Rabu, 3 Agustus 2022.

Menurut Efendi, Indonesia membutuhkan pemimpin yang berkualitas di masa mendatang. Effendi menyinggung sosok Prabowo Subianto saat dirinya membicarakan sosok pemimpin kelas dunia.

BACA :  Iming-imingi Uang, Kakek Bejat Cabuli 4 Bocah di Cilegon

“Kalau kita lihat perjalanan bangsa ini yang dilihat setara Korea-lah. Umurnya hanya beda 2 hari tapi dia 7 besar dunia. Kita 5 besar dalam jumlah orang bukan kualitas. Apa yang salah? Umur sama, kok mereka luar biasa. Saya harap pemimpin carilah yang punya kualitas. Saya jujur Pak Prabowo oke dalam akademis,” kata Effendi dalam acara itu seperti dikutip BantenHits.com dari detik.com.

Effendi memuji kemampuan berbicara Prabowo dalam bahasa Inggris saat di forum internasional. Dia menyoroti Prabowo yang mampu menyampaikan pidato dalam bahasa tersebut tanpa menggunakan teks.

“Kalau di forum internasional tanpa teks bahasa Inggris-nya. Dia mampu sampaikan konsep tanpa bawa iPad. Kita harus punya juga pemimpin setara kelas dunia,” kata Effendi.

BACA :  Cerita SR Pemuda di Tanara yang Kaget saat Digerebek Polisi Tengah Menikmati Sabu Hasil "Ngebetrik" dari Jualannya

Effendi kemudian mengungkit biaya penyelenggaraan pemilu yang menghabiskan anggaran dengan jumlah tak kecil. Dengan demikian, dia berharap penyelenggaraan pemilu harus mampu menghasilkan pemimpin kelas dunia.

“Kalau nggak, untuk apa pemilu habis Rp 100 triliun lebih. Hanya pilih yang di survei. Mau ke mana negeri ini? Apa nggak lihat itu pasti jadi masalah kalau nggak dipimpin pemimpin mampu dari mental, fisik, network, akar budaya Indonesia,” ujarnya.

Effendi berharap kontestasi pilpres juga mampu melahirkan sosok-sosok pemimpin seperti Presiden pertama RI Sukarno. Dia menghendaki pemimpin yang memiliki pemahaman historis Nusantara, serta kemampuan udara dan maritim.

“Kan sebenarnya kita harus bisa lahirkan Sukarno muda. Tidak seperti bisnis, pokoknya calonnya ini. Dengan segala hormat saya kira yang masuk survei belum masuk kualifikasi capres. Ini presiden Indonesia. Yang punya kekuatan historis Majapahit, Sriwijaya. Jadi harus buktikan kemampuan udara, maritim,” lanjutnya.

BACA :  Curhat Petugas Penegak Perda di Pandeglang: Sudah Honor Kecil, Kalau Enggak Masuk Dipotong Pula

Editor: Fariz Abdullah

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler