Connect with us

Berita Terbaru

Heboh di Lebak Ada Guru Agama Diduga Cabul ke Siswi SD, Dindik Ungkap Faktanya

Published

on

Ilustrasi Bocah Dicabuli DI KAMPUNG SARONGGE

FOTO ILUSTRASI. Seorang kakek di Kampung Sarongge, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang, tega mencabuli anak tetangganya yang masih SMP.(Foto Ilustrasi/Sindonews.com)

Lebak- Masyarakat Desa Gununganten, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak dibuat heboh oleh kabar tindakan asusila.

Bagaimana tidak seorang guru agama dituduh telah melakukan tindakan cabul kepada siswi kelas 1 di salah satu Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Cimarga.

Kabarnya, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 5 Agustus 2022 lalu saat jam istirahat berlangsung.

Hebohnya kabar tersebut membuat Pemerintah Daerah bertindak. Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak mengungkapkan bahwa kabar tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kepala Bidang Pendidikan SD, Maman Suryaman mengatakan untuk meminimalisir kehebohan dan mencegah aksi anarkis pihaknya telah menonaktifkan guru agama yang dituduh melakukan cabul.

BACA :  Minat Baca di Kota Tangsel Hanya 0,001 Persen

“Untuk itu pihak sekolah juga, sudah menindak guru yang bersangkutan, untuk di non-aktifkan, dari tugas mengajarnya,”kata Maman kepada awak media, Rabu, 10 Agustus 2022.

“Sambil menunggu hasil penyelidikan polisi. Kabarnya masih nunggu hasil visum juga”sambungnya.

Kata Maman, guru yang dituduh sebagai pelaku cabul itu berinisial AG. Dia merupakan seorang guru honorer yang telah mengabdi selama 4 tahun.

Awalnya, AG adalah seorang guru olahraga. Karena memiliki keahlian dan latar belakang pendidikan agama, akhirnya pihak sekolah memilinya.

“Karena yang bersangkutan ini, mempunyai latar belakang dan ijazah pendidikan agama, akhirnya dijadikan sebagai guru agama,” ujarnya.

Saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak juga seudah berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait dengan kejadian ini.

BACA :  Bantu Palestina, Rano: Lebih Bagus Galang Dana

“Jika nanti AG ini bersalah, maka pihak sekolah harus mematuhi peraturan, jadi selesaikanlah dengan pihak kepolisian,” kata Maman.

Dirinya menambahkan kejadian ini, sangat memprihatikan, apalagi terjadi pada siswi kelas 1 SD.

“Karena pelecehan ini, merupakan hal yang kita tidak inginkan, apalagi korbannya ini anak sekolah ya,” ucapnya.

Hingga berita ini publish Bantenhits masih mengupayakan konfirmasi dari pihak kepolisian.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler