Connect with us

Berita Terbaru

Sebut Anggaran DPRD Tak Bermanfaat, Bupati Pandeglang Anggap Kecil Rp 38 M untuk Sepeda Listrik

Published

on

Bupati Pandeglang Irna Narulita ‘keukeuh’ ingin menggelontorkan Rp 38 M untuk pembelian sepeda listrik bagi RT/RW se-Kabupaten Pandeglang. Sejumlah kalangan mengingatkan tentang kemiskinan yang jadi masalah utama di Pandeglang. Foto ilustrasi: GMNI Pandeglang, saat akan memberikan bantuan kepada Saedah (70), nenek miskin yang tinggal di gubuk, Selasa, 10 Desember 2019.(BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Bupati Pandeglang Irna Narulita ‘keukeuh’ agar rencana pembelian sepeda listrik untuk RT/RW di Kabupaten Pandeglang bisa diwujudkan.

Bahkan dalam penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (RKUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RPPAS) Tahun Anggaran 2023 di DPRD pembelian sepeda listrik dibahas.

Pembahasan digelar di ruangan paripurna DPRD Pandeglang pada Rabu 10 Agustus 2022. Pembahasan sempat alot karena ada empat Fraksi di DPRD Pandeglang yang menolak pembelian sepeda listrik.

BACA :  Lahir dengan Usus di Luar, Alfatih Sulit Dapat Pelayanan Kesehatan di Pandeglang

Keempat Fraksi yang menolak yakni, Fraksi Golkar, Gerindra, PKB dan Fraksi PPP. Mereka menilai, pembelian sepeda tidak urgent dan pemborosan anggaran.

Sedangkan enam Fraksi lainnya di DPRD Pandeglang seperti Fraksi Demokrat, PKS, PDIP, Nasdem-Perindo dan Fraksi PAN-PBB menyetujui rencana pembelian sepeda listrik RT/RW ini.

Irna menilai, anggaran sebesar Rp38 Miliar untuk pembelian sepeda listrik kecil. Oleh karena itu dia meminta, agar pembelian sepeda listrik ini bisa terwujud, karena tidak ada pemborosan anggaran.

“Rp 38 miliar kecil bagi saya, bila perlu Rp100 miliar. Kasih dong simpul-simpul kami, bingung amat cuma Rp38 Miliar juga, mereka siang malam sudah bantu kita,” kata Irna, Rabu, 10 Agustus 2022.

BACA :  Managemen Disebut Sengaja Segel RSIA Mutiara Bunda Cilegon

“Yang sakit ketok rumah RT, mau nganter yang sakit punya motor enggak. Boro-boro punya yang lain enggak, terus telpon lagi yang mau nikah. Jangan mikirin dong, yang mana yang lebih boros. Kalau mau dibandingkan pengeluaran cek dong yang boros yang mana,” tambahnya.

Sindir Anggaran DPRD

Irna Narulita juga menyindir anggaran di legislatif yang lebih besar dari pada pembelian sepeda listrik. Bahkan anggaran di legislatif itu terkesan tidak bermanfaat dan pemborosam. Namun Irna tidak menyebutkan anggaran yang dimaksud.

“Malah ada yang kita anggap pemborosan, kita enggak bersudjon seperti itu (Pemorosan). Ada usulan legislatif dianggap tidak bermanfaat, tapi kalau memang harus diakomodir, ya kita akomodir,” ungkapnya.

BACA :  Kepala Terminal Mandala Sebut Bus Ini Tak Diizinkan Beroperasi saat Mudik Lebaran

Irna menyarankan DPRD tak mempersoalkan rencana pembelian sepeda listrik tersebut. Karena rencana itu semata-mata hanya untuk membantu kinerja RT/RW. 

Selain itu, Irna juga meminta DPRD tak suudjon mengaitkan pembelian sepeda listrik untuk RT/RW ini sebagai bentuk politisasi program untuk kepentingan politik.

“Kita enggak ganggu anggaran legislatif kok, enggak ada kita ganggu legislatif, anggaran ini kita yang kelola sendiri, mereka (DPRD) anggaranya tetap full. Emang RT/RW pembantu kita, hargai dong mereka. RT/RW juga ada yang afilisasi ke kuning, biru merah, emang RT/RW punya Bupati doang? Itu punya semua, ini kepentingan kebutuhan bukan eksekutif tapi legislatif juga,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler