Connect with us

Berita Terbaru

Penjelasan BEM Untirta setelah Pra-Ospek Viral, Sebut Mahasiswa Dijemur 10 Jam Hoaks

Published

on

BEM Untirta berikan penjelasan setelah kegiatan Pra-Ospek mahasiswa baru viral. Foto ilustrasi gerbang kampus Untirta: Dok. BantenHits.com.

Serang – Aktivitas Pra-Ospek di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa atau Untirta pada Selasa, 9 Agustus 2022 mendadak viral.

Warganet ramai membahas kegiatan tersebut hingga akhirnya membuat Untirta trending di twitter pada Rabu, 10 Agustus 2022.

Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM Untirta memberikan klarifikasi mengenai kegiatan ospek mahasiswa baru di kampusnya yang ramai diperbincangkan di Twitter.

BEM Untirta memastikan tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh panitia kepada mahasiswa baru.

“Berita yang tersebar terkait teknis di lapangan yang menyatakan adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh panitia seperti yang beredar luar informasi dari akun twitter @collegemenfess yang menuliskan salah satu peserta kegiatan dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Serang karena mengalami perlakuan fisik dari kepanitiaan adalah tidak benar. Karena faktanya setelah dilakukan pengecekan, informasi tersebut adalah hoax,” kata Presiden Mahasiswa BEM KBM Untirta, Ryco Hermawan melalui keterangan tertulis yang diterima, Sabtu, 13 Agustus 2022 seperti dikutip BantenHits.com dari detik.com.

Ryco memastikan informasi mahasiswa baru dijemur selama 10 jam adalah hoaks. Dia menjelaskan peserta ospek diberi waktu istirahat dan tidak dijemur berjam-jam.

BACA :  Pemkab Pandeglang Pilih Opsi Batasi Ruang Gerak Warga Dibanding Local Lockdown, Ini Skema Pelaksanaannya

“Lalu, informasi yang beredar lainnya yang menyatakan bahwa mahasiswa baru dijemur selama 10 jam sudah jelas tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Pihak panitia telah memberikan waktu. Peserta melakukan pembukaan acara sekaligus membuka technical meeting 2 dari jam 08.00 – 10.30 WIB. Selanjutnya dilakukan sesi mentoring di tempat yang teduh dari jam 10.30-12.00 WIB. Setelah itu peserta melakukan ibadah sholat dari jam 12.00-13.00 Wib. Dan setelah itu berkumpul kembali di lapangan pada pukul 13.00-16.00 Wib untuk melakukan Mozaik. Jadi, informasi yang beredar bahwa Mahasiswa Baru dijemur 10 jam sudah sangat jelas adalah hoax,” ujarnya.

Mewakili BEM KBM Utirta, Ryco menyampaikan rasa kecewa terhadap pernyataan Rektor Untirta yang seolah lepas tangan dan berkesimpulan kegiatan tersebut tidak ada koordinasi dengan pihak rektorat. Dia menyebut BEM Untirta sudah melakukan koordinasi dengan pihak rektorat sebulan sebelum acara dimulai.

BACA :  Tujuh Kali Raih Adipura Kirana, Momentum Mewujudkan Kota Tangerang Layak Huni

“BEM KBM Untirta menyatakan sikap kecewa terhadap pernyataan yang dibuat oleh Rektor yang seakan lepas tangan akan kejadian ini dan berkesimpulan bahwa kegiatan Technical Meeting 2 seakan tidak ada koordinasi dengan pihak rektorat itu tidak benar, kami dari BEM KBM Untirta telah berkomunikasi dari H-1 bulan sebelum kegiatan berlangsung yang dibuktikan dengan adanya surat tembusan untuk peminjaman lapangan Untirta Kampus A Pakupatan, yang ditanda tangani langsung oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan,” ucapnya.

Ryco mengatakan pihaknya juga telah melakukan rapat sinkronisasi timeline dan tema kegiatan bersama pihak rektorat. Dia menyampaikan kegiatan ospek juga dihadiri Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan.

“Faktanya dalam rangka pra PKKMB dilaksanakan beberapa kali juga dilakukan rapat sinkronisasi timeline dan penjelasan tema kegiatan yang dilakukan langsung bersama Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan rangkaian kegiatan yang dihadiri langsung oleh Wakil Dekan 3 masing-masing fakultas yang terdapat di Untirta, didalam rapat sinkronisasi itu juga terdapat permintaan pembuatan mozaik oleh Wakil Rektor 3 yang disampaikan secara langsung di dalam rapat, yang dimana dapat disimpulkan bahwa alur komunikasi dalam kegiatan acara yang berlangsung juga turut serta di hadiri oleh tim MONEV (Monitoring dan Evaluasi) yang dilakukan oleh teman-teman DPM KBM Untirta,” jelasnya.

BACA :  Kelola APBDes dengan Baik, Desa Diminta Tak Andalkan Bantuan Pemda

“Di mana tertera juga di press relese yang di keluarkan di IG @dpmuntirta tertuang jelas bahwa kegiatan ini dilakukan dengan Standard Operating Procedure ( SOP) yang jelas dan Training of Trainer (ToT) terhadap seluruh Panitia pelaksana, dan dapat disimpulkan juga informasi yang beredar di dunia maya atau di media sosial banyak yang melebih-lebihkan dan adanya penyebaran berita bohong yang di mana menyinggung instansi tanpa adanya kredibilitas berita yang valid,” lanjutnya.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler